
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Malam ini, ArXy tumben sekali begitu akur dengan Chia, mungkin karena anak itu sedang tak fokus pada mamanya jadi tak memancing rasa kesal pria yang tak mau ada kalahnya tersebut.
Keduanya menggambar dan mewarnai tugas dari sekolah sambil sesekali bercanda, tak lupa kadang Chia juga mengomel saat ArXy menggoda atau menjahilinya. Nona muda Rahardian itu menggemaskan meski dalam hitung bulan nanti ia sudah menjadi siswi sekolah dasar.
"Pah," panggil Chia.
"Apa?"
"Chia kapan punya bayi?" tanyanya dengan tampang serius.
"Hem, kapan ya, tanya Mama gih," jawab ArXy yang malah melempar pertanyaan itu pada istrinya
"Mang Papa gak bikin? katanya bikin bayi berdua, mama dan papa," balasnya lagi yang kini membuat ArXy diam lalu tersenyum simpul.
"Do'ain ya, semoga Mama cepet hamil," kata ArXy sambil mengelus kepala putrinya.
Starla yang duduk bersandar sambil memainkan ponselnya memang sengaja tak mendekati anak dan suaminya di karpet depan TV, ia sedang memberi waktu pada mereka agar kembali lebih dekat karna akhir akhir ini prioritas Chia hanya padanya saja. Semua untuk Mama dan semua harus dengan Mama.
__ADS_1
Tapi, melihat keduanya sedikit serius Starla pun langsung menghampiri, ia ikut bergabung dengan duduk di sofa karna rasanya begitu dingin jika harus di karpet bulu. Ia tak demam tapi tubuhnya sedang merasa aneh sekali.
"Ngomongin apa?" tanya Starla.
Chia yang awalnya menoleh langsung memeluk Starla, ia tangkup wajah cantik mamanya meski terlihat sedikit pucat dan lemas.
"Mama, Chia kapan punya bayi?" gadis kecil itu balik bertanya.
Starla menoleh kearah suaminya yang datar tanpa ekspresi, keduanya bingung karna bayi bukan sebuah barang yang saat di inginkan bisa di beli saat itu juga.
Keduanya sudah berusaha tapi ternyata adonan Si jagung di dalam apem sobek belum juga berubah menjadi Kecebong keturunan baru Sang Gajah.
"Nanti ya, kan mama sama papa masih usaha kasih Chia dede bayi." hanya jawaban itu yang bisa di berikan oleh Starla pada putri semata wayangnya.
Tak ada penundaan, atau memakai apapun saat berhubungan, semua alami dan berjalan begitu saja bahkan jadwal kedatangan Si bulan tetap rutin di waktunya hanya kadang memang maju dan mundur beberapa hari tapi itu masih dalam batas normal.
"Bikinnya dimana? mau Chia bantuin?" tawarnya polos yang malah membuat ArXy tak kuat menahan tawa.
"Bantu doa aja ya, biar Papa yang usaha kerja keras sampai bercucuran keringat," sahut ArXy masih terkekeh namun ia langsung mendapat tatapan tajam dari istrinya.
__ADS_1
Chia yang paham tak paham hanya mengangguk pelan, ia yang sudah mengantuk pun meminta naik ke ranjang bersama mamanya, sedangkan ArXy membereskan semua yang berserak di atas meja, hingga semuanya sudah rapih ia pun segera menyusul anak dan istrinya tersebut.
Pelan-pelan ArXy menaiki ranjang, ia tidur di samping Starla lalu memeluk wanita itu dari belakang, keduanya masih diam sembari menunggu Chia mulai masuk kedalam alam mimpinya.
"Mah--," pengggil ArXy pelan karna tepat di telinga Sang istri.
"Hem, apa?"
"Bener kata Chia, kok belum ada bayi ya, jangan-jangan--," ArXy yang tak meneruskan perkataannya pun langsung membuat Starla takut.
"Jangan-jangan apa, Pah?"
.
.
.
Aku kebanyakan GAYA...
__ADS_1