
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Jangan tanya bagaimana hati Starla detik ini, pria yang baru saja bisa ia nikmati pelukan dan perhatiannya sekarang justru terbujur kaku di lantai dengan hanya beralas tikar. Bapak yang baru saja di pulangkan dari Klinik terdekat langsung di nyatakan meninggal akibat serangan jantung mendadak, ia jatuh di lantai usai mandi tanpa sebab yang pasti karna tak ada satupun yang melihat kejadian tersebut, semua yang panik termasuk dua sahabat almarhum sampai lupa menghubungi Starla hingga Sang putri justru datang sendiri di waktu yang tepat.
Semua terjadi begitu cepat, bahkan di luar dugaan bagi orang-orang terdekat pria tersebut. Starla tentu masih tak percaya karna semalam masih mengobrol melalui panggilan telepon kurang lebih satu jam. Tak ada yang Starla curigai dari Bapak meski sempat mengeluh sesak dada saat pagi hari tadi. Bapak pun diminta istirahat setelah Starla menjanjikan lusa akan datang untuk menjenguk sambil berobat.
Tapi, rencana tinggal rencana karena Tuhan juga yang menentukan kapan perjalanan seseorang berakhir.
Semua proses yang hampir selesai itu sedikit tertunda saat Starla tiba-tiba menjerit sambil memegangi perut besarnya, sedang Arlan yang tak jauh dari Nona mudanya langsung sigap menahan tubuh Starla agar tak jatuh ke lantai.
Cairan yang keluar dari daerah sensitif Starla membuat beberapa orang meminta mereka cepat ke rumah sakit.
"Jangan pikirkan Bapak ya, Nak" ucap salah satu Om Starla saat ia keukeh ingin ikut sampai ke pemakaman karna semua memang sudah rapih.
__ADS_1
"Tapi, Om--,"
Arlan yang sangat khawatir meminta bantuan beberapa orang untuk membawa Starla kembali ke mobilnya. Bohong jika pria itu tak panik karna ia sama sekali tak pernah menyangka akan ikut andil dalam persalinan Starla karna yang ia pikir cukup baginya siaga dalam drama ngidam wanita itu.
Rumah sakit yang cukup jauh membuat Arlan dan dua orang ibu ibu yang ikut denganya memutuskan ke salah satu bidan terdekat karna darah dan cairan terus keluar tak henti.
Dan sampai disana pun Starla langsung di periksa oleh satu perawat dan bidan.
"Sudah pembukaan 8, saya akan siapkan semuanya," ucap wanita berkacamata.
"Kuat, Non. Saya akan hubungi Tuan muda," ucap Arlan dengan ekspresi tegang luar biasa.
Pria dewasa yang berstatus kan jomblo dari lahir itu malah sibuk mengurus istri dari bosnya.
__ADS_1
"Jangan, kak. Aku tak kan menganggu nya. Aku bisa, aku kuat melahirkan anak kami sendiri," cegah Starla memohon.
Ia tak ingin suaminya marah karna di ganggu, biarlah Starla melewati sakitnya seorang diri seperti yang sudah-sudah, mengantarkan periksa kerumah sakit saja ArXy tak mau, apalagi harus menemaninya melahirkan, karna hanya Tuhan yang tahu kapan tepatnya anak mereka menyapa dunia.
"Tapi, Nona--,"
Belum juga Arlan melanjutkan rayuannya, bidan dan perawat datang kembali untuk memeriksa. Ada beberapa obrolan yang Arlan tak paham sama sekali. Dan saking bingungnya, pria itu sampai tak sadar dengan pertanyaan yang di lontarkan Bidan saat ternyata semua sudah siap.
.
.
.
__ADS_1
I... iya Dok, saya suaminya!