Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Sepi...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Aku mencintaimu, mau kah kamu menikah denganku?"


Sebuah pengakuan cinta serta lamaran mendadak terlontar jelas dari bibir Arlan yang selama 5 tahun ada di samping Starla. Rasa kasihan itu berawal sejak pertama kali mereka bertemu, Arlan yang memberikan sapu tangan pada wanita itu entah kenapa ingin sekali melindunginya karna firasatnya sudah tak beres ketika Sang tuan muda memperlakukan calon istrinya itu dengan sangat tidak baik, seba baru pertama berjumpa saja Starla sudah di buat menitikan air mata.


Ditambah hari hari berikutnya yang ternyata jauh lebih parah, Arlan yang selalu di andalkan selama Nona muda itu hamil seolah memberi ruang untuk rasa perduli itu semakin besar dan mendarah daging hingga rasa nyaman tumbuh kemudian berakhir dengan cinta.


Bohong rasanya, 5 tahun sering bersama tapi tak ada perasaan apapun pada pria dewasa itu.


"Kak, ini bukan waktunya membahas tentang pernikahan," jawab Starla.


Bodoh juga rasanya jika ia tak peka dengan segala bentuk perhatian berlebihan Arlan, apalagi ia sering memberi kode-kode yang mengarah ke perasaannya itu sendiri. Tapi, Starla tak mau menanggapi, hatinya yang pecah menjadi beberapa bagian belum tersusun rapi menjadi satu kepingan yang siap di tinggali lagi oleh pria lain.


"Jawab dulu, aku tahu kamu paham perasaanku selama ini, jangan bilang aku terlalu baik dan tak pantas untuk mu, aku tak butuh kalimat klise itu."


"Lalu aku harus jawab apa?" tanya Starla yang justru berbarengan dengan satu tetes air mata di pipinya.


Arlan melepas cekalannya, ia mengubah sikapnya itu dengan memeluk Starla. Ia biarkan wanita hebatnya menangis tanpa membalas pelukan.


"Maaf, tapi aku hanya ingin memilikimu secara utuh, agar aku semakin punya alasan kenapa aku begitu takut kehilanganmu," ucap Arlan.


"Aku tak akan kemana-mana, Kak. Aku akan tetap jadi wanita yang selalu bergantung padamu," balas Starla.


"Teruslah merepotkanku, sampai aku satu-satunya yang bisa membuatmu bahagia."


Starla mengangguk dalam pelukan Arlan, se mandiri apapun ia selama 4 tahun ini nyatanya memang gadis itu tak lepas dari pantauan seorang mantan Asisten Direktur Utama Rahardian Group.


Dirasa sudah sangat tenang, mereka pun mengurai pelukan lalu keluar dari rumah. Seperti biasa, mobil Starla pemberian dari ArXy akan di tetap digarasi karna untuk ke bandara mereka cukup menggunakan taksi.


'Kenapa justru rasanya begitu berat?'


********

__ADS_1


Chia yang sudah bangun dari pagi tentu sangat senang, karna akan menjemput mamanya di kota X. ArXy mau tak mau meminta Tuan besar Rahardian untuk melacak keberadaan mantan istrinya tersebut. Tak sulit bagi Samudera melakukan pencarian karna hanya dalam hitungan jam semua info bisa ia dapatkan dari orang-orang yang jelas ia sangat percaya.


ArXy tersenyum saat melihat putri semata wayangnya itu bingung sendiri akan memakai baju apa saat pergi siang nanti. Siapapun akan gemas jika melihat Sang tuan putri.


"Kalau sudah ketemu Mama, jangan tanya Onty peri lagi ya," pesan ArXy, mempertemukan Chia dan Starla jauh lebih mudah dibanding dengan wanita misterius di panti asuhan.


"Tapi Mama benelan kan mahu ketemu sama Chia?" tanya gadis itu yang mendadak takut dan ragu.


"Pasti dong, Mama pasti seneng bisa ketemu Chia," jawab ArXy yang langsung membesarkan hati anaknya.


ArXy memang hanya meminta alamat Starla di kota X, tak ada hal lain yang ingin ia tahu karna dalam hatinya tak pernah terbersit nama itu.


No! sepertinya yang tepat mungkin belum ada nama itu karna ia tak pernah tahu apa yang akan terjadi padanya saat berhadapan lagi dengan wanita yang sudah menikmati Si jagung berbulu hitam miliknya tersebut.


Siang yang di tunggu Chia pun datang, mereka sudah bersiap berangkat ke tempat tinggal Starla selama 4 tahun belakangan ini usai bercerai dan menyandang status janda muda.


Chia yang begitu antusias langsung berpamitan pada Amih dan Apihnya, pasangan itu begitu senang karna ArXy sedikit mau menekan egonya demi kebahagiaan Chia, Syukur-syukur ArXy bisa membawa menantunya kembali.


"Okeeh," sahut Chia sambil mengacungkan kedua jari jempolnya.


"Jaga sikap dan ucapannmu saat bertemu Starla, jangan terus sakiti hatinya dengan sikap dingin dan ketusmu itu, mengalah lah sedikit demi Chia," ujar Apih penuh penekanan, ia yang begitu meratukan istrinya sampai bingung saat tahu bagaimana ArXy selama setahun kemarin menjadi sosok suami bagi gadis pilihannya tersebut.


"Hem, iya, Pih, tapi--,"


Plaaaak...


"Awas kamu kalau macam macam, Amih mending ngurus Si MariMar di banding kamu!" ancam Amih dengan sorot mata yang cukup tajam.


"Iya, iya!" Jawab ArXy, belum juga ia selesai bicara, justru ia malah di pukul dan di ancam sampai membawa seekor ular besar kesayangan Heaven, sepupunya.


.


.

__ADS_1


.


Perjalan yang cukup memakan waktu itu akhirnya sampai, ArXy dan Chia kini tinggal melanjutkan kearah perumahan biasa yang katanya itu adalah tempat tinggal Starla selama ini.


"Pah, Mama cantik nda?" tanya Chia.


ArXy hanya tersenyum simpul, tak ada kenangan manis tentang mantan istrinya membuat ia bingung untuk menjawab.


"Cantik, mirip Chia," sahut ArXy, padahal ia lupa dengan wajah Starla karna tak pernah ia perhatikan meski satu tahun tinggal satu kamar.


"Hem, kaya Onty peli gak ya?" gumam Chia yang langsung terkekeh sendiri.


Anak itu terus berceloteh, dan ArXy tahu jika Chia sedang menutupi rasa gugupnya saat ini. Kasihan memang, semoga setelah ini ArXy sadar jika peran orang tua penting bagi tumbuh kembang anak, bukan hanya satu peran saja.


"Sudah sampai, Tuan."


"Iya, terima kasih, Pak."


ArXy turun lebih dulu dari kendaraan yang mengantarnya sampai tepat di depan rumah Starla. Ia tersenyum saat melihat mobil pemberiannya ada disana terparkir rapih.


"Ini rumah Mama?" tanya Chia, ia mendongak dengan tangan kanan di gandeng oleh ArXy.


"Iya, ini rumah mamanya Chia," jawab ArXy, ia tersenyum saat melihat Chia begitu senangnya.


ArXy membawa masuk Chia sampai akhirnya mereka kini sudah tepat berdiri di depan pintu dan jendela yang tertutup rapat.


.


.


.


Assalamu'alaikum, Mama.. Chia datang!

__ADS_1


__ADS_2