
🍂🍂🍂🍂
"Zevanya!" Chio sampai berulang kali meyebut nama itu saking ia penasarannya.
Hatinya serasa berdebar bahkan mencelos setiap kali ingat dengan gadis yang ia temui barusan, karna sekarang ia sudah kembali ke ruangan sang Mama.
"Tumben anak ganteng belum tidur?" tanya Mama Starla pada Chio yang berbaring di sofa panjang dengan posisi terlentang namun sedang memeluk bantal di atas dadanya.
"Mah, Chio boleh tanya sesuatu?" pinta si anak bungsu sambil bangun dari baringnya itu.
Mama Starla pun langsung mengangguk meski dengan dahi sedikit mengernyit karna tak bisa menebak apa yang akan di tanyakan putranya kali ini.
"Murid baru di ruang pemula itu ada yang namanya Zevanya ya?" tanya Chio tanpa basa basi seperti biasanya.
"Iya, kenapa? memang kamu sudah kenalan, kok tahu?" tanya balik Mama, baru kali ini rasanya si pangeran tidur menyebut nama seorang wanita.
"Enggak, tadi Mbak Yuli yang kasih tahu. Hem, Mah--," panggil Chio lagi.
__ADS_1
"Apa? kamu suka dia?" tebak Mama yang langsung membuat putranya itu kaget luar biasa.
"Kok Mama nanya gitu? mana ada aku suka dia. Aku cuma penasaran, apa dia tinggal disini, maksudku memang asli di ibu kota atau pindahan dari kota lain?" tanya Chio yang malah membuat wanita di depannya itu semakin senang menggoda.
"Loh, anak Mama yang dinginnya ngelebihin Es kul kul ini kenapa jadi banyak tanya hanya karna seorang Zevanya?"
"Mamaaaaa---," teriak Chio kesal dan malu.
Mama Starla yang tertawa gemas, langsung membuat si anak laki-laki kesayangannya itu semakin merengut kesal, ada suatu kebanggaan karna Chio nya hari ini belum tidur sejak datang dan kini keduanya justru sedang berbincang dengan topik yang tak pernah di bahas sama sekali.
"Anak Mama ada kemajuan, malah Mama kira justru sekarang Mama yang sedang mimpi," kekehnya lagi yang mendapat cibiran dari sang putra.
"Iya, gadis yang kamu maksud itu namanya Zevanya, dia tinggal di sini untuk sekarang, alamatnya di kota bagian barat, tapi untuk asal dari mana, Mama gak tahu karna itu tak ada di saat pendaftaran," jelas Mama. Ia juga tak pernah mau tahu dari mana saja asal semua murid bahkan karyawan nya sebab yang di butuh kan adalah tempat tinggal yang sekarang.
"Oh, berapa umurnya?" tanya Chio lagi.
"Kurang lebih 20 tahun, Mama gak inget kapan tanggal lahirnya, tapi cukup lah kalau kamu mau nikahin dia," bisik Mama yang langsung membuat kedua mata Chio kembali membelalak besar.
__ADS_1
"Si Mama, kenapa sih? kenapa jadi ngomongin nikah?" tanya Chio mulai salah tingkah, pacaran saja tak pernah ia lakukan seumur hidupnya.
"Loh, memang ada yang salah? itu kan jenjang suatu hubungan yang halal, Sayangku. Gimana? kalau kamu suka dengan Zevanya, biar Mama langsung yang akan jadi mak comblang untuk kalian," ujar wanita itu sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Chio lantas menggeleng kan kepalanya dengan cepat, bukan itu maksudnya ia bertanya tentang Zevanya pada sang Mama yang kini malah sangan antusias.
"Memang Mama kenal siapa dia?" tanya Chio yang tak ingin termakan rayuan sang pemilik Surga.
"Enggak," jawab Mama sambil terekeh.
"Ya ampun! aku ini anak Mama loh, bukan anak kucing yang maen di kawinin aja!" protesnya jengkel yang malah membuat Mama kembali tertawa.
.
.
.
__ADS_1
Bukan, Sayang. Kamu itu Baby Corn, anak hasil panen jagung..