Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
promo 4


__ADS_3

KhayXyLa NauRahardian Wijaya tersenyum saat mendengar ucapan Arjuna yang begitu yakin jika hati pria itu tak bisa di masuki olehnya, ia yang katanya sudah punya kekasih hingga cinta yang katanya juga sudah habis pada sosok wanita itu seakan semuanya masuk kuping kiri keluar kuping kanan bagi Chia.


"Apa ada yang lucu?" tanya Arjuna.


"Tidak ada, Kak. Ayo habiskan karna aku ingin menjenguk calon mama mertuaku," Jawab Chia tak kalah percaya diri.


Ia bangun dari duduk dan pergi begitu saja meninggalkan Arjuna yang merengut kesal mendengar ucapannya barusan.


"Sial! Kenapa gak paham sih tuh anak kecil."


Arjuna lalu membereskan makanan yang belum habis, nafsu makannya hilang entah kemana padahal tadi sedang enak enaknya mengisi perut yang laparnya dengan masakan dari rumah utama yang di bawa entah oleh Chia atau kakaknya.


Chia melangkah sedikit tergesa menuju lift, ia masuk kedalam kotak besi yang ternyata kosong, hanya ada dia seorang dan itu menjadi kesempatan untuknya agar bisa leluasa menghapus air mata yang sejak pergi dari hadapan Arjuna sudah hampir jatuh ke pipinya.


"Tidak, aku mencintai Kak Juna sudah sejak lama," ucap lirih Chia, ia rasa tak ada yang salah pada hatinya yang sudah jatuh cinta pada sosok Arjuna.


Pria itu bukan bukan suami orang jadi tak ada masalah jika perjodohan ini tetap berlanjut. Toh, bukan dia yang ingin tapi keluarga Wardhana dan Rahardian Wijaya yang mengusulkan rencana indah ini bagi Chia, meski nyatanya justru ini malapetaka bagi Arjuna sebab akan ada hati yang tersakiti.


CEKLEK


Chia membuka pintu ruang rawat inap nyonya besar Wardhana yang ternyata ada beberapa perawat dan dua dokter yang sedang melakukan pemeriksaan.


Ia yang kaget dan tak tahu apa apa, langsung mendekat kearah Rinjani yang menangis salam pelukan papanya.


"Ada apa, Uncle? Aunty baik baik aja, kan?" tanya Chia yang mulai takut dan tak kalah panik.


"Doakan saja ya, Nak. Junna mana?" tanya Papa Chiko.


"Hem, tadi sih masih di taman makan," jawab Chia, ia yang baru berniat memanggil Arjuna di urungkan karna pria itu ternyata sudah datang lebih dulu.


"Ada apa ini?" tanya Arjuna yang kaget sama seperti Chia saat awal masuk barusan.


"Entah, aku datang pun Aunty sedang di periksa," Jawab Chia yang paham betul dengan kepanikan yang di rasakan Arjuna sekarang.

__ADS_1


Bebeberapa saat menunggu, akhirnya team dokter memutuskan untuk membawa Mama Marni ke Ruang ICU karna kesadarannya yang menurun akibat syok. Kondisi ini terjadi ketika tekanan dan aliran darah tidak cukup kuat untuk mensuplai darah ke organ vital.


Tangis Rinjani pecah dalam pelukan Sang adik karna papap Chiko ikut menemani Mama yang kini sedang di pindah. Keadaan semakin mencekam bagi sepasang anak tersebut.


"Kak Jani, sabar ya," ucap Chia yang merasa sedih, ia jadi ingat Mama Starla yang ada di rumah. Sebagai sama sama anak tentu ia sangat paham apa yang di rasakan Rinjani dan Arjuna.


.


.


.


Semenjak saat itu, tiga hari berlalu dengan sangat berat bagi keluarga Wardhana dan mereka harus saling bergantian untuk bolak balik ke rumah sakit apalagi saat papa Chiko juga ikut Drop rasa takut seakan berkali-kali lipat di rasakan.


DEG...


Tangan Chia yang kini sedang menyelimuti tubuh Arjuna yang tertidur di Sofa pun di cekal oleh pria itu. Chia yang takut mengganggu tidur Arjuna pun  buru buru minta maaf karna ia melakukannya dengan sangat sengaja.


