Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
SAH


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Satu bulan yang di janjikan Starla pun kini sudah tiba saatnya. Ia yang sedang duduk di teras rumahnya langsung merentangkan tangan saat malaikat kecilnya itu datang bersama dengan ArXy. Mereka sepertinya sudah sangat antusias membawa wanita itu pulang hari ini.


"Kangen Mama," ucap Chia setelah ia mengurai pelukan.


"Sama, kangen juga nih," kekeh ArXy yang ikut ikutan seperti putri mereka.


Starla mencubit dada pria itu sampai ArXy meringis kesakitan, tapi itu semua tak ia rasakan jika mengingat keduanya kini sedang menuju halal.


"Sudah semua?" tanya ArXy.


"Sudah, aku cuma bawa barangku yang penting saja, baju dan beberapa untuk pekerjaanku," jawab Starla yang memanhg sudah rapih dan siap untuk berangkat.


Pasangan itu sudah sepakat akan memberikan rumah yang di huni Starla selama ini pada keluarga yang benar benar membutuhkan tempat tinggal. Suatu niat yang baik mengingat tentu mereka adalah orang yang sudah sangat berkecukupan. Satu rumah sebesar itu saja tak akan membuat keluarga Rahardian Miskin jsutru mereka akan bertambah kaya raya dengan bersedekah seperti ini.


Rumah yang sudah di kunci pun kini siap di tinggalkan, ketiganya langsung masuk kedalam mobil tanpa mampir lebih dulu, begitulah rencana awalnya.


Sebelum pulang ke ibu kota, mereka mampir sebentar ke resto untuk mengisi perut, kasihan juga pada Chia yang baru turun dari pesawat dan tak mungkin rasanya harus naik lagi, lagipula mereka pun tak dikejar waktu, kapanpun sampai disana tentu tak masalah.


"Jujur, aku tak percaya Arlan akan melepasmu begitu saja, tak mudah pastinya mengizinkanmu Risegn kan?" tanya ArXy.


Starla pun hanya mengangguk, berat juga sebenarnya bagi dia meninggalkan pekerjaan yang tentu semua orang inginkan. Satu tahun sudah banyak memberinya pelajaran atas apa yang sudah ia perjuangkan. Setidaknya kuliah 4 tahunnya dulu tak sia-sia, ada bekas yang tertinggal dalam catatan hidupnya meski bukan dari goresan tinta emas.


Jika tak ingat Chia, mungkin jalan hidupnya akan terus meniti karir sampai puncak kesuksesan tapi senyum anak itu tak bisa ditukar dengan apa pun yang Starla miliki sampai saat ini.


"Dia bisa apa? cukup baginya menjaga jodoh orang, kini saatnya ia bahagia dengan pilihannya."


"Hem, tak baik juga jika kamu terus di sana, bukan begitu?"


Ya, itu juga salah satu alasan Starla pergi karna ia ingin Arlan cepat melupakannya karna bagaimanapun juga ini tak baik untuk rumah tangga pria itu mengingat posisi Starla adalah sekretarisnya, jika semua orang kantor saja sudah tahu kedekatan mereka tentu wanita itu juga pasti tahu. Ia tak ingin jadi duri dalam pernikahan orang yang sudah sangat baik padanya tersebut.


Sampai di resto tempat dimana itu sudah jadi langganan mereka, ketiganya pun langsung masuk kedalam yang ternyata sangat sepi sampai Starla bingung sendiri tapi ia tak bertanya apa-apa cukup bergumam dalam hati saja


"Silahkan Tuan dan Nyonya." satu pelayan datang menyerahkan buku menu.


Chia yang tak jauh jauh dari ayam tentu langsung menunjuk makanan favoritnya, begitu pun dengan ArXy dan Starla. Keduanya langsung melempar senyum ramah saat sudah selesai memesah apa yang ingin mereka nikmati saat ini.


"Restonya sepi ya, Kak, bisik Starla pelan.


"Udah mau bangkrut kali," jawab pria itu santai dan langsung mendapatkan pukulan dari Starla.


"Kebiasaan nih bibirnya," ucap Starla kesal.


"Maaf, udah gak tahan pengen rujakan," kata ArXy menggoda sambil memberi kode.


Starla pun langsung memicingkan kedua mata kearah mantan suaminya tersebut. Dan ArXy hanya senyum senyum tak jelas.


Hanya beberapa menit menunggu, akhirnya makanan tiba. Perut yang sudah lapar membuat mereka langsung menyantapnya dengan lahap sampai habis tak tersisa. Begitu lah mereka jika sedangkan makan selalu berusaha untuk menghabiskannya tanpa membuang buangnya.


"Ayo, ih pulang," pinta Chia sedikit merengek tak sabar.

__ADS_1


" Yakin? pusing gak nanti kepalanya?" tanya ArXy pada si cantik bermata bulat.


"Nda, ayo."


ArXy menoleh lebih dulu kearah Starla yang mengangguk setuju jika ia pun mau pulang sekarang.


Perjalanan pun di lanjutkan menuju ibu kota, dimana mereka bertiga akan menempuh hidup baru sebagai keluarga yang benar-benar utuh tanpa terhalang jarak dan waktu.


.


.


.


Sampai di Bandara, Mobil mewah ArXy langsung melesat kearah kediaman Rahardian Wijaya untuk bertemu dengan orang tuanya yang sudah menunggu disana. Rasa tak sabar dan berdebar tentu sedang mereka rasakan saat ini. hingga obrolan pun jadi tak jelas arahnya saking hanya ingin menutupi rasa gugupnya saja


"Assalamu'alaikum," seru Arxy dan Starla berbarengan.


Sepasang paruh baya itu pun langsung bangun dari duduk mereka lalu saling memeluk, terutama pada Starla.


