
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Duh, tuh bibir kalo lagi ngambek mirip Soang ya," ledek Starla yang kemudian mencium pipi ArXy.
Mendapat perlakuan manis dari sang istri bukannya bangun pria itu malah semakin merajuk, dan Starla yang mau beranjak dari duduknya langsung ditarik hingga jatuh ke ranjang.
"Mantep mantep yuk," bisik ArXy, ia mencium ceruk leher dan menyesapnya pelan karna untuk di bagian itu ia tak akan meninggalkan jejak apapun.
"Kak, bangun gak?!"
"Enggak, dilarang mengganggu yang lagi enak-enak," bisiknya lagi yang langsung memukuli punggung pria yang beberapa hari kemarin menghalalkannya.
"Kak, Chia nunggu dibawah mau sarapan, Ih."
"Aku juga mau sarapan, Ah." ArXy yang menggoda dia juga yang tertawa.
Di bawah kungkungan tubuh suaminya, Starla menatap ArXy dengan tatapan teduh yang membuat pria di atasnya itu salah tingkah.
__ADS_1
Ia memang paling tak kuat jika sudah di perhatikan oleh wanita kesayangannya tersebut karna rasa bersalah bertahun-tahun lalu seakan menari-nari di pelupuk matanya hingga menyebabkan perasaannya menjadi campural aduk tak karuan, mulai dari malu sampai takut untuk kehilangan lagi.
"Aku lebih suka diriku saat berdua denganmu," ucap ArXy sambil membelai pipi mulus bagai bakpao.
"Sejak kapan?" tanya Starla dengan mode sindiran.
"Sejak---, au ah." ArXy yang wajahnya memerah langsung bangun, pertanyaan yang sungguh sangat sulit di jawab karna rasa itu datang dengan tiba-tiba tanpa aba-aba.
Starla ikut bangun, ia peluk suaminya lalu meletakkan kepala di bahu kanan ArXy. Ini adalah hal pertama yang di lakukan wanita itu, jadi tak heran jika Sang Tuan Muda Rahardian mulai berdebar.
"Papanya Chia jangan marah-marah terus, inget umur ya, ganteng," rayunya sambil terkekeh.
"Hey, aku---, "
Cek lek
"Lama banget sih, perut Chia udah bunyi-bunyi nih."
__ADS_1
Rencana hari ini, usai makan siang ketiganya akan pergi ke butik untuk mengambil gaun untuk Chia, gadis kecil itu akan menjadi malaikat cantik di resepsi pernikahan orang tuanya lusa.
Rasa bahagia benar-benar sedang menyelimuti pasangan tersebut yang kini sudah saling mencintai dan memiliki seutuhnya. Jika dulu pernikahan tak pernah ada dalam List hidup ArXy, justru kini kebahagiaan istrinya adalah prioritas utama pria dewasa, tampan dan kaya raya.
"Gaunnya dua kan?" tanya Chia yang sudah tak sabar.
"Iya, Sayang. Warna putih dan merah muda," jawab Starla sambil mengelus kepala putrinya yang kini sedang duduk diatas pangkuan.
Pemandangan seperti itu sangat menenangkan bagi ArXy, melihat dua wanita kesayangannya bercanda dan bergurau adalah obat dari segala rasa yang alami.
"Nanti habis ambil Gaun ke rumah Amih ya," pinta Chia lagi yang langsung di iyakan oleh orang tuanya.
Dan hampir satu jam di butik, mereka pun memutuskan pulang ke kediaman Rahardian. Sudah ada Amih dan Apih yang menunggu disana saat tahu cucu kesayangan mereka akan pulang meski hanya beberapa jam saja. Dan itu bukan masalah besar asal pasangan paruh baya itu bisa memeluk dan mencium KhayXyLa NauRahardian Wijaya.
"Chia nanti sama Amih juga Apih ya," ucap ArXy yang mulai melayang kan modus recehnya.
"Mang apa? Mama sama Papa mahu mana?" tanya Chia yang langsung menatap bingung kedua orang tuanya secara bergantian. Dan bukan hanya Chia, Starla pun bersikap sama seperti putrinya.
__ADS_1
Mama mau angetin Si Jagung dulu sebentar...