
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
" Kami pamit ya, jaga dirimu baik-baik," pesan Amih saat di bandara.
Tiga hari sudah mereka bersama, kini saatnya berpisah lagi dengan jarak jauh yang membentang diantara mereka, tentu tak hanya Amih dan Apih karna Chia serta ArXy pun ikut pulang ke ibu kota.
Jangan tanyakan bagaiamana sedihnya karna Starla harus mati-matian menahan air matanya agar tak jatuh, dengan cara begitu Chia pasti akan mau untuk ikut pulang karna sebelumnya ia sudah melakukan drama tak ingin berpisah seperti sebelum sebelumnya.
Siapapun jika ada di posisi ibu dan anak itu pasti paham rasanya, di pisah oleh keadaan yang rumit untuk di jelaskan apalagi untuk di benahi.
"Iya, Mih. Amih juga hati-hati, aku titip Chia," kalimat itu selalu saja membuat hatinya mencelos padahal sudah sering ia ucapan entah pada Amih, Apih maupun ArXy.
Mungkin karna masih ada rasa tak rela dan ikhlas karna seharusnya ia yang manjaga putri kecilnya itu.
"Pasti, Amih tunggu kepulanganmu ya."
Starla yang lupa akan hangatnya pelukan sang ibu kini bisa ia rasakan saat dalam dekapan Amih yang seperti ibu kandungnya sendiri. Semua nampak sama dan tak jauh berbeda, Starla begitu nyaman jika sudah saling berpelukan.
Dan lambaian tangan kini adalah hal yang paling di benci oleh wanita itu, baru kemarin ia merasa memiliki keluarga lengkap tapi kini ia sudah merasa sendiri lagi. Lalu dimana Arlan?
Ia tak bisa menemui Starla saat maminya masih ada, dan Starla juga yang meminta agar pria itu fokus lebih dulu pada wanita yang sudah melahirkannya tersebut. Starla tak ingin menjadi salah satu dari pilihan karna tak ada yang bisa menyaingi seorang ibu di muka bumi ini.
.
.
Perjalanan dengan pesawat pribadi itu di isi dengan rayuan untuk Chia, tak banyak yang di inginkan keluarganya cukup anak itu bisa tersenyum saja susah suatu anugrah terindah melebihi harta yang di miliki.
__ADS_1
"Napa nda ikut sih? Papa belum kasih uang?" tanya Chia, ia tahu jika ArXy pergi ke kantor untuk bekerja mencari uang, satu hal lumrah yang bahkan semua anak kecil biasa tahu hal tersebut.
Jadi, ia pun berpikir sama tentang yang di lakukan mamanya. Jadilah kini ArXy yang menjadi sasaran kemarahan putri semata wayangnya.
"Kerja gak semua karna cari uang, Sayang," kata ArXy memberi peringatan.
"Cali apa, dong?"
ArXy bingung untuk menjawab karna jika masalah uang saja ia memang sudah beberapa kali mengirim ke rekening Starla dengan alasan untuk Jajan bukan nafkah lahir layaknya seorang suami karna tentunya ArXy tak lagi bertanggung jawab atas wanita itu. Starla yang awalnya menolak akhirnya mau tak mau menerima dan membiarkan uang itu karna ArXy mengancam tak akan mengizinkannya bertemu dengan Chia.
"Ada yang nanti kamu paham saat sudah dewasa nanti ya," kata Apih sambil mengelus kepala cucu cantiknya itu.
Sampai di rumah, Chia langsung masuk kedalam kamar, beristirahat setelah membersihkan diri, sudah berbaring juga di tengah ranjang tinggal menunggu ArXy datang.
"Chia udah minta loh ke Mama," ucapnya tiba-tiba saat ArXy masuk.
"Bayi?"
"Iya, doakan Mama agar mau pulang sini lagi ya , biar kita sama-sama terus," balas ArXy yang kini sudah memeluk putri semata wayangnya itu.
Chia hanya menggangguk dalam dekapan papanya, meski kini Orang-tuanya lengkap tapi ia belum merasakan indahnya tinggal satu rumah dan tidur di ranjang yang sama seperti para sepupunya.
.
.
Dan hal yang serupa pun di rasakan oleh Starla karna malam ini begitu panjang ia rasakan, ia sulit tidur padahal besok pagi ada rapat penting di kantornya.
__ADS_1
Semua sudah persiapkan kecuali sarapan, perutnya belum mau menerima apa pun kecuali segelas kopi panas agar ia rasa kantuk sedikit menghilang.
"La, udah gak sama si Bos lagi sekarang?" tanya teman satu Kantor Starla saat ia dan beberapa rekan yang lain di dalam lift.
"Iya, lagi ada kesibukan masing-masing," jawab Starla yang malas membahas hal tersebut.
Satu kantor yang terdiri dari 6 lantai itu sudah tahu kedekatan Sekretaris dan CEO-nya tersebut, sudah jadi pemandangan umum keduanya berangkat dan pulang bersama. Tapi tidak untuk satu minggu belakangan ini, Starla dan Arkan terlihat jarang bersama kecuali di jam makan siang.
Tring
*Kak ArXy
{ ... }
"Apa sih? chat cuma titik-titik kaya gini," gumam Starla saat membaca isi pesan dari mantan suaminya tersebut yang tak ada teks sama sekali.
Tring
*Kak ArXy.
{ ... }
"Ya ampun, si makin tua makin aneh ini kenapa lagi sih!" Starla yang kesal akhirnya menekan icon panggilan telepon, tak perlu menunggu lama ternyata pria di sebrang sana pun langsung mengangkatnya.
"Hallo, Kak, ada apa?" tanya Starla.
.
__ADS_1
.
Gak ada apa-apa, cuma lagi lupa sama suara kamu aja, kaya gimana ya?