
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Loh, mereka mau kemana?" tanya Apih saat melihat anak dan menantunya pergi, sebab ia pamit sebentar untuk mengangkat telepon setelah mencium dan memeluk Chia. Jadi, pria itu tak tahu dengan cerita tak masuk akal putra sulungnya.
"Mahu beli jagung," jawab Chia, bocah itu langsung merentangkan tangan minta untuk di gendong.
"Jagung? memang yang semalam habis?" tanya Apih, semalam ia dan istrinya memang menikmati jagung rebus berdua sambil menonton film.
"Ini beda jagungnya bagi Starla, kaya pepaya gantungmu tuh, Pih." kekeh Amih yang ikut masuk kedalam pelukan suaminya.
Kini, ada dua wanita cantik dalam pelukan Galaksi ArMiKha Rahardian Wijaya.
Pria paruh baya yang menyayangi istrinya sejak bayi hingga perasaan cinta muncul layaknya laki-laki pada wanita umumnya, bukan lagi antara adik kakak angkat.
"Padahal lagi banjir tuh," seru Amih, mereka sempat membahas itu di grup chat @PawangRahardian.
"Banjir kan intinya, tangan sama mulut masih bisa beraksi," ledek Apih yang mendapat cibiran.
"Omong apa sih? Chia gak ngerti," ucap Si gadis cantik yang membuat kakek neneknya itu langsung panik.
__ADS_1
Berhenti membicarakan hal-hal yang berbau mesum, pasangan itupun langsung membawa cucu mereka ke kamar untuk bermain atau apapun yang membuat anak itu anteng selama di tinggalkan orang tuanya.
Amih dan Apih termasuk orang yang sabar jika sedang mengasuh, mereka melimpahkan seluruh kasih sayang dan perhatian, jadi saat ArXy tumbuh menjadi sosok yang dingin dan menyebalkan tentu membuat mereka sedikit aneh dan bingung sendiri.
.
.
.
"Hotel?" tanya Starla saat mobil mewah milik suaminya itu masuk ke area gedung pencakar langit di pusat kota yang tak lain adalah milik keluarga Rahardian.
Starla hanya mencibir untuk menutupi rasa gugupnya, meski sudah pernah melakukannya tentu yang pertama terjadi secara mendadak dan di liat dugaan, entah ada angin apa pria itu menariknya ke kamar dan meminta haknya sebagai suami di layani, posisi Starla tentu sebagai istri yang mencintai, ia berikan segalanya bukan karena kewajiban semata tapi mahkota satu satunya.
ArXy memastikan mesin kendaraannya, ia menoleh kearah Starla yang menundukkan kepala.
"Kenapa?" tanya ArXy karna raut wajah istrinya berubah.
Starla menoleh lalu menggelengkan kepalanya, kedua pipinya merah merona menambah kecantikan seorang Nona Muda menantu Rahardian.
__ADS_1
"Senyum kamu, bikin aku makin gak tahan kan, kan, kan." ArXy langsung membuka seatbeltnya dan keluar dari mobil, sebelum masuk kedalam hotel ia lebih dulu membuka pintu bagian Starla, ia baru lakukan hal tersebut setahun belakanangan ini karna saat di pernikahan yang pertama jangan harap ArXy semanis ini.
Pihak hotel yang tahu dengan Kedatangan mereka tentu langsung di sembut dengan sangat baik, keduanya diantar ke lantai khusus kamar keluarga yang pastinya lebih mewah dari kamar yang ada di bangunan tinggi tersebut.
"Terimakasih," ucap ArXy, satu hal yang paling di kagumi dari keturunan Gajah yang tak lupa mengucapkan kalimat itu pada para bawahannya.
ArXy membawa masuk wanita halalnya, sudah banyak pikiran kotor yang berkecamuk di otak papa satu anak itu dari perjalanan hingga kini sudah sampai di tempat tujuan.
"Kita gak lama kan?" tanya Starla, belum apa-apa ia sudah ingat dengan Chia.
"Tergantung, seberapa lama aku betah di bukitmu selagi apem mu itu bocor, " jawab ArXy.
"Nanti Chia gimana?"
.
.
.
__ADS_1
Tenang, ponselmu dan ponselku sudah ku MATI kan..