Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Pria Simpanan Istri Mafia #18


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Dengan rasa berani, Chio menaikan dagu Zevanya yang akhirnya membuat kedua mata insan manusia itu bertemu saling tatap, entah sudah berapa lama keduanya hanya diam menikmati rasa yang bergejolak dalam hati masing-masing.


"Boleh aku bertanya padamu?"


Zevanya yang mengangguk kan kepala membuat Chio tersenyum kecil, apa pun jawaban gadis di depannya ia sudah siap yang penting rasa penasarannya musnah untuk saat ini.


"Apa--, apa yang ingin kamu tanya kan?" Zevanya yang hatinya berdebar hebat serasa ingin tenggelam ke dasar laut karna saking dekatnya dengan seorang pria asing.


"Dimana rumahmu?"


"Aku--, tinggal di bagian barat," jawab Zevanya yang mulai merasa takut, sebagai wanita rasanya wajar jika ia mulai berpikir yang macam macam.


"Sudah lama? atau kamu justru pindahan dari kota lain?" tanya Chio lagi.


Zevanya yang mendengar pertanyaan Chio pun langsung mengernyit kan dahi, rasa berdebar malu itu kini berubah jadi takut hingga ia langsung menunduk, bahkan saat Chio berusaha menaikan lagi dagunya, Zevanya langsung menepis.

__ADS_1


"Kenapa? aku bertanya padamu," kata Chio yang aneh dengan perubahan sikap gadis di depannya saat ini.


"Aku mau turun, ini sudah sangat terlambat," ucap Zevanya sambil ingin membuka pintu, namun di tahan oleh Chio dengan cara di cekal tangannya.


"Diam! jawab dulu pertanyaanku. Baru bisa keluar," tegas Chio, tatapan matanya yang teduh kini berubah seolah tak ingin di bantah.


Zevanya menggeleng kan kepala, ia tak ingin dan tak mungkin memberi tahu tentang dirinya pada Chio yang bukan siapa siapa. Ia yang memaksa tetap di tahan untuk tinggal di dalam mobil.


"Katakan dulu, aku hanya ingin memastikan jika kamu gadis di malam itu," ujar Chio penuh penekanan.


Entah kenapa bayangan insiden lebih dari 5 tahun lalu terlintas di benak Zevanya. Ia tentu sangat ingat kejadian itu karna satu-satunya kenangan manis yang ia miliki.


"Ma--maksudmu apa?" tanya Zevanya.


Chio menarik napas berat dan ia buang secara perlahan. Meski semua tersusun rapih dalam otaknya, tapi ia bingung harus mulai dari mana bercerita dengan Zevanya yang entah kenapa Chio malah merasa yakin ia adalah gadis yang sama saat malam itu.


"Namanya juga Zevanya, ia gadis belia yang tak sengaja ku tabrak, meski tak semua salahku, karna ia juga melamun saat itu. Kejadiannya sudah lama sekali tapi tak pernah bisa ku lupakan hingga saat ini. Dan kamu--, kamu membuatku penasaran, Ze."

__ADS_1


Chio yang mulai bercerita sambil membuang napas pelan masih di dengar dengan sangat baik oleh Zevanya tanpa ada niatan memotong kalimat demi kalimat yang terlontar dari si pria tampan anak pemilik tempat ia Kursus beberapa waktu ini.


"Apa dia terluka saat itu?" tanya Zevanya yang akhirnya buka suara karna ia pun turut penasaran.


"Bagian kakinya terdapat banyak luka goresan, tapi entah lah aku tak bisa memperhatikan nya dengan sangat jelas bahkan wajah nya pun aku tak begitu bisa melihat nya," jelas Chio, andai ia bisa lebih lama lagi saat di tempat kejadian, mungkin rasa sesal nya tak akan sehebat ini.


"Lantas, apa yang ingin kamu lakukan jika bertemu gadis itu?"


"Aku hanya ingin menebus salahku, aku ingin bertanggung jawab atas semua kelalaianku, karna dengsn bodohnya aku hanya--,"


.


.


.


Hanya memberi kalung ini maksudmu?

__ADS_1


__ADS_2