Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Ngilu.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hari berganti, semua nampak normal seperti biasa saat Starla atau ArXy yang datang setiap akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama karna di hari hari biasa mereka cukup sibuk berkerja di kantor masing-masing.


Tak adakah kemajuan dalam hubungan mereka?


Ya, Starla masih maju mundur untuk menerima lamaran mantan suaminya yang entah sudah berapa kali, saat ia yakin untuk berkata IYA, justru ada saja yang mereka perdebatkan meski tak sampai bertengkar hebat tapi cukup menguras emosi karna disini ArXy yang akan mati-matian menahan amarahnya agar tak kebablasan, sebab takutnya bukan hanya ucapan yang menyakitkan tapi juga tangan yang melayang di tubuh wanita yang sedang di perjuangkan kehalalan nya itu.


Hampir satu tahun semenjak pertama bertemu lagi keduanya menjalin hubungan tetap hanya sebagai orang tua bagi Chia. Starla yang masih tinggal dan bekerja di kota x tetap menjalankan perannya sebagai seorang Sekertaris CEO.


"Datanglah, kamu tamu yang akan paling ku tunggu," ucap Arlan sambil menyodorkan sebuah kartu undangan pada Starla.


Posisi mereka memang masih di kantor bahkan di ruangan pria itu, tapi ini sudah di luar jam kerja jadi wajar jika Arlan bicara sebagai seorang teman. Tak ada jarak untuk mereka bersikap se profesional mungkin untuk sekarang.


Desas-desus pernikahan Sang CEO memang sudah santer terdengar di kantor hampir sebulan lalu, bahkan Starla juga ikut andil dalam hal tersebut karena ia yang mengatur jadwal kapan Arlan punya waktu luang, mulai dari pertemuan, lamaran hingga pernikahan yang akan di adakan pekan depan.


Apa Starla marah?


Tidak, dia justru bahagia karena bisa melihat Arlan berbakti pada maminya karna seperti yang ia katakan, sampai kapanpun Starla tak akan mengambil Arlan dari ibu kandungnya. Restu orang tua dalam rumah tangga adalah hal yang paling utama karna doa yang di panjatkan akan langsung di terima oleh Langit. Dan Arlan yang pasrah akan penolakan itu akhirnya menerima perjodohan yang dilakukan maminya.

__ADS_1


"Jangan lupakan aku sebagai pria yang mencintaimu ya," mohon Arlan, bahkan ia tak mampu menatap mata Starla saat ini.


"Hem, kamu yang terbaik. Aku tak akan lupa segalanya. Terimakasih atas semua waktu dan perhatianmu," balas Starla yang kini mulai terbiasa dengan pria tersebut.


Bukan karena ArXy atau Chia, karna ia ingin membantu Arlan keluar dari cinta bertepuk sebelah tangannya itu. Starla tak punya cinta untuknya, tak mungkin memaksa menggeser posisi ArXy dalam hatinya demi hubungan tanpa restu.


"Aku akan menikah, aku akan di miliki orang lain, entah seperti apa jarak yang harus ku berikan padamu," ucapnya lirih lagi.


Starla hanya tersenyum, ia tahu rasanya jadi Arlan. Mendamba cinta itu sulit, rasanya sakit dan Starla pernah ada di posisi itu. Sama seperti ArXy, pria itu pun dulu tak bisa sembarangan memberi hatinya meski Starla sudah mati-matian berusaha jadi yang baik dari yang terbaik.


"Jalani saja, semua akan biasa karna terbiasa."


"Lalu bagaimana hubunganmu dengan ArXy? masih sakit kah hatimu?" tanya Arlan memastikan hubungan Starla dengan mantan suami wanita itu.


.


.


.

__ADS_1


Starla pulang dengan mobilnya sendiri karena kini ia tak lagi di antar dan di jemput, bahkan untuk sarapan dan makan malam saja ia harus terbiasa sendiri tanpa teman lagi untuk sekedar mengobrol. Dan tanpa Starla sadar, ArXy yang peka hal tersebut semakin banyak meluangkan waktunya untuk ibu dari putrinya tersebut. Saat makan, ia dan Chia selalu melakuan Video call agar apa yang di makan Starla bisa habis tanpa terasa. Hal kecil yang sebenarnya justru ber efek besar bagi wanita cantik tersebut.


Seperti malam ini, Starla yang sebenarnya sudah sampai rumah dan malas makan akhirnya menyerah juga saat melihat Chia makan, ia terus di panas panasi oleh gadis kecilnya itu agar mau ikut makan juga. Ia yang tak berniat pun akhirnya luluh padahal tak ada apapun di dapur ketika telur.


"Telur mata sapi enak, Mah," kata Chia masih merayu.


"Tapi Mama cuma punya telur ayam," jawab Starla sambil terkekeh.


Keduanya pun berdebat masalah perteluran, sedangkan ArXy hanya mendengarkan tanpa ikut angkat bicara dalam obrolan dua wanita kesayangannya itu.


"Papa, apa diem aja?" tanya Chia bingung.


"Gak apa-apa," sahut ArXy.


"Kenapa iiiiiiih," paksa Chia yang malah penasaran.


"Kamu kenapa, Kak??" Starla pun iku bertanya.


.

__ADS_1


.


Kalian yang ngomongin telur, aku yang ngilu...


__ADS_2