
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Drama makan mie dan telur di pantai tentu di turuti oleh ArXy, jangankan kesana, ke luar angkasa pun rasanya di turuti jika memang Starla ingin. Tapi tentu tak akan semudah yang di bayangkan karna untuk ngidam yang cukup sederhana seperti ini saja rasanya sedikit menjengkelkan bagi Tuan Muda Rahardian.
Mereka yang baru sampai di pagi hari membuat Amih dan Apih bingung, pasalnya pasangan suami istri itu tak tahu jika anak, menantu dan cucu mereka ternyata pergi di waktu tengah malam dan belum ada yang memberi laporan apapun pada Amih.
"Chia sebel sama papa," adu Si cantik yang kini ada di pelukan apihnya.
"Kenapa?" tanya ArXy yang bingung, perasaan anak itu tadi baik baik saja, tapi saat sampai di rumah barulah ia mengadu ini dan itu.
"Culik Mama noh bawah pohon kelapa tinggi tinggi," kata Chia yang mulai bercerita, tapi ceritanya sengaja ia sedih sedihkan.
"Memang kalian dari mana?" tanya Amih.
"Makan mie sama telor di pantai," jawab ArXy, putra pertama dari keturan GalaAsmara.
Amih dan Apih pun saling pandang tapi tidak dengan Starla yang menunduk malu.
"Gimana-gimana maksudnya?" tanya Amih bingung dan penasaran.
"Tanya aja sama mantu Amih yang cantik, baik, sabar, dan rajin menabung ini," balas ArXy sambil menoleh kearah istrinya. Lagi dan lagi tatapan itu penuh cinta dan kasih sayang yang tanpa ArXy bicara sepatah katapun semua orang tahu bagaimana Starla kini begitu di Ratukan dalam hidup ArXy.
"Aku pengen makan Mie sama telor di pantai, Mih," jelas Starla.
"Loh, kok bisa? memang disini gak ada?" tanya Amih.
__ADS_1
"Bu--bukan gitu, Mih, aku--,"
"Pih, pindahin pabrik Mie kamu kesini, sekarang," titah Amih yang entah serius atau tidak karna yang keluar dari mulut wanita itu kadang sulit di percaya.
.
.
.
Meski merasa lelah dan mengantuk, ArXy harus tetap ke kantor karna usai makan siang nanti akan ada rapat yang harus di hadiri oleh semua para petinggi perusahaan yang akan di pimpin oleh Rain yang tak lain presiden direktur Rahardian Group namun akan tetap di awasi juga oleh Komisaris utama yaitu Samudera ErRainerly Rahardian Wijaya yang menggantikan Buaya cengeng.
"Kamu diem diem dirumah ya, jangan gendong Chia. Inget ada Baby Corn dalem perut mu," pesan ArXy.
"Ish, bagusan dikit apa, Pah!" protes Starla.
ArXy pun langsung pamit karna Clarisa terus menelponnya tiada henti. Ia yang langsung ke kantor bergegas menyelesaikan semua pekerjaannya dan saat setelah makan siang ia juga langsung ke perusahaan pusat dimana kini ia sudah di tunggu.
Tiga jam berselang, rapat yang sudah selesai itu membawa para direktur utama ke dalam ruangan presiden direktur yang biasanya akan balas dendam jika kena marah oleh Rain. Berbeda jika di luar ruang rapat pria itu tetap yang paling kecil di antara ketiganya.
"Bum-bum bilangin Phiu ya," ancam Rain kesal setelah di pukuli bantal sofa oleh Skala dan Heaven.
"Kang ngadu!" teriak bapaknya MariMar.
"Kang nyeh wey, Bum-Bum mah," jawabnya sambil tertawa.
__ADS_1
Dari ketiga pria yang ada disana, hanya ArXy yang anteng berbaring di sofa panjang karna mengantuk.
"Lo napa, ManDud?" tanya Rain lagi.
"Gile bini gue minta ke pantai jam 3 pagi buat makan mie sama telor doang," sahutnya kesal jika Ingat itu.
"Sama, gue dulu jam 2 di suruh nyari Setan," timpal Skala.
"K E T A N"
"Oh, salah ya gue?" kekeh Skala saat sepupunya berteriak kencang.
"Kasian deh looooooo," ledek Rain yang acara ngidam Rindu masih di rahasiakan.
"Lo, bini lo minta apa dulu?" tanya ArXy pada Heaven.
.
.
.
Apaan... belom juga mancing belut di rawa lapak gue udah tengelamkan sama Mak othor...
__ADS_1
Ya Allah, gue di ghibahin Si kompor meleduk 😭😭
Appa... Cicitnya nakal semua, minta cium boleh 😘😘😘😘