Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Kepala Beruang.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Lalu mau yang mana? apa selama kita bersama aku di izinkan tahu semua tentangnmu? jangan salahkan aku jika kini aku tak tahu apa-apa!"


"Oh, jadi sekarang kamu menyalahkan ku?"


Starla yang tak mau berdebat menaruh minuman yang masih di pegangnya itu keatas meja dengan sedikit keras. Sudah tanggung kesal di kagetkan dan kembali di salahkan tentu membuatnya jengah dan memilih keluar.


"Hey, mau kemana? aku belum selesai bicara!" teriak ArXy.


"Bicara sana sama TEMBOK!" jawab Starla ketus.


ArXy yang kesal di tinggalkan melempar semua bantal kecil di sofa, Starla benar-benar menjadi sosok yang menyebalkan dan ia harap tidak untuk di rindukan, semoga saja.


Ceklek


Pintu kamar di buka lagi oleh Starla yang kini masuk sambil menggandeng Chia. Tatapan keduanya pun langsung bertemu seakan saling mengintimidasi satu sama lain.


"Papa, Chia mau gulali, ayo beli," ajak Chia menarik tangan ArXy. Sedangkan Starla fokus pada area depan TV yang sangat berantakan padahal ia yakin dan ingat betul jika sebelumnya tak separah ini.


"Hey, kamu mau ikut gak?" tanya ArXy masih saja ketus.


"Aku punya nama, Kak." protes Starla yang tak suka di panggil Hay Hey terus oleh si pria galaknya itu.


ArXy hanya mencibir langsung menarik tangan wanita itu, Starla yang mau tak mau ikut melangkah juga terus melihat kearah tangannya.


.

__ADS_1


.


.


Starla yang tak tahu akan di bawa kemana hanya diam saja saat mobil melaju dengan kecepatan sedang. Chia yang berada di atas pengkuannya pun malah asik dengan boneka Barbie yang ia pegang.


"Janji sama Papa kalau beli gulalinya harus satu aja ya," ucap ArXy pada putrinya yang terlihat begitu menggemaskan saat rambut panjangnya itu di kuncir dua.


"Dua nda boleh?".


" No, Sayang, " tegas ArXy jelas menolak keinginan anaknya.


Chia yang merangut langsung memeluk mamanya, ia mengadukan ke jengkelannya tersebut penuh dengan drama kesedihan ala anak-anak.


Starla yang tak tahan dengan tawa lucu dan terharunya lekas menoleh kearah ArXy.


"Apa?" tanya Pria itu, ia tahu pastinya Starla akan meminta ia untuk menuruti maunya Chia.


"Hey, mana bisa begitu?" protes ArXy lagi.


Chia yang masih merajuk dalam dekapan mamanya hanya bisa mendengar orang tuanya yang berdebat kecil. ArXy si keras kepala tetap pada pilihannya yaitu hanya akan membelikan satu saja.


"Terserah, aku bisa beli sendiri."


Sampai di toko permen dan coklat, Chia turun lebih dulu dari mobil. Di tempat yang bagai surga untuk anak-anak itulah Chia mulai kalap mengambil apa yang ia suka, termasuk Gulali berwarna merah muda yang besar.


"Dua, papa." pinta Chia lagi.

__ADS_1


Starla yang sedang melihat lihat coklat kini memang sedikit jauh dari anak dan mantan suaminya berada jadi ia tak tahu apa yang sedang di bicarakan dua orang tersebut.


"Satu saja, Chia. Ini besar dan dan gak akan habis, Sayang," rayu ArXy lagi yang kini sudah berjongkok di hadapan putri kecilnya.


"Yang satu buat Mama."


"Mama bisa beli sendiri kalau mau," sahut ArXy lagi. Anak itu rewel sekali sekarang jika sudah menyangkut Mamanya.


"Napa, papa nda beliin?" tanyanya polos. Jangan tanya bagaimana isi kepala pria itu ya Bestie...


"Ya sudah, ambil dua. Dan berikan satu pada mamamu." ArXy kembali mengalah setelah membuang napas kasar.


"Papa aja kasih, napa suruh suruh Chia." protes gadis kecil berumur 4 tahun tersebut yang langsung lari untuk memilih cemilan yang lainnya.


Kini di tangan ArXy ada satu gulali berbentuk kepala beruang yang bulat, ia berjalan kearah Starla dan menyentuh bahunya agar wanita itu mau menoleh.


"Apa?" tanya Starla yang malah mencari sosok anaknya yang ternyata tak sedang bersama ArXy.


"Hey, tunggu dulu," cegah ArXy saat Starla hendak pergi.


"Apalagi sih?" Starla yang panik tak melihat Chia tentu ingin langsung mencari anak itu.


.


.


.

__ADS_1


Ini untukmu...



__ADS_2