Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Cinta dalam pernikahan..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kak--, kak ArXy," panggil Starla di jam tiga pagi.


Ia yang awalnya hanya haus ternyata malah tak bisa tidur lagi karena lapar, kandungan yang sudah masuk di usia tujuh bulan membuat ia serba salah saat tidur entah di siang atau malam.


Sedangkan suaminya yang selalu tidur di sofa tanpa selimut terlihat sangat nyenyak, entah


sesibuk apa pria tampan itu di kantor karna saat pulang ia pasti langsung bersiap untuk tidur.


"Kak, ArXy, aku lapar," ucapnya lagi yang kini susah berlutut serayar menggoyang sedikit lengan Si cinta pertamanya itu.


"Hem, apa sih?!" sentak ArXy, Starla yang kaget sampe merasa sangat menyesal. Itu bukan reflek tapi ArXy benar-benar marah padanya.


"Maaf,"


"Mau apa, hah?" tanya ArXy kesal sambil bangun dari baringnya. Sepertinya ia tak mendengar saat Starla bicara.


"Enggak, aku gak mau apa-apa, Maaf sudah mengganggumu," ucap Starla, ia memegang tepian sofa karna ArXy tak mungkin membantunya untuk bangun.


"Maaf, terus! tapi besok di ulang lagi bikin salah, bosan tau gak?!" teriak ArXy.


Starla yang sudah kembali ke ranjang langsung menyembunyikan wajahnya di bantal agar tangisnya tak terdengar, ia tak mau semakin menganggu pria itu istirahat karna suara isakan nya yang tak lagi kuat ia tahan, Starla hanya lapar, apapun akan ia makan saat ini asal bisa mengganjal perutnya saja. Biasanya selalu ada kue, puding, buah dan biskuit di lemari pendingin tapi sore tadi ia lupa tak membawanya dari dapur bersih dan untuk turun ke bawah rasanya ia tak berani sendiri.


.


.


.

__ADS_1


ArXy yang sudah bangun di jam biasa langsung membersihkan diri dan bersiap ke kantor. Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir seorang pewaris Rahardian group itu karna sudah dengan teganya membentak wanita yang selama 7 bulan ini berjuang sendiri mempertahankan anaknya.


Ya, andai pria tahu jika kadang Starla tak kuat dengan nyerinya, sakitnya dan panas di bagian punggung dan bawah perut, tapi ArXy tak pernah tahu, ArXy tak pernah bertanya keadaannya.


Tapi, saat ia baru saja ingin keluar dari kamar, ArXy malah kembali masuk karna Starla masih meringkuk diatas ranjangnya.


"Kenapa?"


"Gak apa-apa, Kak. Cuma pusing sedikit, nanti aku nyusul ke bawah," jawabnya dengan suara serak dan ArXy peka akan hal itu.


Starla tak ingin kedua mertuanya sadar dengan wajahnya yang pasti berantakan karna terus menangis semalam.


"Jangan siksa anakku dengan egomu. Paham?!"


Starla mengangguk meski anggukan itu tak dilihat oleh suaminya karna langsung pergi begitu saja.


7 bulan bersama dalam tali pernikahan ternyata tak membuat hati ArXy bisa atau mau membuka hatinya, padahal Starla sudah sangat baik terus belajar menjadi istri yang menyenangkan, begitu banyak contoh di depan matanya jadi tak sulit untuk Starla berubah jadi yang seharusnya suami butuhkan. Bahkan ia yang masih muda, cantik dan mulus sampai detik ini tak lagi di sentuh.


Atau karena ia anak seorang krimal hingga rasa itu berdampak padanya yang tak bisa memilih ingin menjadi anak siapa.


Disaat anak seusianya sedang menikmati hari harinya dengan bebas, Starla justru sibuk mengemis perhatian pada sosok yang harusnya menjadi pelindung, jangankan bahu untuk bersandar karna ibu jari pria itupun tak pernah menghapus air mata di wajahnya padahal tangisnya tak pernah karna orang lain selain ArXy yang betah sekali mengabaikannya.


.


.


.


"Huft." ArXy membuang napas kasar saat masuk kedalam ruangannya usai meeting bulanan yang menegangkan karna ada Apihnya juga tahu ikut memantau langsung hasil kerjanya.

__ADS_1


"Dia minta apa hari ini?" tanya ArXy pada Arlan, untuk menyebut nama istrinya saja terasa begitu malas untuknya.


"Sudah lebih dari satu minggu ini Nona muda tak minta apapun, Tuan," jawab Sang Asisten pribadi.


"Kenapa?"


Arlan mengernyit kan dahi, jika pria di depannya kini punya hati dan otak tentu tak akan pernah melayang kan kalimat Kenapa padanya yang jelas tak punya jawabannya.


"Saya tidak tahu, Tuan. Tuan bisa menanyakannya langsung pada Nona muda," sahut Arlan sambil menunduk. ia terpaksa mengatakan itu karna kasihan pada Si wanita malang yang tak jelas arah hidupnya akan di bawa oleh suaminya sendiri.


Sudah sejak awal, Arlan merangkap seperti menjadi suami siaga bagi Starla. Apapaun yang menantu Rahardian itu inginkan akan di penuhi oleh Arlan hingga dapat dan langsung di kirim.


Jadi, sedikit banyak Arlan tahu bagaimana Starla selama ini. Tapi ia tak bisa berbuat banyak kecuali memastikan wanita itu sehat dan kuat maksi rasanya hanya pura-pura.


"Bertanya padanya juga untuk apa," balas ArXy, bahkan napsu pun tak pernah ada dalam gejolak dadanya saking tak adanya cinta yang ia rasa.


"Kadang yang menurut kita sepele, belik tentu untuk orang lain, Tuan."


"Aku bosan dengan permintaan maafnya," cetus ArXy lagi.


"Itu karna ia takut dan tak nyaman dengan anda, Tuan," jawab Arlan sambil tersenyum.


ArXy langsung memicingkan mata. Tak ada satupun orang yang paham jadi dirinya yang harus melihat orang yang tak ia suka setiap bangun dan mau tidur itu sangat menyiksa.


Dan untuk melepaskan rasanya terlalu banyak yang harus ia pertimbangkan termasuk orang tua mereka yang pasti tak akan terima karna ada sudah ada anak di pernikahannya.


.


.

__ADS_1


Tuan... bisakah anda mencintai orang yang sudah anda nikahi?? karna menikahi orang yang di cintai itu harapan sedang mencintai orang yang dinikahi itu kewajiban...


__ADS_2