
🍂🍂🍂🍂🍂
Tak ada siapapun di rumah milik Starla, membuat perasan wanita itu campur aduk luar biasa. Apalagi saat ArXy mengantarnya ke kamar mereka dulu. Tempat dimana kenangan terindah yang tak bisa keduanya lupakan seumur hidup itu terpampang jelasin di depan mata.
Ranjang yang masih terlihat kokoh dan rapih itu adalah saksi bisu dimana Starla dan ArXy melakukan kewajiban mereka layaknya suami istri untuk yang pertama dan terakhir, desah nikmat dan desisan perih yang tanpa di sangka justru menghadirkan Chia di tengah-tengah mereka saat ini.
Starla langsung memejamkan mata, dadanya bergemuruh hebat saat mengingat betapa dahsyatnya luapan hasrat saat sampai di puncak pelepasan, rasanya tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata apalagi itu terjadi sekali seumur hidupnya. Starla tak pernah mencoba mengulangnya meski mungkin ia bisa melakukannya sendiri. Beruntungnya ia bisa mengalihkannya ke hal yang jauh lebih membawanya kearah positif, entah itu menyibukkan diri atau sekedar jalan-jalan karna bagaimana pun ia wanita dewasa normal.
Dan, pergaulan yang baik dan sehat pun membuat ia bisa menjaga harga dirinya meski seorang Janda sampai detik ini.
"Kenapa? apa maksudnya membawa ku kemari?" gumam Starla sambil mengelus kasur dengan Sprei berawana putih itu.
Hatinya mencelos sedih apalagi ia mendadak takut jika ArXy justru ingin mengulangnya lagi malam ini seperti dulu.
Starla pun langsung beranjak dan mengunci kamar itu dengan segera. Jangan sampai hal yang tak di inginkan terjadi pada mereka mengingat keduanya bukan pasangan halal seperti dulu.
.
__ADS_1
.
Rasa lelah, sedih dan sedikit kacau semalam membuatnya tidur dengan sangat nyenyak hingga tak terasa pagi sudah jemputnya. Matahari yang nampak sudah sangat tinggi itupun mengagetka Starla yang masih bersembunyi di balik selimut.
"Jam berapa ini?!" Starla menoleh ke arah jam. dinding yang masih sama juga letaknya.
"Ya ampun, sudah lewat jam sarapan ternyata," gumamnya lagi.
Starla menurunkan satu kakinya dan bergegas ke kamar mandi. untuk membersihkan diri. Hari ini rasanya rencana yang sudah ia susun pun sedikit berantakan, termasuk sarapan bersama di luar karna nyatanya kini ia ada di rumahnya sendiri. Entah dengan ArXy yang ada dimana, mungkin pulang atau juga tidur di kamar lain karna tak ada pesan apapun juga dari pria tersebut. Biarlah, yang penting ia bisa tidur aman dan damai semalam.
"Mamaaaaaaaa," teriak Chia senang yang sedang duduk di kursi meja makan.
Starla yang tak percaya dengan kejutan paginya ini malah terdiam sejenak, dan setelah Chia mengulang panggilannya itu ia baru sadar ternyata anak gadisnya itu nyata didepan mata.
"Ya ampun sayangnya Mama, udah lama Nak?" tanya Starla sambil memeluk dan menciumi seluruh wajah cantik putrinya.
"Sudah dari pagi sama Papa," jawab anak itu yang seakan enggan melepas pelukan.
__ADS_1
"Dari pagi?" tanya Starla lagi yang di jawab anggukan kepala oleh Chia dan senyum dari mantan suaminya.
"Kak ArXy semalam pulang?" dengan kening sedikit mengernyit, Starla melempar pertanyaan lagi dan kini tentu untuk ArXy.
"Iya, kenapa?"
"Hem, gak apa-apa, kok." Starla terekekeh sendiri, konyol sekali ia semalam sampai menunduh papa nya Chia akan melakukan hal yang tidak tidak.
Padahal, saat jadi istrinya saja pria itu tak bernafsu padanya. Apalagi sekarang, jelas tak mungkin, bukan?
ArXy yang mendekat, langsung menarik pinggang ramping mantan istrinya, dengan rasa yang begejolak dalam dada pria itupun kembali berbisik yang akhirnya mampu membuat wanita yang sedang di peluknya lemas.
.
.
Tunggu aku bisa menghalalkanmu dulu, dan akan ku pastikan aku tak akan meninggalkanmu sendiri lagi disini..
__ADS_1