Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Kembali ke Panti asuhan.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


ArXy yang tak tahu lagi harus bagaimana membujuk Chia hanya bisa menatap sendu putrinya. Rumah yang kosong tanpa ada sahutan salam dari dalam meski sudah berkali-kali membuat gadis kecil itu sangat kecewa. Hampir dua jam menunggu akhirnya mereka menyerah dan memutuskan untuk pulang


Dan kini, dua hari berlalu nyatanya rasa sedih itu masih di rasa oleh Chia.


Ia lebih memilih berguling-guling di ranjang di banding aktif bermain seperti biasanya. Dan itu membuat suasana rumah sedikit berbeda.


"Chia ikut Papa yuk ke kantor, " ajak ArXy yang masih berusaha mengembalikan senyum putrinya.


Jika saja yang di inginkan hanya sebatas mainan atau boneka, ia akan mudah mengabulkan tapi jika ingin Mama dan Onty peri tentu ArXy bingung sendiri.


Chia benar-benar kecewa karena salah satunya tak dapat ia temui, ia pikir tak apa tak bertemu dengan Onty perinya asal bisa mendapatkan pelukan dari sang Mama. Tapi kedatangannya justru tak di sambut oleh wanita yang sudah melahirkannya tersebut.


"Chia nda mahu ketemu tante galak, Chia pusing ketemunya nanya nanya telus," tolak nya halus dengan suara pelan.


KhayXyLa NauRahardian Wijaya itu hanya butuh pelukan hangat dan ciuman lembut bukan sekedar basa basi menawarkan ini dan itu, Chia tak ingin makan apapun karna semua makanan sudah ia cicipi, Chia tak butuh ice cream karna Papanya bisa beli dengan Pabriknya langsung jika ia mau, Chia juga tak butuh jalan-jalan karna itu hanya membuat ia lelah. Chia hanya ingin di manja, di perhatikan dan diajak bercanda. Dan Clarissa tak bisa melalukan itu. Ia hanya memberikan pertanyaan tanpa sebuah pelukan.


"Tapi Papa gak bisa tinggalin Chia kerja kalau kaya gini, ikut Papa sebentar ya nanti kita kerumah utama buat main sama kakak kembar," tawar ArXy lagi yang berharap anaknya mau menganggukan kepala.

__ADS_1


"Nda, Chia makin pusing ada kakak Lilin."


ArXy pun langsung membuang napas kasar, benar kata Chia, jika sedang pusing memang semakin pusing saat mendengar celoteh kuncen akherat.


"Ya sudah, Chia Papa tinggal kerja gak apa-apa ya, Nanti siang Papa pulang, kita main main," pamit ArXy yang di jawab anggukan kepala saja oleh putrinya.


ArXy mencium seluruh wajah Chia dan pergi dengan berat hati, seakan akan ada firasat tak beres tentang yang akan terjadi nanti dan ArXy tak tahu itu apa.


.


.


.


Sudah sejak kemarin, ia ingin mendatangi panti asuhan tapi justru ada saja kendala yang membuat wanita itu menunda niatnya tersebut.


Dan kini Starla nekat ke tempat itu meski seorang diri menaiki taksi, tak perduli jika nanti Arlan akan mencarinya. Hati dan tubunya seolah ada yang menarik untuk datang ke Panti asuhan itu lagi.


Di dalam mobil, ia terus gelisah tak jelas sampai tak terasa kendaraan itu sekarang sudah ada di depan bangunan yang ia tuju.

__ADS_1


Dengan cepat Starla turun setelah ia membayar ongkos perjalanan dan mengucapkan terimakasih.


"Assalamu'alaikum, Bu," sapa Starla yang tak menyangka akan bertemu Bu Hamidah di depan pintu panti asuhan.


Wanita itu nampak sangat kaget, namun setelahnya banyak mengucap syukur. Starla yang bingung sampai tak bisa berkata kata apalagi melihat Ibu yayasan itu rapih seperti mau pergi.


"Bu, ada apa?" tanya Starla.


"Ibu sudah menunggumu Nona dari kemarin-kemarin, dan Tuhan justru mendatangi Nona di waktu yang tepat."


"Ma--, maksud ibu apa?"


.


.


.


Mari ikut saya, Nona XyLa masuk rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2