Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Rajukan Chia.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Satu minggu berlalu, Amih tetap tak tahu siapa Aunty peri yang di maksud oleh Chia meski sudah bertanya pada Bu Hamidah, Ibu yayasan itu bercerita jika wanita cantik tersebut tak menyebut kan nama dan juga asal atau tempat tinggalnya, ia memberi dengan rasa tulus tanpa berharap apapun kecuali doa agar semua yang di rencanakan berjalan lancar.


Sedangkan ArXy yang sibuk hanya iya iya saja dengan semua rajukan putrinya, ia yang pusing semakin di buat pusing dan puncaknya kini Chia benar-benar marah.


"Talau nda cali Onty Peli, ayo cali Mama Chia!"


"Sayang, kita bobo ya, papa capek, Nak," ragu ArXy yang memang baru pulang, biasanya lelah itu akan hilang saat melihat senyum sang putri tapi tidak malam ini, Chia marah sambil menangis sesegukan tak ingin di sentuh.


"Chia mahu bobo sama Onty peli, Chia mahu usap usap," rengek nya lagi yang menangis sambil terisak.


"Papa cari kemana, Amih aja gak tahu. Kan Chia udah dua kali ke panti tapi Onty gak ada kan?"

__ADS_1


Anak gadis malang itu mengangguk, ia memang dengar sendiri jika Bu Hamidah tak tahu sama sekali. semua begitu cepat dan tak di sangka pertemuan kilat itu justru melekat dan sampai membekas di hati KhayXyLa NauRahardian Wijaya.


"Besok cali sama Chia ya, Papa jangan kelja," mohon nya yang kini sudah melemah, bangun dan memeluk ArXy.


"Jangan besok ya, papa ada rapat penting. Lusa gimana? Papa janji, Ok" rayu ArXy yang benar-benar tak bisa jika harus meninggalkan pekerjaannya besok.


"Papa nda bohong? kita cali Onty peli sampai ketemu ya, kalau nda kita ke Mama Chia aja, Mama Chia sekolah dimana?" tanyanya yang kembali membuat otak ArXy rasanya mau pecah.


Chia yang mengangguk dalam pelukan papanya kini tak lagi meronta saat ArXy menggendong bocah tersebut menuju ranjang. Dibaringkannya Chia di tengah lalu di selimuti sebatas dada. ArXy memeluk tubuh mungil itu penuh kasih sayang sambil di usap seperti biasa dengan sesekali di cium juga pucuk kepalanya.


ArXy menarik napas dalam-dalam lalu di buangnya perlahan saat yakin Chia sudah terbuai mimpi. Ia kalah malam ini.


Ya, ArXy benar-benar kalah dan sepertinya ini sudah waktunya untuk ia menyerah, ternyata membesarkan anak seorang diri tak semudah yang ia pikirkan, saat waktu terus berjalan dan sang putri pun terus beranjak besar, Chia bukan lagi bayi yang bisa di bohongi dan ia juga bukan anak yang mudah lupa dengan satu janji yang sudah di sepakati bersama.

__ADS_1


Dulu, ArXy pikir ia bisa menjadi ayah dan ibu untuk putri tunggalnya. Pernikahan kembali hilang lagi dalam kamus hidupnya setelah ia rasa cukup tinggal berdua saja dengan Chia. ArXy yakin jika semua kasih sayang dan perhatian nya akan selalu cukup bagi sang anak tapi semua itu kini salah besar saat sosok ibunya mulai di pertanyakan.


"Mama Chia dimana?"


Satu pertanyaan itu sepertinya lupa di pikirkan oleh ArXy saat ia memutuskan untuk bercerai dari seorang wanita yang selama 9 bulan berjuang sendiri dalam merasakan nikmatnya mengandung keturunan Rahardian. Ia lupa jika nanti anaknya akan mencari sosok ibu sungguhan yang benar-benar miliknya seorang, karna sebaik apapun Amih sentuhannya tak akan pernah sama.


ArXy memang tak membenci sosok Starla, ia hanya tak siap untuk menikah dan punya istri, hidupnya cukup untuk dirinya sendiri, ia tak mau memberi perhatian dan juga di perhatikan, yang ia salahkan dari wanita itu, kenapa mau menerima permintaan orang tuanya, dan yang terparah ternyata Starla main hati padanya.


.


.


Tunggu kedatangan kami ya....

__ADS_1


__ADS_2