Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Pria Simpanan Istri Mafia # 25


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Apa yang di katakan sang Mama saat di ruko tentu tak membuat Chio diam saja, ia langsung mencari tahu meski itu ia lakukan usai tidur. Kepalanya yang terasa tertimpa batu membuat ahli waris Rahardian itu ingin mengistirahatkan otaknya sebentar sebelum mengambil keputusan atau melakukan sesuatu. Kedua anak ManDud dan ManJa memang selalu tenang saat ada masalah, bahkan jarang sekali ada yang tahu apa yang terjadi pada Chia maupun Chio.


"Kenapa gak di angkat sih?" Chio yang sudah berkali-kali menghubungi Zevanya mulai di liputi rasa curiga yang selama ini tak pernah terlintas di benaknya.


"Apa benar ia sudah menikah dan saat ini sedang bersama suaminya?" gumamnya lagi.


Membayangkan hal tersebut, tentu membuat Chio kesal sendiri andai saja semua itu benar. Gadis cantik yang menjadi cinta pertamanya ternyata milik orang lain yang parahnya sudah terikat pernikahan.


"Ya Tuhan!" pekiknya semakin frustasi, Chio yang duduk di tepi ranjang sampai mengacak rambutnya sendiri.


.


.

__ADS_1


.


Sedangkan di tempat lain, Zevanya yang tengah makan malam bersama suaminya tak mengeluarkan sepatah kata pun seperti biasa, sebab ia selalu takut apa yang di ucapkannya salah, Zevanya hanya sekedar menjawab jika sedang di beri pertanyaaan, selebihnya ia akan diam seribu bahasa. Terbukti, jika hanya suara dentingan sendok dan garpu saja yang terdengar selama kebersamaan mereka di ruang makan.


"Bagaimana kursusmu?" tanya Tuan Max tiba-tiba dengan suara santai layaknya manusia.


"Ba--baik, Tuan. Aku sudah mulai praktek membuat beberapa jenis masakan," jawab Zevanya yang kaget karna ia memang sedang sedikit melamun.


"Bagus, masaklah untukku nanti," ucapnya lagi yang langsung membuat Zevanya tercengang.


"Ba--baik, Tuan, nanti akan buatkan makanan kesukaan anda," jawab Zevanya lagi masih dengan terbata bata saking takutnya. Ia lebih baik di marahi dari pada saling bicara seperti ini karna rasanya aneh dan jauh menakutkan.


Usai makan malam, sepasang suami isteri siri itu kembali ke kamar masing-masing dan betapa terkejutnya Zevanya saat ia melihat ponselnya yang di sembunyikan di dalam lemari. Di layar benda pipih itu sudah banyak sekali panggilan tak terjawab dan pesan dari Chio.


"Sebanyak ini ia menghubungi ku? Ya Tuhan, maafkan aku Chio," Ucap Zevanya merasa sangat bersalah sebab tak seperti biasanya Tuan Max sudah pulang dan makan malam di rumah, dan tentu ia mau tak mau harus menemani.

__ADS_1


Dan, saat Zevanya ingin balik menghubungi Chio justru terdengar suara ketukan pintu. Zevanya yang mendengarnya kaget dan buru buru menyembunyikan ponselnya lagi.


Dengan langkah tergesa, gadis cantik dengan rambut lurus sepinggang itu langsung membuka pintu dan melihat sosok Tari, pelayanan pribadi nya selama 5 tahun terkurung dalam rumah rasa neraka.


"Ada apa?" tanya Zevanya, meski itu adalah Tari tapi perasaan was was dan cemas tetap ada.


"Nona, di minta untuk datang ke kamar pribadi Tuan Max," jawab Tari yang datang sesauai perintah.


"Aku? ke kamar Tuan? ada perlu apa?" tanya Zevanya lagi sambil menunjuk wajahnya sendiri dengan jari telunjuk namun di jawab dengan gelengan kepala.


.


.


.

__ADS_1


*Ka**mar pribadi itu kan, untuk*...?


__ADS_2