
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Onty Peli," seru Chia saat melihat siapa yang datang.
Starla yang tak perduli dengan apapun dan siapa pun langsung menghampiri si gadis cantik yang lemas ingin berusaha bangun dari baringnya.
"Iya, Sayang, ini Aunty. Aunty datang buat XyLa ya, maafin Aunty, Nak." Starla yang tak kuasa menahan air mata semakin sedih saat memeluk Chia apalagi anak itupun ikut terisak dalam pelukannya.
"Onty bohong, Onty gak ada pas XyLa bangun bobo," protes Chia.
Starla menggigit bibir bawahnya agar tangisnya itu tak lebih bersuara, ia tak hanya kasihan dan merasa bersalah tapi juga rindu.
"Aunty ada urusan dan harus cepat pulang, maaf ya. Tapi sekarang Aunty sudah disini," balas Starla sambil menghapus kebasahan di wajah cantik yang matanya mirip sekali dengannya itu.
Mereka yang seolah merasa dunia milik berdua itu tak sadar jika ada sosok wanita lain di dekat mereka yang juga berurai air mata.
"Starla," panggil Amih dengan suara parau.
Deg..
__ADS_1
Tak ada yang mengenalnya di kota ini apalagi di dalam rumah sakit mewah yang sedang ia datangi. Dengan perasaan yang semakin tak karuan, Starla pun mau tak mau menoleh.
"Amih--, Amih, aku gak gak salah liat 'kan?"
Amih menggeleng kan kepala, ia merentangkan tangan meminta menantunya itu mendekat. Starla yang tak percaya dengan yang sedang ia alami ini menunduk dengan tangis yang tak lagi ingin ia tahan.
"Amih--, aku kangen," lirih Starla yang akhirnya berhambur ke dalam pelukan ibu mertuanya. Tak ada kata bekas diantara mereka berdua meski Starla bukan lagi istri dari putranya.
"Apa kabar, Nak?"
"Sebaik apapun aku, aku tak pernah baik-baik saja, Amih," Jawabnya masih terisak.
Starla mengurai pelukan, dahi nya mengernyit dan ia langsung menoleh lagi ke belakang kearah Chia yang duduk dengan selimut sebatas perutnya.
"Amih, jangan bilang kalau XyLa itu--,"
"Dia Chiamu, Nak. Putri mu yang kamu lahirkan dan kamu tinggalkan di usia 43hari," jawab Amih di sela isak tangisnya juga.
Andai Starla tahu, di hari kepergiannya itu saat malam tiba Chia langsung demam, ia rewel dan terus menangis hingga pagi sampai semua orang dalam rumah bingung harus apa, berkali-kali Amih dan Apih meminta ArXy untuk menjemputnya tapi pria keras kepala itu tak beranjak satu jengkal pun.
__ADS_1
"Amih, gak bohong 'kan?" tanya Starla meyakinkan dan langsung cepat di jawab dengan gelengan kepala lagi..
Starla kembali ke dekat ranjang, memeluk Chia dan menciuminya bertubi-tubi sambil terus meminta maaf.
"Onty, kenapa?" tanya Chia bingung. Apalagi saat ia merasa pelukan wanita itu semakin erat seakan tak ingin di lepas lagi.
"Chia, jangan panggil Aunty lagi ya, Sayang," titah Amih sambil mengelus kepala cucu perempuannya itu.
"Apa? ini Onty pelinya Chia, Amih. Kata Bubun, anak baik nanti punya Ibu peli, Chia juga kan anak baik, jadi harus punya Onty Peli," protesnya pada Siang Nenek.
Chia yang sering dibawa ke rumah utama tentu sering di asuh juga oleh Embun, wanita yang bekerja menghabis uang para pria kesayangannya itu kerap kali mengeluarkan ahli mendongengnya yang terpendam sebab anak yang ia lahirkan semuanya laki-laki. Angkasa yang tak mau diam mana bisa mendengar apa yang di ceritakan oleh bubunnya, sedangkan Fajar yang tak bisa lihat bantal tak perlu di dongeng kan ia pasti langsung tidur, lalu bagaimana dengan Lintang? harus punya stok sabar tak berbatas jika ingin melakukan hal tersebut, bukan hanya banyak bertanya tapi juga banyak melayangkan protes dan ujung-ujungnya bukan tidur tapi malah menangis.
.
.
.
Chia panggil Mama ya ...
__ADS_1