
🍂🍂🍂🍂🍂
"Mamaaaaa, Chia telepon Mama loh.".
" Hallo, Sayangnya Mama, duh udah cantik, Mam aja baru bangun bobo loh," ucap Starla yang malu sendiri karna ia masih ada di balik selimut sedang putrinya sudah di kuncir dua.
"Haha, Mama masih bobo ya," kata Chia yang merasa lucu saat hanya wajah Starla saja yang terlihat.
"Iya, Sayang. Mama taruh ponselnya sebentar ya, Mama mau pakai baju."
ArXy yang duduk tak jauh dari Chia tentu mendengar apa yang di ucapkan mantan istrinya barusan. Otak dewasanya pun mulai berkeliling kesana kemari mencari jawabannya sendiri.
'Kenapa gak pake baju? kamarnya tak ber AC kah? sepanas apa disana sampai ia harus buka bukaan seperti itu?' bathin ArXy.
Apa ia ingat malam pertamanya?
Tentu, itu adalah pengalaman yang tak akan ArXy lupakan seumur hidupnya apalagi sampai detik ini ia tak melakukannya lagi dengan siapapun.
__ADS_1
Malam indah yang hanya satu kali permainan itu siapa sangka akan langsung membuahkan hasil yaitu hadirnya Chia diantara mereka berdua. Tapi, tak adanya rasa cinta tetap tak bisa membuat hubungan mereka bertahan, ArXy sama sekali tak mengizinkan Starla untuk sedikit saja masuk kedalam hatinya. Ia semakin menutup dan tak merasa tak butuh saat keturunannya sudah lahir sebab itu alasan ia di nikahkan oleh Orang-tuanya.
Pikiran yang sedang melanglang buana itu kembali saat mendengar suara mantan istrinya setelah beberapa menit senyap sampai akhir berpikir baju apa yang dipakai Starla sampai selama itu.
"Cantiknya Mama udah sarapan belum?" tanya Starla.
"Belum, habis kuncil papa," jawab Chia.
Hampir tiga puluh manit, tak sekalipun Starla menanyakan ArXy sampai pria tersebut lebih mendekatkan posisi duduknya.
"Mama sarapan?"
"Mama udah masak?" tanyanya lagi saat ia sekilas melihat meja makan karna Starla sudah keluar dari kamar.
"Enggak, tadi Uncle Arlan yang bawain makanan, Chia mau sarapan disini gak?"
"Nda, takut Uncle temen Mama galak, Tante temen Papa kan galak," ucap Qia.
__ADS_1
Tak hanya ArXy yang kaget karna Starla dan Arlan yang ada di sana pun sama hal nya, sampai dia orang itu saling pandang terutama Starla yang seolah minta kejelasan siapa yang di maksud oleh Chia.
"Hem, Unclenya temrn Mama baik kok, Sayang. Chia jangan takut ya, Nanti kita pergi sama-sama gimana?" tawar Starla.
"Nda, Chia mahunya pergi sama Mama juga Papa aja," tolak Chia yang langsung membuat ArXy tertawa kecil.
Tapi tidak dengan Starla, wanita itu tak enak hati pada Arlan yang kini duduk di depannya. Pria itu sudah biasa membawakan kan makanan demi bisa menemani Starla.
Chia yang sudah di panggil oleh Amihnya pun mengakhiri sambungan telepon nya dan berjanji akan melakukan hal yang sama pada malam hari saat papanya pulang dari kantor.
"Kak, Kak Arlan tahu siapa yang di maksud tante galak oleh Chia? kok aku kesel dengernya ya. Siapa yang udah galakin Chiaku?" tanya Starla penasaran. sebagai ibu tentu ia tak terima jika ada yang menyakiti putrinya. Chia berkata seperti itu pasti ada alasan tersendiri.
"Hem, entah. Dua tahun terakhir aku masih bekerja dengan ArXy ia tak dekat dengan siapapun kecuali--," Arlan menggantung ucapannya yang membuat Starla penasaran.
.
.
__ADS_1
Kecuali siapa? Cacing Kremi..