Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Seorang Janda.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Segala macam rayuan sudah di lakukan Starla dan ArXy pada Chia, agar anak itu mau lepas dari pelukan mamanya. Usai sarapan pagi tadi Starla mau tak mau memberanikan diri untuk izin pulang lagi ke kota X. Tak ada jawaban apapun dari Chia, anak itu langsung menangis sambil terus menggelengkan kepala tanda tak mau di tinggalkan.


"Nanti Chia kesana di antar papa, Ok."


"Nda, Chia mahu mama yang sini. Di sana ada Uncle rumah sakit, Chia nda suka."


"Gak baik bicara gitu, Sayang. Chia sama Uncle kan belum main sama-sama, Uncle baik kok," rayu Starla lagi.


"Nda! Uncle itu kaya tante galak."


Starla menarik napas dan membuangnya perlahan, ia melirik kearah ArXy yang sepertinya sudah enggan ikut merayu putri mereka lagi. Ia biarkan saja Chia terus menangis dalam pelukan mamanya hingga Starla rasanya ingin memaki pria tersebut.


"Ok, nanti mama kesini lagi, tapi sekarang Mama pulang dulu."


"Kapan lagi sini sininya?" tanya Chia di sela isak tangisnya itu.


Starla kembali diam, dari yang Arlan katakan ia sudah di tunggu oleh pekerjaan yang menumpuk, sulit rasanya untuk menjanjikan kapan bisa kembali ke ibu kota untuk memeluk Chia sedang anak itu enggan kesana.


"Kapan, Mama?" Chia mengulang pertanyaan yang membuat Starla hanya bisa memeluk anak gadisnya tersebut.


"Nanti setelah pekerjaan Mama selesai ya," jawab Starla lagi agar Chia sedikit tenang.


.


.


Dengan banyaknya negoisasi dan janji janji manis saat kelak bertemu nanti akhirnya Chia mau juga melepaskan Starla untuk pulang ke kota X dengan syarat ikut mengantar ke bandara meski sebenarnya Starla tak setuju sebab akan membuatnya semakin berat meninggalkan Chia dan ujung-ujungnya ia pasti akan menangis selama di pesawat nanti hingga sampai kerumah.


"Mama gak boleh bobo dulu ya kalau Chia belum telepon," pesan anak itu yang ternyata masih saja mengungkit kejadian dimana bukan mamanya yang mengangkat telepon hingga menimbulkan salah paham di antara ibu dan anak tersebut. Tapi, hikmahnya justru mereka bisa bersama selama hampir satu pekan meski Starla harus nekat meninggalkan pekerjaannya.

__ADS_1


"Iya, Sayang. Chia janji jangan nakal ya sama Papa, Amih juga Apih."


"Iya, nanti sama-sama lagi ya," harap Chia yang kali ini membuat Starla dan ArXy mencelos hatinya.


Keduanya berpelukan erat, saling menciumi wajah dan menatap lekat padahal mereka sedang mati-matian menahan air mata agar tak sampai menangis karna sudah berjanji untuk bertemu lagi.


Starla bangun dari jongkoknya, kini saatnya ia pamit pada mantan suaminya yang kadang bingung harus berkata apalagi karna kalimat perpisahan mereka selalu sama yaitu menitipkan Chia.


"Aku pulang ya."


"Hem, hati-hati dan kabari aku jika sudah sampai," pinta ArXy yang hanya di balas senyum dan anggukan kepala pelan.


"Tentu."


"Boleh aku memelukmu?" izin ArXy sambil mengusap tengkuknya sendiri.


Tanpa menjawab Starla langsung berhambur memeluk pria tinggi, dewasa dan tampan tersebut, dan itu membuat perasaan ArXy sulit di gambarkan senangnya. Ibarat begitu banyak kupu-kupu yang kini menyeruak dari dalam perutnya.


Starla hanya mengangguk, ia dengan cepat melepas pelukannya karna ia menganggap ini hanya sebagai tanda perpisahan biasa untuknya dan papa dari anaknya saja.


.


.


.


Kepulangan Starla kali ini tak di jemput oleh Arlan, tapi ia sudah menyuruh supir untuk menunggu di bandara satu jam sebelum wanita itu sampai.


Starla yang sudah tahu siapa yang menunggunya tentu tak sulit menemukan si pak supir yang memang suruhan dari kantor. Starla yang sampai di waktu siang menuju sore meminta mampir sebentar ke salah satu resto untuk mengisi perutnya yang terasa lapar karna ia hanya menikmati sarapan di kediaman Rahardian pagi tadi.


"Bapak balik kantor aja, saya nanti pulang sendiri," titah Starla.

__ADS_1


"Jangan, Non. Nanti saya kena marah Tuan Arlan kalau tahu Nona pulang sendiri," Tolak Pak supir.


"Dia gak tahu kalau bapak gak bilang," Sahut Starla sambil terkekeh.


Pak supir yang sebenarnya ragu mau tak mau akhirnya menurut untuk kembali ke kantor setelah di yakinkan jika Starla yang akan bertanggung jawab jika sampai pria itu di marahi Arlan nanti.


Starla turun dari mobil kantor dan langsung masuk kedalam Resto, disana ia memilih meja yang hanya ada dua kursi mengingat ia hanya seorang diri. Niatnya pun hanya makan dan bersantai sejenak karna jika sudah di rumah pikirannya akan kemana-mana jika tidak langsung menyibukkan diri.


Starla yang sudah memesan makanan pada pelayan tinggal menunggu hidangan nikmat itu datang, dan sambil menunggu itu juga Starla mengirim beberapa pesan untuk Chia melalui ponsel ArXy. Andai anak itu punya ponsel sendiri mungkin tak akan serumit ini hingga harus melalui mantan suaminya lebih dulu. Karna biasanya Chia akan membalas lewat Voice Note dan itu adalah bagian kesukaan Starla karna bisa mendengar suara sang buah hati tersayang. Ia akan terus memutarnya berkali-kali hingga bosan sendiri.


"Starla, kamu. Starla kan?" tanya seorang wanita paruh baya dengan gaya sosialitanya.


"Hem, iya," sahut Starla dengan kedua alis saling bertautan, ia nampak sedang berpikir keras mengingat siapa yang kini ada di depannya.


"Tak di sangka bertemu denganmu disini, boleh saya duduk?"


"Ah, silahkan, Tante," jawab Starla sambil bangun dan mempersilahkan wanita itu dudukdi depannya.


"Saya harap kamu masih bisa ingat saya, malas rasanya memperkenalkan diri lagi."


"Iya, Tante. Saya ingat, Tante apa kabar? Kak Arlan sepertinya lupa bercerita padaku jika mamanya datang kemari," ucap Starla basa basi karna ia bingung harus bicara apa sebab pertemuan pertama mereka dua tahun lalu meninggalkan kesan buruk yang sejujurnya sangat membekas di hati Starla.


"Untuk apa Arlan cerita padamu? memang kamu siapa yang harus tahu semua tentang putraku?" sindir wanita itu lagi dengan tatapan merendahkannya sama seperti dulu.


"Kami teman baik, Tante. Bertukar cerita sudah biasa bagi kami, tak lebih dari itu," jelas Starla, rasa laparnya kini berganti dengan rasa mual luar biasa.


"Baguslah jika kalian tetap berteman, jangan pernah lebih dari itu, karna--,"


.


.

__ADS_1


Karna wanita di depan Anda ini seorang Janda beranak satu yang di cerai suaminya usai melahirkan, begitu maksudnya??


__ADS_2