Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Season 2 # 01


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Saya Terima nikah dan kawinnya Starla binti Almarhum Syarif dengan mas kawin tersebut di bayar, Tunai." dengan satu kali tarikan napas, ArXy mengucapakan ijab Qabul untuk kedua kalinya dengan wanita yang sama, yang berbeda hanya ada kata Almarhum setelah namun sang calon istri.


Sedih sudah pasti di rasakan oleh Starla, tapi ia malah di beri ganti yang jauh lebih baik yaitu hadirnya KhayXyLa NauRahardian Wijaya di pernikahannya tersebut.


Rumah yang memang tak begitu luas tentu hanya cukup menampung keluarga besar saja, dan setelah acara sungkeman itulah mereka memilih langsung ke Hotel milik Rahardian Group.


Kali ini tak hanya ijab Qabul, karna pasangan yang sedang berbahagia itu akan melangsungkan resepsi pernikahan 7 hari 7 malam di 8 tanjakan dan 8 turunan.


#CandaEh!!


"Kita gak langsung pulang abis inu," bisik ArXy.


"Kemana?" tanya Starla bingung.


"Hotel, kita disana sampai lusa," jawab pria tampan yang terlihat begitu tampan itu.


"Lalu Chia?"


"Bungkus!" sahut ArXy, mungkin benar kata pepatah yang mengatakan jika kasih ibu itu memang sepanjang masa, sampai masa masa indah bulan madu saja masih memikirkan anak.


Plaaak..


"Berani bungkus anakku, aku karungin kamu!" ancam Starla lagi.


"Jangan! gak enak kalo di karungin, kita main polosan aja ya," bisik ArXy yang terkekeh sendiri.


Otak pria itu sejak semalam sudah tak beres, travelling jauh entah kemana dan sampai saat ini pun rasanya belum pulang ke tempatnya lagi, terbukti ucapannya masih menyerempet ke hal hal bau kemesuman.


Starla yang malu sendiri sampai tak bisa menyembunyikan wajahnya yang merah, ini sungguh tak bisa di biarkan karna sepertinya besok pagi ia akan di jadikan pinguin dadakan.


"Liat noh Si Duda, pasti di mikir kita ngontrak," bisik Heaven pada Rain.


"Heh, kaya gak pernah kawin aja, itu si ManDud pasti lagi galau," timpal pewaris utama Rahardian Group tersebut.


"Galau napa lagi, perasaan gue merinding nih, " sahut Skala.


"Dia galau, Nyeh nya kan ada Uwa Uwa, kata si ManDud, mau kiri duluan apa kanan duluan yaaaaaaaa," balas Rain, ia yang cerita dan ia juga yang cekikan sendiri.


"Alah, ribet amat. Dua-dua satuin, terus di --,"

__ADS_1


"Ssst, jangan di terusin," potong Keanu saat tadi Heaven menimpali.


"Napa?"


"Ntar Si BumBum nangis pengen pulang."


Semuanya pun tertawa, Genk kompor meleduk memang tak pernah sepi dari candaan mesum karna tentunya mereka tak punya bahan ghibahan yang lainnya, tak mungkin juga para lelaki tampan itu curhat tentang harga bumbu dapur yang kian mahal atau tentang sedihnya perasaan ketika token Listrik habis berbarengan dengan gas dan galon karena itu mah..


#SAYA!!


#EuleuhNgaKu.


Mendengar para sepupunya ramai di pojokan, ArXy pun mendekat kearah mereka meninggalkan istrinya sejenak, ia yakin jika para pria itu pasti sedang membicarakan.


"Si ArXy doang, yang kawin dua kali," kata Skala.


"Si ArXy doang, yang punya Mantan," sahut Rai.


"Si ArXy doang, yang nikah disaksiin anak," timpal Heaven


"Si ArXy doang, yang-yang- yang apa ya?" tanya Keanu bingung sendiri sampai ia di suraki oleh semuanya.


.


.


🍂🍂🍂🍂


Hari yang cukup panjang bagi ArXy akhirnya berakhir. Padahl, hanya ijab kabul lalu makan malam bersama tapi rasanya jam lambat sekali berputar kearah kanan.


