
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Hatchi....
ArXy yang sedang menggelar meeting di Kantor langsung menjadi pusat perhatian orang orang di ruang rapat saat ia bersin secara tiba-tiba. Semua mata kini tertuju padanya karna ini sungguh di luar kebiasaan Sang Direktur Utama Rahardian Group, beruntungnya tak ada Tuan PresDir disana, karna jika Rain ada entah hukuman apa yang di berikan Sang pewaris itu padanya.
"Kenapa?" bisik Clarissa.
ArXy hanya menggelengkan kepalanya, ia juga bingung kenapa bisa ada kejadian memalukan ini sampai harus menjadi pusat perhatian dalam waktu beberapa detik.
Clarissa...
Wanita dewasa yang masih betah bekerja di Rahardian Group itu selalu ada di samping bos besarnya, itu tentu karna ia masih menjabat sebagai Asisten Pribadi DiRut. Ia yang sempat sakit parah kini sudah mulai pulih dan kemna bekerja dan itu semua berkat campur tangan ArXy.
Ia tak punya alasan profesional untuk memecat Clarissa karena kinerjanya bisa di acungi beberapa jempol selama ini.
Wanita itu memang masih sendiri, tapi bukan berarti ia kerap sering menggoda. Rasa sakitnya selama beberapa bulan terkapar di rumah sakit seolah menjadi teguran jika semua yang di inginkan tak selalu bisa di dapat kan, karna Tuhan kadang hanya memberikan apa yang di butuhkan.
__ADS_1
Dan Hampir satu jam, meeting pun selesai. Semua kembali pada pekerjaan masing-masing termasuk ArXy dan Clarissa yang langsung menuju ruang Direktur Utama termasuk dengan Sekertaris mereka.
"Mau pesan makan siang sekarang?" tawar Clarissa.
"Aku belum lapar, buatkan aku kopi saja," jawab ArXy yang kepalanya sedikit pusing.
"Hem, baiklah. Mau Cake?"
"Tidak, Terima kasih," tolaknya sambil menggeleng kan kepala lalu fokus lagi pada layar ponselnya karna memang sedang bertukar pesan dengan Starla.
.
.
.
Di jam yang sama, ArXy langsung membereskan semua pekerjaannya, ia akan bersiap untuk pulang karna katanya Chia masih merajuk padanya. Dan sebelum sampai ke rumah itulah ia mampir ke beberapa tempat yaitu ke toko, kue coklat dan permen tak lupa juga ArXy membelikan boneka baru untuk Chia agar tak mengusirnya nanti malam dari kamar.
__ADS_1
Ia yang sudah punya kamar sendiri nyatanya semakin menempel dan sulit untuk lepas dari Starla, meski ArXy sangat memaklumi tapi rasanya tetap saja gadis itu adalah saingan terberatnya.
ArXy turun dari mobil dengan begitu banyak tentengan di tangan kanan dan kiri hadiah untuk Chia, kali ini ia tak membelikan apapun untuk yang lain termasuk istrinya, ia hanya ingin Chia merasa kali ini di prioritaskan dan tuduhan penculikan mamanya bisa segera di selesai.
Namun, langkahnya terhenti saat ia melihat dua wanita tercintanya itu di ujung tangga dengan sebuah koper berukuran cukup besar.
"Ka--kalian mau kemana?" tanya ArXy kaget dan bingung.
.
.
.
Maaf ya Papa, Korban culiknya mau di amanin dulu, Ok
__ADS_1