
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Brengsek!"
ArXy datang ke tempat bidan dimana istrinya melahirkan, ponsel yang berada di dalam laci meja kerjanya dalam mode silent membuat ia tak tahu apa-apa, padahal sudah banyak laporan dari anak buahnya tentang kabar kematian Sang ayah mertua hingga kejadian kontraksi pada Starla hingga berujung lahirnya buah hati mereka di waktu bersamaan.
Arlan terus meminta maaf, ia mengatakan apa yang terjadi selama ia bersama istri dari DiRut nya tersebut, tapi bukan ArXy namanya jika marahnya cukup satu dua jam.
Rasa sesalnya hanya satu, impian untuk menjadi orang pertama yang menggendong anaknya pun kandas begitu saja. Sedang bayangan untuk memiliki anak lagi rasa tak mungkin karna pernikahan tetap tak ada dalam rencana hidupnya.
Cek lek.
Starla yang baru saja bangun dari tidurnya menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, tebakannya antara Arlan atau suster ternyata salah besar karna yang kini berjalan kearahnya adalah ArXy, pria yang bukan hanya berstatuskan suaminya saja tapi juga ayah dari anak yang beberapa jam lalu ia lahirkan dengan sangat susah payah sebab ternyata perjuangannya sungguh luar biasa.
Tak ada senyum atau pun sapaan layaknya suami istri yang sedang berbahagia, Starla hanya menoleh sekilas lalu memilih menatap langit-langit kamar rawat nya yang hanya ada satu ranjang pasien dan satu kursi plastik. Ini jauh dari ruang rawat inap yang seharusnya ia tempati jika melahirkan di rumah sakit milik keluarga Rahardian Wijaya yang bak hotel bintang 5.
"Terimakasih," ucap ArXy yang masih berdiri dengan kedua tangan ia masukkan ke saku celananya.
"Iya," sahut Starla pelan, sakitnya menahan perasaan pada orang yang di cinta ternyata lebih sakit dari melahirkan anak pria itu.
"Dan, aku turut berduka cita atas meninggalnya Bapak, kamu anak yang kuat dan punya sabar luar biasa," tambahnya lagi yang kini tak mendapat jawaban apapun dari istrinya.
Tak ada obrolan apa-apa lagi, keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing dalam beberapa saat hingga ada seseorang datang mengatakan jika semua sudah siap.
__ADS_1
Ya, Starla akan langsung dibawa pulang oleh ArXy ke kediaman Rahardian saat ini juga, padahal jelas wanita itu masih dalam masa pemilihan.
Dengan menggunakan Mobil ambulance, Starla di bawa pulang ke bangunan mewah dimana semua keluarga suaminya menunggu.
Dan tak butuh waktu lama, mereka pun sampai dan Starla langsung dibawa masuk kedalam kamarnya seperti biasa.
Sambutan dari Amih dan XyRa ternyata tak mampu membuat ia menahan lagi air matanya, tangisan itupun pecah didalam dua wanita baiknya.
Jika Starla bisa protes, ia ingin bertanya kenapa suaminya tak punya hati yang sama?
"Sabar sayang, Amih disini ya, Nak."
Starla yang tak kuat menjawab hanya mengangguk dalam pelukan ibu mertuanya, sedangkan ia begitu nyaman saat tangannya di genggam hangat oleh adik iparnya.
Hingga suara tangis bayi mengalihkan semua orang yang ada didalam kamar tersebut.
Seluruh pasang mata kini menatap kearah ArXy yang memang tak sedetikpun melepas dekapannya dari tubuh mungil anaknya itu.
"Amih mau liat coba bikinan kamu," ucap Amih Ara ceplas-ceplos seperti biasa.
"Cantik, mirip Amih ya, Pih." Seru wanita pada suaminya, Gala.
ArXy yang mencibir karna tak terima malah membuat Apihnya tertawa.
__ADS_1
"Siapa namanya, Xy ?"
.
.
.
KhayXyLa NauRahardian Wijaya.
*********
Sabar ya... TALAK gak SAH saat haid dan masa nifas.. jadi kapan cerainya, teh ?
Tungguin aja, 🤣🤣🤣🤣
Tungguin ampe diriku ini bisa ngelus belalai gajah karna berhasil ngacak-ngacak keturunannya.
suruh siapa gak mau cium😤
Pokonya tuh Palu ntar bukan getok meja hakim tapi getok kepala si ArXy, 😅
__ADS_1