
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"La, kenapa?" tanya Mhiu tiba-tiba mengagetkan Starla, ia yang sedang sedikit melamun sampai terlonjak kaget.
"Enggak apa-apa, aku cuma liatin rak wajan ini aja," sahut Starla.
"Oh, ini semua punya Amma, masih rapih dan lengkap," jelas Mhiu.
"Enggak di pakai buat masak?" tanya Starla penasaran, ini juga pernah di tanyakan Mhiu dulu pada MiMoynya.
Mhiu menggelengkan kepalanya, ia paham betul apa yang kini ada di otak wanita itu tentang jejeran panci yang tertata rapih di rak kaca, jangan tanya umurnya karena butuh 40 hari 40 malam untuk menghitung silsilahnya. Ada bagian-bagian tertentu mana yang bisa di pakai dan hanya untuk di simpan menjadi pajangan karna rata-rata itu adalah barang limited edition yang hanya ada beberapa di dunia. Jika istri konglomerat yang lain suka mengoleksi tas dan barang mewah sebagainya tentu tidak bagi pawang gajah yang lebih suka berburu alat masak karna itu juga sebagian hobby nya. Semua itu menurun langsung pada cucu mantunya yaitu Mhiu sebab menantunya langsung kurang ahli dalam berperang dengan wajan dan spatula. MiMoy lebih senang bermain dengan pisau operasi karna ia memang seorang Dokter ahli bedah di rumah sakit miliknya sendiri hadiah mahar pernikahannya bersama Air Rameza Rahardian Wijaya, Si Buaya cengeng kesayangan Jan Hujan deres yang takut petir.
#Nostalgia..
__ADS_1
.
.
Tak sampai dua jam ketiganya pun pamit untuk pulang tentu dengan membawa sesuatu yang di berikan Mhiu untuk Amih, jika kalian ingat pasti tahu jika Amih adalah fans garis keras Tutut Marketuntut yang saat hamil ArXy dan XyRa inginnya cium cium ketiak pria tersebut.
"Hati-hati di jalan ya, sampaikan salam Mhiu untuk Amih kalian."
"Tentu, kami pulang dulu ya," Pamit ArXy dan Starla begitu pun dengan Chia.
ArXy yang membawa pemberian dari Mhiu di rumah utama di minta Amih untuk membawanya ke ruang tengah keluarga lantai atas karna itu adalah oleh oleh dari keluarga Pradipta yang katanya kemarin datang berkunjung, Amih dan Apih yang belum sempat ke Rumah utama akhirnya meminta ArXy untuk mengambilnya.
"Chia mana?" tanya Starla bingung saat sadar putrinya tak ada di dekatnya padahal mereka baru saja sampai.
__ADS_1
"Udah masuk duluan, udah naik juga keatas paling gangguin Apih di kamar. Amih susul sebentar ya," ucap wanita paruh baya itu yang langsung melangkah menuju tangga meninggal kan ArXy dan Starla yang masih di teras, terserahlah mereka berdua mau apa asal jangan melakukan di luar batas.
Cek lek
Amih membuka pintu kamarnya, dan benar saja jika cucu perempuannya itu kini sedang ada diatas ranjang bersama Apih nya. Chia terlihat sedang bercerita dan pria paruh baya itu hanya fokus mendengarkan.
Penasaran dengan apa yang di ceritakan Chia, Amih pun mendekat dan duduk di tepi ranjang. Dari yang ia tangkap dan dengar gadis kecil itu sedang bercerita tentang kedatangannya kerumah Starla tadi pagi untuk sarapan bersama, tapi sayangnya Sang Mama justru bangun terlambat.
"Terus papa gimana?" tanya Apih yang tak kuat menahan tawa mendengarkan semua cerita Chia yang cukup detail tersebut.
.
.
__ADS_1
Papa gini-gini ke Mama...