
Assalamu'alaikum, sebelumnya teteh mohon maaf memang sejak awal bulan slow update karna ada beberapa masalah, tapi selalu di usahain buat up meski cuma 1 bab, Terima kasih buat yang komen, DM, inbox maupun chat pribadi atas semua doa dan pengertiannya selama satu minggu ini. buat yang tanya kenapa, teteh gak bisa kasih alesan tapi buat yang udah tahu, mashaAllah banget teteh jadi gak ngerasa sendiri saat lagi down kaya gini.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Pernikahan yang terjadi atas dasar paksaan dan perjodohan, tentu tak selalu indah dan berujung jatuh cinta dalam waktu dekat karna rasa saling ketertarikan, sebab jika semua itu dulu ArXy rasakan mungkin tak pernah ada kata talak keluar dari bibirnya di hari ke 43 usai sang istri melahirkan putri pertama mereka.
Jangan tanya bagaimana perasaan pria itu jika ia ingat masa lalunya, karna ArXy selalu merasa kata maaf dan sesalnya tak pernah cukup untuk menebus semua sikap bodohnya beberapa tahun yang lalu terutama saat awal pernikahannya bersama dengan Starla, wanita cantik dan muda berumur 19 tahun yang sudah bertaruh nyawa demi keturunannya namun ia malah seenaknya menyia-nyiakan hal tersebut.
"Diem, Pah." Starla yang terus di ciumi pundak dan tengkuk mulai melayangkan protes karna tak hanya geli tapi juga takut Chio menangis sebab acara menyUSUnya terganggu.
"Aku gak bisa diem kalau deket kamu," bisik ArXy yang memang sedang dalam posisi memeluk dari belakang sambil merAB4 perut rata sangat istri yang terus menjadi candu di setiap helaan napasnya.
__ADS_1
Malam ini Chia tertidur saat melakukan video call bersama ketiga pangeran Rahardian Wijaya di kamar Amih Apihnya, dan itu tentu menjadi kesempatan emas bagi ArXy si otak mesum karna ia tak harus main petak umpet saat menanam jagung di lahan apem sobek kesukaannya. Tapi sayang, Starla justru tertidur begitu nyenyak lebih dulu. Jika dulu ArXy masih sering menganggu dengan gaya Terima beres, namun tidak dengan sekarang-sekarang sebab ia tahu bagaimana lelahnya wanita cantik itu yang sudah seharian mengurus dua anaknya yang kadang rewel dan kelewat manja, belum lagi Chia yang ada saja saatnya ia ingin di perhatikan lebih oleh mamanya saat rasa cemburu mengusik perasaan Si sulung.
"Iya, tapi biarin Chio kenyang dulu, nantinya ngambek dia kalau gak puas," ujar Starla sembari mencubit tangan ArXy, bukan di lepaskan pria itu malah membalas dengan gigitan di telinga kanan sang istri.
Starla yang kesal akhirnya pasrah pada bayi kecil di depannya yang entah kapan akan di lepas sesapannya dan bayi besar di belakangnya yang sejak tadi sudah menunggu giliran untuk di manja.
Suka tak suka Starla tetap menikmati apa yang sudah di lakukan oleh suaminya itu sambil menunggu putranya selesai melakukan aktivitas pagi yang tak pernah terlewat.
"Yes, akhirnya sekarang bagian aku ya, Mah." ArXy yang senang sampai tertawa sendiri karna ia tak sabar membalikkan tubuh wanita halalnya.
"Apa sih, Pah! kamu bisa sabar gak sih?" omel Starla saat bahunya di tarik karna sebelumnya ArXy sudah melihat Chio bangun dan mulai berguling lalu manjat ke pembatas ranjang.
__ADS_1
.
.
.
Jangan pernah suruh aku sabar di saat Chio mulai kabur, Mah...
.
{ Foto hanya pemanis, jangan di baperin } ;
__ADS_1