
🍂🍂🍂🍂🍂
Di dalam ruangan sang Mama, Chio yang berbaring di sofa panjang pun akhirnya bangun. Baru kali ini ia tak bisa langsung terbuai mimpi saat bertemu dengan bantal padahal Mama Starla juga tak keberatan karna ia pun sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Mah, Chio keluar ya," izin anak laki laki dari pasangan ManJa dan ManDud tersebut.
"Iya, Sayang, kamu bilang aja sama Mbak Yuli kalau butuh sesuatu ya, " jawab Mama Starla yang di iyakan oleh putra tampannya itu.
Tempat ini tentu tak asing bagi Chio karna sudah hampir sepuluh tahun berdiri dan di rintis oleh Nyonya Rahardian tersebut hingga kini memiliki banyak cabang yang tersebar di ibu kota dan di luar kota, semua itu Starla miliki saat kedua anak nya sudah beranjak remaja hingga ia merasa tak banyak punya kesibukan lagi selain shoping, perawatan dan juga ikut bakti sosial bersama keluarga besar suaminya.
AleXio Rahardian Wijaya turun ke lantai bawah dengan menggunakan Lift, rasanya malas jika harus menuruni anak tangga yang cukup lumayan banyak tersebut, sebab bukan hanya terkenal sebagai Pangeran tidur tapi ia juga kental dengan sebutan si anak paling MAGERan. Tak banyak aktifitas yang Chio lakukan selama hidupnya.
Langkah demi langkah ia berjalan melewati banyak ruangan, jangan tanya bagaimana perasaan para murid kursus, Staf dan Karyawan khususnya wanita karna mereka seolah mendapat suntikan semangat saat melihat sang Tuan Muda meski hanya sekedar lewat saja, apalagi jika sapaan mereka di balas dengan senyum sopan karna Chio tak pernah berlaku seenaknya selama ini, ia begitu ramah dan tak pernah memandang rendah siapa pun.
"Mbak Yuli--," panggil Chio.
"Ya, Dek. Tumben ada disini?" tanya wanita yang seusia dengan sang kakak perempuan, meski masih muda tapi ia begitu bisa di andalkan jadi tak salah jika 3 tahun terakhir ini menjadi orang kepercayaan sang Nyonya.
__ADS_1
"Iya temenin Mama, itu ruangan disana kok di tutup ya?" tanya Chio.
"Oh, itu ruangan pemula, mau kesana?" tanya Mbak Yuli, hanya dia satu-satunya yang beruntung bisa dekat dan mengobrol dengan Chio tentu itu juga atas rasa percaya dan perintah langsung dari Starla.
Sebesar apapun Chio, ia tetap Baby Corn kesayangan Mama Papanya, hasil dari drama tumpang tindih terima beres dan umpet umpetan dari si sulung.
"Ada yang kursus?" tanya Chio, dari banyaknya ruangan hanya disana hatinya seolah tertarik untuk di datangi.
"Ada, tapi gak banyak karna baru banget, ayo," ajak Mbak Yuli.
******Tok tok tok******
Sebelum masuk, Mbak Yuli mengetuk pintu lebih dulu dan setelah di izinkan ia baru membukanya lalu mempersilahkan Chio untuk masuk lebih dulu, tapi pria itu menggeleng kan kepala karna melihat semua yang ada di sana sedang begitu sangat fokus mendengar kan apa yang sedang di jelaskan.
"Aku kira lagi praktek, tadinya mau ikut icip icip," bisik Chio sambil terkekeh malu.
"Loh, kan Mba bilang kalau ini ruang pemula, Dek." Mbak Yuli sampai gemas karna tak biasanya anak bosnya itu salah seperti ini.
__ADS_1
Tapi, entah kenapa kedua matanya tak lepas dari sosok gadis yang sebelumnya ia temui di ruang tunggu bersama mamanya itu.
"Mbak, itu siapa?" tanya Chio.
"Yang mana?" tanya balik Mbak Yuli sambil ikut mengedarkan pandangannya kearah yang di tuju oleh Chio.
"Yang pakai baju biru, Mbak, yang di pojok kan sana," jawab Chio sedikit kesal karena wanita di sebelahnya itu belum bisa menemukan sosok yang di maksud.
"Oh, kalau gak salah namanya Zevanya."
.
.
.
Apa! Zevanya??
__ADS_1