
🍂🍂🍂🍂🍂
ArXy, Heaven, Skala dan Rain kini sudah duduk bersama di kursi besi saling ber dempetan setelah Starla pamit untuk menghampiri Chia yang sedang bermain, wanita itu tak mungkin ikut bergabung karna tak begitu dekat serta malu.
"Itu beneran mantan bini lo, Dud?" tanya Heaven yang mulutnya 11 12 dengan ArXy tapi tidak saat bersama pasangannya.
"Hem, iya," sahut ArXy malu-malu.
"Jiah, ada tomat nemplok di pipi si Duda lapuk," timpal Skala sambil tertawa, tapi tidak dengan Rain yang malah kebingungan.
"Mana? Bum gak liat," kata Rain dengan polos Sangat menggemaskan tapi itu tidak bagi 3 sepupunya.
"Ibarat kata Tuan PresDir Rahardian Wijaya," jawab Skala gemas.
"Oh, kirain beneran. Pulang yuk, Bum kangen Rindu pengen peluk-peluk," ajaknya yang sudah mulai uring-uringan tak jelas.
__ADS_1
Diantara mereka berempat, Rain tetap pemegang tahta tertinggi suami terbucin, baru keluar 2 jam saja ia sudah tak kuat menahan rasa rindu pada sang istri. Saking bucin nya ia juga sampai terus menunda punya anak saking tak relanya untuk berbagi. Tiga sepupunya langsung mencibir karna ini memang hal biasa. Mereka ada di taman kota karna perintah nyonya besar Rahardian yang entah untuk apa.
"Rindunya lagi Ngempok Ngempok anaknya si Madu, dia gak butuh lo, Bum," ledek Heaven.
"Lah, bini lo juga bukan demen ngelus Si MariMar?" kini Skala yang menimpali.
"Berisik lo pada, pulang sana! ganggu orang lagi--," usir ArXy tapi tidak meneruskan ucapannya.
"Lagi apa?" tanya berbarengan si para keturunan keluarga konglomerat itu.
"Lagi--, lagi ngasuh si Chia lah."
Nostalgia, kata itu tak pernah ada bagi ArXy yang tak punya kenangan manis yang bisa membuat ia tersenyum lebar. Malam pertama saja hanya ada kata maaf dan terima kasih karna ia langsung tidur dan tak ingat apapun, padahal andai ia tahu jika di menit setelahnya wanita yang berbaring lemas memeluk bantal dalam keadaan polos itu menangis karna rasa sakit sebab ulahnya yang tak memberi ampun dalam melakukan penyatuan tubuh yang tiba-tiba tanpa menikmati menu pembuka lebih dulu.
"Cantik ya, Dud. Lo gak ajak balikan? lumayan lah dari pada lo lumutan kelamaan meluk guling," kata Heaven
__ADS_1
"Iya, kasihan Chia loh, kawin padahal enak tapi lo gak doyan, gue tuh rada rada suudzon gitu sama lo, Dud. Gak apa-apa ya, soalnya lo mencurigakan gitu gak doyan cewek," Timpal Skala dalam mode serius sampai ucapannya langsung meremat hati ArXy.
"Eh, sialan lo pada!" Protes sang Duda yang pasti di kira tak normal lagi sebagai pria dewasa.
"Berarti bukan gak kebagian otak doang ya, pas mak othor bagi bagi napsu juga si Duda gak ikutan," kekeh Rain yang mengundang gelak tawa semuanya.
"Iya, emang lo pada, napsu di borong semua!" sentak ArXy.
"Enak woooooooooy!" balas ketiganya tak mau kalah.
"Iya, apalagi kalo udah Nyeh uwa uwa," Kata Rain dengan bangganya, karna ia termasuk si mesum dari yang paling mesum.
"Nah, bocah aja doyan noh," timpal Heaven menunjuk kearah sepupu terkecilnya namun kedudukannya paling tinggi di perusahaan.
"Iyes, apalagi klo udah tembak menembak, dunia milik gue doang sama Qia, lo semua cuma numpang," ujar Skala yang sudah cinta mati pada sosok si gadis bawah pohon.
__ADS_1
ArXy pun diam sejenak, bukan tak ingin karna ia pun tentu punya hasrat hanya saja keinginan untuk tetap sendiri mengalahkan napsunya untuk merasakan lagi surga dunia yang banggakan oleh semua orang termasuk para sepupu mesumnya. Telinga ArXy kerap sekali panas dan ingin meledak saat tiga pria itu buka-bukaan tentang gaya ranjangan mereka padahal tanpa ArXy tahu itu sekedar memancingnya agar mau menikah lagi karna bukan hanya untuknya saja tapi juga untuk Chia.
Dan kini, saat semua keluarga tahu jika Starla kembali mereka pun tak tinggal diam, para sepupu mesum dan ajaib itupun diminta langsung oleh Tutut Jajah untuk jadi Kompor Meleduk..