Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Season 2# 27


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Aku lebih suka kemasannya sekarang," jawab ArXy sambil tersenyum menggoda.


"Oh, berarti besok-besok beli sapinya langsung, nyusu lah kamu sana puas puas," oceh Starla yang kini pikirannya hanya berpusat pada Chia yang belum juga turun.


Wanita itu takut putri kesayangannya tersebut benar-benar marah karena sudah di tinggalkan, ia tak ingin di bilang ingkar janji karena sudah turun dari ranjang diam-diam dan yang terparah ia malah tertidur di kamar lain.


ArXy yang tahu jika istrinya sedang gelisah terus menggoda tapi Starla sama sekali tak perduli karna ia masih menunggu Chia datang.


Dan, baru saja Starla bergegas ingin bangun, nyatanya yang di tunggu pun datang. Gadis cantik yang ternyata sudah di mandikan oleh Amih itu di gendong tanpa senyum oleh Apihnya.


"Turun yuk, sarapan sama Mama," ajak Starla yang meraih tubuh putrinya dari gendongan Sang Ayah mertua.


Chia di duduk kan di kursinya, mulai di siapkan sarapan seperti biasa oleh Starla, ia yang ingin menebus kesalahannya semalam hanya memfokuskan perhatian pada putri semata wayangnya tersebut.


"Satu lagi, sarapannya belum habis, Sayang."


"Udah Mama, Chia kenyang," tolak Si anak manis sambil menggelengkan kepala.


Tak ingin Chia semakin merajuk, Starla pun mengalah, padahal biasanya ia selalu menghabiskan apa yang sudah terisi di piringnya.

__ADS_1


Sarapan selesai, kini ArXy dan Apih pun pamit untuk ke kantor kepada para wanitanya.


"Hati-hati di jalan ya," pesan Amih pada putra dan suami tercintanya itu, meski sama-sama berangkat tapi mereka memiliki perusahaannya masing-masing.


.


.


.


Sepeninggalnya ArXy, Starla mulai mendekati Chia lagi dan untungnya Amih paham jadi ia sedikit menghindar dari cucunya agar Chia mau mendengar penjelasan dari mamanya.


"Mama minta maaf, boleh?"


"Wah, sayang sekali," balas Starla memasang wajah sedih.


Meski ia adalah seorang ibu, Starla tak malu dan segan meminta maaf pada putrinya jika ia memang merasa berbuat salah dan sudah mengecewakan. Tak ada kata ibu selalu benar dalam kamus hidup wanita itu.


"Besok aja minta maafnya, sekarang Chia masih mau marah dulu."


"Lama banget kalau nunggu besok, tuker sama ice cream, mau?" tawar Starla, sebagai anak tunggal yang manja tentu sedikit sulit merayunya.

__ADS_1


"Nda!" tolak nya cepat, tapi tentu hanya di bibir saja, karna dalam hatinya ia juga ingin menikmati makanan Favoritnya tersebut.


"Yakin? padahal Mama mau ajak beli loh, tapi kalau Chia gak mau ya udah, warnain aja sampai selesai. Mama gak akan ganggu," ujatr Starla yang pasrah walau itu hanya pura-pura.


"Koko gitu?"


"Kan Chia masih marah, kalau marah gak dapat Ice cream," kata Starla lagi.


KhayXyLa NauRahardian Wijaya pun diam sejenak, ia nampak berpikir beberapa menit sebelum akhirnya menjatuh pilihan.


Ia yang semakin pintar tentu sudah bisa di ajak bernegosiasi dengan berbagai cara yang bisa saling menguntungkan.


"Bagaimana? kalau mau Ice cream berarti mau maafin Mama, jangan marah-marah lagi sama Mama, Ok," kata Starla sambil tersenyum menunggu jawaban.


.


.


.


"Ok, Iyaaaaa, Chia Maafin deh, tapi hari ini sampai besok, besok, besok, besok nya lagi kita nginep di rumah Onty XyRa jangan ajak ajak Papa yaa,"

__ADS_1



__ADS_2