
🍂🍂🍂🍂🍂
Chio yang sudah 5 hari ini ikut dengan Mamanya membuat sang pemilik surga dari dua anaknya itu terheran heran. Ia sampai menyenggol suaminya saat Chio mengatakan akan mengantar sang mama lagi.
"Anakmu kenapa?" bisik ManJa.
"Gak tau, udah gak punya stok mimpi kali," jawab ManDud, jika istrinya berbisik ia pun akan melakukan hal yang sama namun dengan bonus satu ciuman di pipi, sedangkan Chia maupun Chio jika melihat itu hanya pura pura tak terjadi apa pun.
Jika melihat Papa ArXy, siapa yang akan menyangka ia akan semanis ini sekarang mengingat awal pernikahan ia seolah tak pernah punya istri sekalipun ada buah hatinya yang tumbuh di dalam rahim seorang wanita pilihan dari Apihnya.
"Ish, kalau ngomong. Kok aku curiga ya," sahut mama Starla yang bagaiamana pun seorang ibu pasti punya ikatan bathin tersendiri.
"Cih, udah kaya paranormal aja," ledek Papa ArXy yang mendapat cubitan panas dari istrinya.
Chio yang sebenarnya paham masih puta pura tak mendengar dan melihat tingkah kedua orang tuanya.
"Hobby banget sih Ghibahin anak!" cetus pelan nyaris ia sendiri yang mendengar.
__ADS_1
.
.
Jam 10 pagi menjelang siang, anak ibu itu pun berangkat ke tempat kursus. Mama Starla yang mulai memancing obrolan ke arah pribadi putranya hanya di tanggapi dengan senyum dan tawa kecil, tak sanggup memang melukai hati kecil sang Mama tapi Chio juga tak bisa asal mencari seorang wanita untuk di jadikan kekasih.
"Mah, kalau udah waktunya nanti Chio pacaran kok, tenang aja."
"Pacaran sama siapa? guling?" tanya Mama Starla yang kesal dengan jawaban putranya yang meminta ia untuk terus bersabar.
Chio yang tahu mamanya mulai emosi pun hanya mengulum senyum, ia cukup mendengarkan semua pesan dan nasehat yang terlontar dari sang Mama.
#KangenDemoy.
Lebih dari 30 menit menunggu, akhirnya Chio melihat sosok yang sedari tadi ia tunggu, ia langsung keluar dan menarik tangan seorang gadis yang beberapa hari ini membuat nya justru sulit tidur.
"Aduh!" pekik kaget dan sedikit sakit saat Chio memaksanya masuk kedalam mobil bagian belakang.
__ADS_1
"Dari mana?" tanya Chio tanpa basa basi.
"Dari rumah," jawab Zevanya.
"Huft--, maksudku kamu kemana saja beberapa hari ini sampai tak datang untuk kursus," jelas Chio yang akhirnya di pahami oleh gadis yang duduk di depannya, karena posisi Chio menghadap ke arah Zevanya.
Zevanya diam menunduk, setelah ia pulang telat tempo hari ia langsung di kurung tanpa di beri ampun padahal saat itu Tuan Max juga akan pergi ke luar kota, tapi tak ada yang bisa di lakukannya kecuali menurut dan menurut kemauan dari sang suaminya itu.
"Aku, kurang sehat kemarin," sahut Zevanya yang tak berani mendongakkan wajahnya dan itu semakin membuat tuan muda Rahardian Wijaya semakin penasaran.
Dengan rasa berani, Chio menaikan dagu Zevanya yang akhirnya membuat kedua mata insan manusia itu bertemu saling tatap, entah sudah berapa lama keduanya hanya diam menikmati rasa yang bergejolak dalam hati masing-masing.
.
.
.
__ADS_1
Boleh aku bertanya padamu?