"Eeh, kamu apa apaan sih?" teriak Starla saat ia di gendong ala bridal style menuju ranjang padahal wanita itu baru saja masuk kedalam kamar hotel.


"Capek kan? aku boboin ya," kekeh ArXy serasa ia sedang merayu Chia saat bayi dulu.


Wajah merah merona Starla tentu membuat pria yang kini sedang tak sabaran itu smakin berhasrat. Ia baringkan tubuh istrinya di tengah ranjang yang bertabur kelopak mawar merah yang harum, sedikit lebay memang tapi tak apalah namanya juga pengantin baru setok lama 🤣.


"Tunggu!" ucap Starla tiba-tiba saat bibir suaminya hampir mendarat.


"Apa?" tanya ArXy.


"Kepalaku sakit, Kak," adanya karna memang ada beberapa aksesoris di rambut panjang wanita itu sebagai hiasan.

__ADS_1


ArXy pun mau tak mau bangun, begitu juga dengan Starla, ia membantu membuka dan melepas beberapa ikatan dan jepitan di kepala istrinya yang memang sedikit sulit jika di lakukan sendiri.


Satu persatu sudah di lepas, kini surai panjang sepinggang Starla jatuh begitu saja membuatnya terlihat sangat manis.


"Sekalian yang ini di buka ya," tawar ArXy pada bagian belakang gaun Starla yang bukan memakai Resleting tapi kancing bulat yang jumlahnya belasan.


"Susah banget, Sih!" Omel pria itu yang mulai kesal.


"Bisa gak?" tanya Starla, perasaan saat di pakai mudah dan lancar tapi saat dibuka kenapa mendadak sulit, pikirnya.


"Susah, lagian kenapa milih kaya gini sih? harusnya yang gampang aja, kalau bisa yang tipis biar kalo susah gini tinggal di sobek," ocehnya lagi.


"Kamunya tuh pelan pelan, yang sabar dong, mau kemana sih?! heran deh." Starla yang tak mau kalah ikut mengomel juga.


Ia tahu, bukan gaun dan kancingnya yang salah tapi memang suaminya yang tak sabaran dan masih mengandalkan emosi, bukan kah semua yang di lakukan berdasarkan ketidaksabaran itu akan berbuah kesusahan pada dirinya sendiri? , begitu lah kira kira yang sedang di alami papanya KhayXyLa NauRahrdian Wijaya.


Kancing yang diam di posisinya dengan baik terus ia marahi dan di maki-maki, Starla yang mendengarnya pun hanya bisa sabar, selagi bukan dia yang di umpat oleh suaminya.


"Sudah belum, Kak?" tanya Starla yang lama kelamaan pegal juga.


"Lima lagi, Sayang. Sobek aja ya," pinta ArXy sangat memohon, andai saja wanita itu tahu jika si jagung bulu itemnya itu sudah merinding disko di dalam sarang.


Starla yang mendengar itu pun langsung menoleh kearah suaminya, ia sengaja menatap tak suka pada ArXy agar suaminya itu tak terus menerus seenaknya. Bukan masalah gaun yang jadi persoalan Starla tapi ia ingin suaminya itu bisa sabar dan tak gegabah dalam setiap permasalahan yang ia lewati, termasuk perkara kancing yang sebenarnya mudah di lepas asal pria itu mau pelan pelan.


"Berani di sobek, tidur di sofa ya!" ancam Starla.


ArXy yang kesal, mulai pelan pelan membukanya, dan itu bisa di rasakan oleh Starla karna tangan sentuhan pria itu tak sekasar sebelumnya.


"Alhamdulillahirabbil alamin, akhirnya lepas juga," ujar ArXy yang merasa sangat lega, kini punggung putih mulus istrinya terpampang jelas di depan matanya. Dan, tanpa membuang waktu kini bibirnya sudah mendarat disana untuk melakukan sentuhan sentuhan lembut.


Gaun bagian pundak pun di turunkan oleh ArXy, ia yang masih duduk di belakang istrinya terus mencumbu tanpa henti sampai ke ceruk leher yang begitu jenjang dan putih.


"Kak--," panggil Starla yang geli.


"Hem, apa?"


.


.


Aku ke kamar mandi dulu, rasanya gak enak...

__ADS_1


__ADS_2