
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
XyLa.
Ya, nama Chia hanya di peruntukan untuk keluarga, bahkan semua pelayan di rumahnya saja memanggil bocah itu dengan sebutan Nona muda XyLa, termasuk Clarissa dan Arlan.
"Nama yang cantik, seperti orangnya," sahut Starla sambil mengusap pipi putih Chia, ia memang sempat meringis tapi ternyata tak sampai menangis dan itu membuat Starla cukup kagum padahal ada serpihan beling di lantai.
"Yang sakit mana? sini Aunty obatin," tanya Starla yang baru ingat jika tadi Chia sempat mengeluh sakit.
"Nda, iyupin aja nih," jawabnya sambil menyodorkan jarinya.
Ibu asuh yang tak sengaja melihat pun menghampiri, ia kaget saat ada pecahan beling di lantai dan betapa kagetnya lagi saat tahu siapa yang di gandeng oleh Starla.
"Nona XyLa gak apa-apa?" tanya si ibu asuh khawatir.
"Nda, udah di iyupin sama Onty," jawabnya yang langsung mendongak ke arah Starla yang membalasnya dengan sebuah senyuman.
"XyLa mau main?"
"Nda, XyLa ngantuk, mahu bobo," tolak nya yang malah menarik tangan Starla untuk masuk kedalam bangunan panti asuhan.
Ibu yayasan yang melihat itupun langsung memanggilnya dan Starla.
"Nona--, Nona XyLa, mau kemana?"
__ADS_1
"XyLa mahu bobo ya," jawabnya yang entah kenapa mendadak mengantuk.
"Oh, iya. Bobo di kamar kakak Indah, ayo Ibu antar."
"Tapi sama Onty Peli ya," pintanya lagi.
Kini Starla dan Ibu yayasan saling pandang tak paham dengan apa yang dikatakan Chia barusan, tapi gadis kecil itu malah dengan cepat menarik tangan Starla kembali menuju salah satu pintu yang tak jauh dari tempat mereka tadi berdiri.
Cek lek
"Onty Peli temenin XyLa bobo ya."
"XyLa mau bobo sama Aunty?" tanya Starla bingung, apalagi dengan anak yang baru di kenal dan di tempat yang baru ia datangi.
"Hem, tapi Aunty--,"
Chia naik ke atas ranjang lebih dulu setelah ia melepas sandalnya, entah ini kamar siapa karna dari yang terlihat seolah ini ruang istirahat seorang gadis remaja, terlihat dari pernak pernik dan beberapa boneka di atas ranjang.
Tak hanya Chia, karna nyatanya Starla pun melakukan hal yang sama. Keduanya kini sudah berbaring di atas kasur sambil memeluk, bahkan XyLa usel usel manja di dada Starla dan anehnya ia tak risih melakukan hal tersebut.
Mereka yang sedari tadi mencari kenyamanan kini sudah mendapatkan hal itu, Starla mulai mengusap lengan dan punggung Chia sedang anak itu masih saja bergumam.
"Ayo, bobo, katanya ngantuk," Kata Starla.
"Iya, Onty tapi nda boleh mana mana ya, Onty halus masih ada ntal XyLa bangun, Ok."
__ADS_1
Starla hanya tersenyum lalu reflek mencium pucuk kepala gadis kecil dalam pelukannya tersebut.
Wanginya mirip Chia, apa ia pun secantik ini sekarang? bathin Starla yang di ujung matanya kini sudah ada cairan bening siap di lelehkan.
Suatu keajaiban bagi seorang Chia yang selama ini tak bisa tidur tanpa papanya, tapi siang ini, tuan putri Rahardian tersebut malah mendengkur halus di dalam dekapan wanita yang baru di lihatnya hari ini..
Ada rasa lain yang Starla rasakan, tapi entah itu apa karna rasanya ia tak punya rindu untuk buah hatinya yang tak ada harapan untuk bertemu.
Semakin ia usap, Chia semakin damai dalam mimpinnya sampai Starla akhirnya menoleh saat dalam tasnya terdengar getaran ponsel.
"Hallo, Kak," ucapan Starla pelan karna tak ingin Chia terganggu.
"Kamu dimana? kenapa belum sampai hotel?" tanya Arlan panik.
"Aku di panti asuhan, sebentar lagi aku pulang."
"Biar aku yang jemput, kirimkan alamatnya," Titah Arlan cepat.
Jika sudah begini, rasanya ia ingin menjadi Starla yang empat tahun lalu di abaikan. Tak pernah di tanya, di cari dan di tunggu, tapi bukan berarti ia juga tak suka dengan hidupnya yang sekarang. Meski mandiri dan bisa apa-apa sendiri ia tetap dalam pengawasan Arlan.
.
.
.
__ADS_1
Aunty pulang dulu ya, XyLa, Aunty titip cium untuk Chia, boleh ya, sayang.