"Apa kabar, Nak?" tanya Amih dan Apih berbarengan.


"Baik, Mih, Pih. Kalian?" tanya Starla.


"Baik juga, ayo duduk. Bagaiamana?" tanya Amih lagi penasaran dengan keputusan Anak mantunya itu yang baru ia tahu.


Starla menoleh ke arah ArXy lebih dulu sebelum ia mengatakan apa keputusannya ini.


"Gak apa-apa, cerita aja."


"Aku sudah Risegn kemarin dari kantor, aku memutuskan untuk berhenti dan pindah kesini lagi demi fokus mengurus Chia. Karna bulan depan ia sudah aktif sekolah," jelas Starla yang ternyata sama dengan apa yang di katakan putra nya.


"Kamu serius?" tanya Amih.


"Iya, Amih. Aku tak akan ke kota x lagi, aku akan bersama dengan Chia.


Lagi, Amih memeluk Ibu dari cucunya itu dengan sangat erat sambil tak lupa berterimakasih banyak sebab kini impian Chia sudah terkabulkan.


" Lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Apih.


ArXy langsung meraih tangan mantan istrinya itu, kini mereka sudah saling berhadapan dengan kedua tangan saling menggenggam.


"Di depan Amih, Apih, dan Chia, Mau kah kamu menikah denganku lagi?"


Starla yang sudah berkaca-kaca langsung menganggukan kepalanya tanda ia setuju dan menerima lamaran dari ArXy yang tak lain adalah mantan suaminya yang tetap jadi cinta pertama dan terakhir.


.


.


.

__ADS_1


Setelah lamaran malam itu semua keluarga tentu menyambut baik apa yang direncanakan oleh ArXy dan Starla yaitu rujuk kembali, semuanya ikut senang apalagi ini demi kebaikan dan kebahagiaan Chia. Starla yang tinggal di rumahnya yang dulu pun mulai bebenah diri di bantu orang-orang kepercayaan keluarga Rahardian Wijaya untuk menyambut mereka yang akan datang sore nanti.


Persiapan pernikahan sudah di lakukan dari tiga hari sebelumnya, semua nampak sibuk dengan apa yang sudah tersusun rapih itu.


Begitu pun di rumah orang tua ArXy dan di rumah utama, apalagi Chia yang tak sabar sekali.


"Kamu sudah siap belum?" tanya Amih saat masuk kedalam kamera putra Sulungnya yang disana sudah ada Skala, Heaven dan Rain serta keanu.


"Sudah, Mih," jawab ArXy dengan hati berdebar hebat.


"Enak ya kawin dua kali," ledek Heaven.


"Lo mau?" ledek Skala


"Dih, Ogah. Nyawa gue cuma satu."


Semuannya pun keluar dari kamar ArXy menuju ruang tamu lantai bawah dimana semua orang sudah menunggunya.


"Lama amat sih, Dud," omel Apih sambil geleng-geleng kepala.


"Enak aja, calon mantan Duda nih," jawab ArXy sedikit protes yang akhirnya mengundanh gelak tawa.


Semuanya pun kini bersiap untuk pergi kerumah sang mempelai wanita di mana Starla ingin pernikahan itu di adakan di rumahnya. ArXy tentu tak menolak karena baginya menikah dimana pun sama saja, Rumah, Kua, Mushola atau Masjid sekalipun karna yang terpenting ada Starla di tempat itu. Sebab jika tak ada wanita itu tentu pernikahan tak akan terjadi.


Selama perjalanan ke rumah sang calon istri perasaan ArXy bak naik rollercoaster yang begini begitu salah. bahkan ia sendiri tak paham antara ingin buang air besar atau kecil.


Sumpah Demi apapun, rasa gugup ini baru ia rasakan di pernikahan keduanya. Karna, saat menikahi wanita yang sama ia begitu santai seolah tak akan terjadi apapun padanya.


"Tenang, Xy," ucap Amih yang paham betul rasanya jadi ArXy sekarang.


"Aku gemetaran, Mih."


"Iya, Wajar. Ijab kabulnya udah hapal kan?" tanya Amih lagi memastikan.


"Sudah"


"Jangan salah sebut ya, jangan bikin Amih dan Apih malu, kalau sampai itu terjadi, Amih pecat kamu jadi anak!".


Sampainya di rumah Starla, mereka turun dari mobil satu persatu. Kedatangan mereka disambut baik oleh kerabat karna memang Starla tak punya siapa siapa lagi selama ini.


Penghulu yang sudah hadir pun mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk ijab kabul termasuk saksi dan wali untuk Starla yang memang anak yatim piatu.


Semua sungguh berdebar tanpa terkecuali, ArXy bahkan berkali-kali menarik napas dan di buangnya perlahan demi menormalkan detak jantungnya yang tak beraturan itu. Dan rasa gugupnya kian menjadi saat wanita yang di tunggu akhirnya keluar dan siap di sandingkan dengan si calon mempelai laki-laki.


"Bagaimana? Sudah siap dan sudah bisa di mulai acara ijab dan Qabul nya?" tanya pak penghulu.


"Sudah, Pak. Sudah tidak ada lagi yang di tunggu," jawab Apih yang duduk dekat anak sulungnya tersebut bersama dengan Chia.


Pak penghulu pun langsung mengulurkan tangan tentunya langsung sambut oleh ArXy. Dengan seksama ia mendengar kan apa yang di ucap kan pria paruh baya itu dan setelahnya ArXy mulai mengikuti.


.

__ADS_1


.


Saya Terima nikah dan kawinnya Starla binti Almarhum Syarif dengan mas kawin tersebut di bayar, Tunai.


__ADS_2