
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Gini gini gimana, Sayang?" tanya Apih pura pura bingung, bukan keturunan gajah namanya jika otaknya tidak traveling. Akan ada udang di balik bakwan untuk kemesuman yang hakiki.
"Mahu cium cium Mama," sahut anak itu dengan wajah datar. Jika saja ia paham yang di hendak di lakukan papanya itu salah, pastilah Chia akan marah.
Tapi sayang, yang Chia tahu mereka itu adalah orang tuanya, papa dan mamanya seperti Amih juga Apih. Tentu Chia tak paham jika ArXy serta Starla adalah dua orang yang tak boleh bersentuhan secara berlebihan apapun alasannya.
"Oh, kaya gini?" tanya Apih yang malah mempraktekkan kepada istrinya.
Wajahnya Amih di tariknya sambil di ciumi bertubi-tubi sampai wanita paruh baya itu kesal sendiri, bagai menyelam minum air itulah yang di lakukan Baby Koala pada anak curut kesayangannya.
"Apih, apa-apaan sih?!" protes Amih yang malu dan kesal karna semua terjadi secara mendadak meski pun ini hanya candaan semata.
"Chia ceritanya cuma gini gini, ya aku gak ngerti lah, Mih. Aku cuma mau mastiin tebakanku ini benar atau salah," kata Apih penuh dengan kemudusan.
Chia yang terkekeh semakin tertawa saat melihat Amihnya merengut kesal sambil mencubit bibi pria tampannya itu.
Keseruan seperti ini awalnya tak jadi masalah dan justru jadi hiburan tersendiri bagi Chia. Tapi, semakin besar ia semakin berpikir dan bertanya-tanya kenapa papanya hanya seorang diri tanpa teman bercanda seperti Apih nya sampai ia mulai banyak bertanya
__ADS_1
'Apakah tak ada sosok Amih untuk Chia?'
.
.
.
Lain di kamar lain juga di ruang tengah lantai dua. Ada ArXy dan Starla disana sedang membuka apa yang mereka bawa dari rumah utama.
Ada begitu banyak bungkisan, dan juga makan serta cemilan serta tak ketinggalan permen coklat yang pasti akan di ambil semua oleh putri semata wayang mereka.
"Keluargamu banyak, aku pusing dan tak hapal sampai sekarang," kata Starla sambil mencicipi kue kering yang ternyata rasanya cukup asin dan gurih.
Starla menoleh sambil mengernyitkan dahi, benar juga kata pria itu. Semua yang sudah dapat kembar biasanya cukup sampai disitu saja, tak ada kembar lain atau anak lain yang lahir lagi.
"Loh, memang kenapa?" tanya Starla yang akhirnya penasaran.
"Mak othor nurut kata pemerintah, Cukup dua anak saja," Kekeh ArXy saat menjawab
__ADS_1
Starla tentu langsung mencibir, ArXy menjadi sangat receh akhir akhir ini sampai kadang ia bingung harus kesal atau gemas setelah dulu selalu di buat takut takut dan takut.
Tapi tak apa, Starla hargai semua jerih payah ArXy apapun yang mau ia lakukan demi membuatnya nyaman sesuai janji dan usahanya. Dan untuk nilai akhirnya ia tetap serahkan pada Tuhan Sang maha membolak balikan hati hamba-Nya.
"Kamu makan yang mana? aku minta satu." kata ArXy sambil menadahkan tangannya, sepertinya ia mulai penasaran dengan apa yang di makan mantan istrinya itu sejak tadi.
"Aku makan yang ini, rasanya asin gurih tapi enak," jawab Starla sambil memberikan satu pada ArXy tapi ia malah menolaknya.
"Aku gak suka asin, yang manis kaya coklat ada gak sih?" tanyanya sambil mencari cari sendiri.
"Ada," jawab Starla.
"Mana?" tanyanya lagi sambil menoleh.
.
.
.
__ADS_1
Janji Lelaki....