
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Hari pernikahan Arlan pun tiba, Starla datang sebagai tamu biasa bersama ArXy dan Chia. Pesta yang di lakukan di out dor itu memang terkesan sangat kekeluargaan, semua berbaur menjadi satu termasuk pasangan pengantin yang bisa mengobrol dengan tamu tanpa teehalang oleh pelaminan besar. Arlan tersenyum lebar saat kedua matanya itu menagkap sosok Strala dengan pria yang menggandengnya tak lupa juga ada sosok malaikat kecil yang sepertinya terlihat senang.
"Selamat ya, semoga kalian bahagia," ucap Starla begitupun dengan ArXy.
Doa itu tentu di Aamiinkan oleh Arlan yang menggandeng tangan istrinya.
Arlan sengaja hanya mengundang Starla di acara resepsi, ia takut tak sanggup mengucapkan ijab kabul jika wanita kesayangannya itu datang dan melihat, karna pasti rasa gugupnya akan ribuan kali lipat dari yang biasa. Arlan tentu akan berusaha tetap waras di tengah rasa sesak yang ia rasakan, ia tak mau jadi anak durhaka dan kehilangan surganya jika sampai gagal menikah dengan wanita pilihan maminya itu.
"Cepatlah menyusul, dan berikan adik untuk Chia," goda Arlan yang hanya di balas senyum oleh Starla.
"Doakan saja, aku yakin kami akan bersama lagi," jawab ArXy.
Semakin sore ternyata semakin banyak juga tamu yang datang dan itu membuat ARlan beserta harus menyapa dan mengobrol dengan yang lainnya juga, sedangkan Starla dan Chia mulai sibuk berburu makanan yang tersedia di pesta itu, Tapi tidak dengan ArXy yang ternyata bertemu dengan beberapa rekan sesama pengusaha yang hanya sekeedar kenal maupun yang sudah pernah bekerja sama dengan perussahaan Rahardian Group. Starla yang mulai bosan dan juga tak nyaman karna sempat bertegur sapa dengan Mami langsung memberi kkode pada mantan suaminya itu untuk cepat pulang, dan bersykurnya Arlan cukup sigap dan mengajak Starla untuk pamitan.
.
.
"Nanti Mama harus lebih cantik dari onty rumah sakit ya," pinta Chia saat mereka sudah sampai rumah, ArXy langsung merebahkan diri di sofa sedangkan Starla dan Chia menikmati Pizza yang sempat di beli sebelum pulang.
"Hem, iya dong."
__ADS_1
Starla pun langsung menoleh ke arah ArXy dan ternyata pria itu sudah menutup matanya, tawaran Pizza pun di tolaknya padahal Starla sudah siap untuk menyuapi,.
Bingung?
Pasti, tapi ia tak mungkin bertanya saat ada Chia seperti ini. Keduanya baru bisa mengobrol tentang mereka jika anak itu sudah tidur.
"Sayang, sudah makannya ya, kita sikat gigi, cuci kaki dan tangan lalu ganti baju, Ok," titah Starla yang bersykurnya langsung di iyakan karna memang gadis kecil cantik itu tak tidur saat siang tadi.
Starla langsung menuntun Chia menuju kamarnya yang memang ada kamar mandi didalam. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian menjadi piyama, tuan putri Rahardian Wijaya itu bergegas naik ke atas ranjang di susul oleh mamanya juga.
"Mah, kapan mama pulang?" tanya Chia saat sudah masuk kedalam pelukan malaikat tak bersyapnya itu.
"Kan Mama udah pulang terus, atau Chia yang sudah sering kemari kan?" jawab Starla yang tak bosan memberi alasan yang sama.
"Bukan gini, Mama. Kan Chia mahu sekolah," ucapnya lagi yang kini sudah menampilkan wajah sedihnya.
Ia paham betul rasanya jadi anak itu, Chia sempai memohon untuk nanti di antar oleh Mama dan papanya saat pertama kali masuk, tapi Starla belum memberi jawaban.
"Ok, Chia bobo dulu ya, Minggu depan kita cari sekolah yang lebih bagus, Ok."
"Mang kemarin napa?" tanya Chia, seingatnya ia sudah memilih satu di antara tiga sekolah yang pernah di datangi beberapa waktu lalu.
"Chia mau yang itu aja?" tanya Starla memastikan lagi, sebab jarak dari rumahnya ke sekolah Chia cukup jauh, tak macet saja sudah memakan waktu hampir satu jam, lalu bagaimana jika macet dan tiba tiba ada perbaikan jalan? belum mengalami saja rasanya sudah mual duluan.
__ADS_1
Chia yang tadi hanya mengangguk perlahan tidur saat mamanya itu terus mengusap punggungnya yang berbalut piyama berwarna merah muda dengan motif bunga bunga kecil.
Dirasa sang buah hati sudah terbuai mimpi, Starla pun turun dari ranjang pelan pelan, setelah ia mengecup kening dan kedua pipi Chia yang bulat dan mulus. Tak lupa Starla pun membenarkan selimutnya sampai ke bagian dekat dada atas perut.
"Selamat tidur anak manis, Maaf kan Mama yang belum bisa membahagiakanmu, Nak." Starla yang matanya sudah berkaca-kaca langsung menahanya agar tak turun ke pipi.
Cek lek
Dengan langkah pelan, Starla keluar dari kamar menuju ruang tengah lagi dimana mantan suaminya berada dengan posisi yang ternyata masih, tidur berbaring dengan kedua matat terpejam tanpa bantal yang menyangga kepalanya.
"Kak ArXy, Kak ArXy kenapa?" tanya Starla, ia duduk di karpet sisi sofa dengan tangan menggoyang lengan pria itu berharap cepat bangun.
"Hem, kenapa?" tanyanya yang ternyata benar-benar tidur dan Starla menyesal sudah mengganggunya barusan.
"Maaf, aku kira Kak ArXy melamun," kata Starla sambil sedikit terkekeh karna merasa tak enak hati.
"Ngelamunnya kebablasan, jadinya tidur."
"Loh, kok bisa, memang lamunin apa?" tanya Starla.
.
.
__ADS_1
.
Ngelamunin si jagung di buka, di jilat terus di celupin..