
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Pagi sekali, Starla yang bangun tidur merasa tubuhnya semua sakit karna ternyata ia tidur di sofa padahal seingatnya semalam ada Arlan yang membawakan Nasi goreng untuknya, tapi entah kenapa ia justru berbaring di ruang tengah sendiri.
Arlan yang punya kunci rumahnya memang bisa datang dan pulang sesuka hati, tak perlu di buka kan pintu apalagi merepotkan untuk di kunci kan lagilagi setelah ia pergi.
Starla masih duduk di sofa dengan selimut di kaki hingga pahanya. Ia melihat meja TV bersih tak ada apapun kecuali Remote, tissue dan segelas Air putih, tapi...
"Ponselku dimana ya?" gumam Starla yang baru ingat akan si benda pipih tersebut. Saingatnya juga ia sedang menunggu Chia meneleponnya semalam.
Starla bangun dari duduk dan bergegas ke kamar, ia mencari ponselnya di atas meja belajar yang kini beralih menjadi meja kerja tempat ia men charger ponselnya juga.
Dan benar saja, si benda pipih ternyata ada di sana. Sebenarnya tak mungkin hilang tapi jika sampai hilang mungkin Starla akan menangis tiga hari tiga melam, bukan sayang pada ponselnya tapi galeri yang ada di dalam sana tentu sudah di kuasai oleh foto dan video lucu putri semata wayangnya.
Pertama, Starla mengecek beberapa pesan yang masuk di room chat, ada yang langsung dibalas dan ada juga yang ia lewatkan karna Starla harus mengecek log Panggilan lebih dulu, sebab ada sesuatu yang ia cari di sana yaitu panggil tak terjawab.
"Gak ada, apa Kak ArXy gak telepon aku lagi, tapi--," Starla menghentikan gumamannnya saat ia melihat di bagian panggilan masuk dan ia sedikit terkejut saat sorot matanya beralih ke jam dan lamanya waktu selama panggilan berlangsung.
__ADS_1
.
.
.
.
Drrrt... drrrt... drrrt..
Getaran ponsel di atas nakas langsung membuat Chia menoleh, ia yang baru bangun setelah semalaman menangis sedikit belum terkumpul kesadarannya.
Cek lek
"Amiiiih," panggil Chia saat ia membuka pintu yang beruntungnya tak di kunci, dan itu pasti karna Sang Nyonya Rahardian sudah keluar dari tempat tersebut.
"Sayang, sini, Nak." Apih yang melihat cucu cantiknya langsung turun dari ranjang kemudian menggendong Chia. matanya yang sembab dan merah tentu membua baby koala bingung serta penasaran tentang apa yang terjadi.
__ADS_1
"Cantiknya Apih, kenapa? kok sedih banget?" tanya Apih, ia bawa Chia ke sofa lalu di duduk kan di atas pangkuannya.
Chia segalanya bagi Pria paruh baya tersebut, apapun akan di lakukannya demi melihat sang cucu terus tersenyum meski hanya sekedar perhatian, kasih sayang dan limpahan harta karna untuk sentuhan orang tua lengkap ia angkat tangan, ada sang putra yang lebih berkuasa.
"Enggak apa-apa, Amih mana?" tanya Chia dengan nada ucap yang lirih dan pelan.
"Lagi mandi, Sayang."
Dan belum juga Chia kembali bertanya ternyata wanita yang di carinya itu mendekat dengan hanya memakain handuk kimono putih, ia memang sedang mandi saat Chia datang.
Si cantik yang pagi ini tanpa senyum itu pun langsung pindah keatas pangkuan amihnya, dan beberapa detik kemudian tangisnya pun kembali pecah dalam pelukan Amih
"Loh Chia kenapa, Sayang?"
.
.
__ADS_1
Boleh nda sih, Chia cuma punya mama satu sama papa satu aja, jangan banyak banyak?