"Aku hanya tak ingin Kak Juna ikut sakit karba dingin, itu saja," jelas Chia.


Hubungan keduanya memanf baik, bahkan  sangat baik seperti dengan yang lain hanya saja memang perasaan tak nyaman langsung di rasakan oleh Arjuna saat tahu saar gadis cantik di depannya kini ternyata ada rasa yang membuatnya menerima rencana konyol dia keluarga. Inginnya Arjuna tentu Chia harus menolak sama sepertinya tapi justru sebaliknya.


"Mamamu, mamaku juga, Kak," balas Chia.


"Terserah lah." Arjuna yang tak ingin memperpanjang obrolan langsung membalikkan tubuhnya memunggungi Chia yang tersenyum tanpa Arjuna tahu.


Sudah beberapa hari ini tuan putri Rahardian juga ikut sibuk di rumah sakit meski hanya sekedar mengantar makanan untuk yang menunggu disana karna ketiganya berjaga bergantian. Rinjani tak bisa selalu berada di sana sebab ia juga punya tanggung jawab di keluarganya sendiri meski Sang suami tak pernah menuntut apa pun. Dan hari ini juga sejak pagi keluargs besar Sang besar sudah satu persatu datang menjenguk.


Jujur, itu membuat Arjuna sangat senang karna ia merasa banyak yang sayang keluarganya termasuk Sang Mama sebab hanya doa yang kini wanita itu butuhkan.


Lantas, bagaiamana hubungannya dengan Hanna?"


Semenjak pulang liburan, keduanya belum lagi bertemu. Arjuna pun hanya sesekali menghubungi kekasihnya itu karna jika sedang tak bersama Mama, ia sedikit demi sedikit menyelesaikan pekerjaannya. Dan Hanna sangat pengertian akan hal tersebut, ia tak berani menawarkan diri untuk mejenguk kerumah sakit hanya berharap Arjuna mengajaknya meski nyatanya tak di lakukan juga oleh pria itu hingga detik ini.

__ADS_1


"Juna--," Panggil papa yang menghampiri ke arah sofa.


"Hem," Sahutnya hanya berdehem.


Lain seperti Sang Kakak, Ia memang lebih dekat dengan Mama sebab Papa terlalu tegas pada Puteranya, mungkin itu semua di lakukan karna Arjuna adalah satu-satunya harapan Papa bukan hanya sebagai ahli waris perusahaan yang ia rintis dari nol tapi juga tentang keturunan. Jadi sangat wajar jika Arjuna lebih nyaman bersama pemilik Surga-Nya yang kini sedang berbaring tak berdaya.


"Ada yang ingin Papa bicarakan denganmu."


Arjuna tak langsung bangun, ia yang sudah menebak apa yang akan mereka bicarakan masih memejamkan kedua mata, ia terus berusaha menahan emosi dan juga menekan egonya.


"Juna--," Panggil pria paru baya itu yang masih sabar dengan sikap di luar batas putranya, ia tahu Si bungsu sedang merajuk kesal tapi ini sudah bukan waktunya ia melakukan hal tersebut.


"Iya, Pah. Papa mau bicara apa lagi denganku, hem?" tanya Arjuna yang sebenarnya malas namun masih berusaha untuk tetap sopan karna bagaimana pun Papa adalah orang tuanya.


"Papa harap tak ada lagi bantahan. Kamu harus menikahi Chia setelah Mamamu pulih. Jangan membuat Mamamu Stress karna sikapmu ini, Juna!"


Bak di hempas ke ujung jurang, hati Arjuna benar-benar sakit mendengar hal itu padahal ini bukan yang pertama, keputusan mereka seolah tak bisa lagi di ganggu gugat. Para orangtua tetap ingin ada pernikahan lagi antara Wardhana dan Rahardian Wijaya.


.


.


.


"Apa aku akan benar-benar jadi anak Durhaka saat menolaknya, Pah?"


\#\#\#\#\#\#\#


Masa promo selesai, yang mau baca terus bisa lanjut baca dengan judul MENGEJAR CINTA SUAMI KU dengan napen Neng_Susan04 ya..


Habis ini kita lanjut Chio.


Dimana?

__ADS_1


Disini, bab selanjutnya ya 😍😍


#SimpananIstriMafia.


__ADS_2