
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ehem."
Deheman suara pria dibelakang Starla tentu membuat wanita itu sontak menoleh. Ada ArXy yang sedang menyandarkan bahunya di pintu kaca arah balkon.
"Kak ArXy, sejak kapan disitu?" tanya Starla kaget.
"Kamu nanya, hah?"
"Maaf, Kak." balasnya lagi tak enak hati.
"Kalo mau pacaran, yang jauh sana jangan depan orang, gak sopan!" cetusnya yang kemudian pergi.
Starla yang mendengar ocehan mantan suaminya pun bingung sendiri sambil mengusap tengkuknya yang seperti ada hawa dingin tak enak yang ia rasakan saat ini.
"Perasaan aku udah jauh, kan dia yang kesini nyamperin, kenapa marah-marah? Ya ampun, makin tua makin aneh," gumam Starla tak habis pikir.
Ia mengusap dadanya lalu menarik napas perlahan, dua hari disini rasanya akan berat ia jalani mengingat pria itu masih tak ada manis manisnya dalam bersikap, tetap galak dan seenaknya.
__ADS_1
ArXy yang kembali ke sofa terlihat sibuk mengganti Chanel TV, sedang Starla yang tak enak hati berada dalam kamar berdua saja dengan mantan suaminya memilih untuk keluar, tanpa bicara apapun ia lewat begitu saja di belakang ArXy.
"Mau kemana?"
"Aku--, Kak ArXy tanya aku mau kemana?" Starla yang kembali kaget langsung menghentikan langkahnya sembari menunjuk wajahnya dengan jari telunjuk.
"Kamu pikir ada manusia lain di kamar ini selain aku dan kamu? atau kamu kira aku tak waras sampai harus berbicara dengan boneka Chia, begitu?" Lagi-lagi pria itu mengomel sambil melempar asal mainan barbie anaknya, jika Chia melihat ia pasti akan sangat marah sekali pada papanya.
"Bu--bukan gitu, Kak. Aku cuma mau cari Chia," jawab Starla. Ia benar-benar bisa mati berdiri saking seringnya di kagetkan.
"Jangan ganggu dia bersama Amih dan Apih."
"Dia sudah pulang!"
"Hem, aku--, aku ambil minum ke dapur." Starla yang bingung sampai menggaruk kepalanya yang gak gatal.
"Buat apa ada lemari pendingin di kamar ini kalau harus susah-susah ke dapur? buang-buang waktu!" cetusnya lagi dan lagi hingga Starla ingin rasanya menelan pria itu hidup-hidup.
Starla membuang napas kasar, ia malangkah kesal kearah lemari pendingin yang memang ada sejak dulu namun nampaknya kali ini di kunci mungkin karna ada Chia, sebab isi benda kotak sebatas dada Starla itu adalah minuman soda dan kopi yang tak boleh di konsumsi anak anak.
__ADS_1
"Ambilkan juga satu untukku," titah ArXy saat baru saja Starla menutup pintu kulkas.
"Mau yang mana?" tanya Starla.
"Apa ada yang berubah dariku?" ArXy balik bertanya tanpa menoleh jadi ia tak tahu jika wanita cantik dengan tubuh yang kini tak lagi imut imut itu mengernyitkan dahi.
Ya, Starla yang kini berusia 23 tahun tentu berbeda dengan Starla yang dulu berusia 18 tahun. Jika dulu badannya kecil dan kusam karna pengaruh hormon hamil dan juga tekanan bathin tentu tidak setelah 4 tahun ia hidup bebas dan lepas, punya banyak teman yang cantik tentu membawa pengaruh baik juga untuknya yang perlahan paham cara mengurus diri.
Starla yang bingung malah mengambil satu minuman yang sama dengannya, ia berjalan kearah sofa kemudian menyodorkannya pada ArXy.
"Ini," ucap Starla, tangannya menggantung lama karna ArXy tak juga mengambilnya, ia justru menatap Starla dengan satu alis terangkat.
"Kenapa ini?" tanya ArXy.
.
.
Lalu mau yang mana? apa selama kita bersama aku di izinkan tahu semua tentangnmu? jangan salahkan aku jika kini aku tak tahu apa-apa!
__ADS_1