
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Yuk, pulang," ajak ArXy tiba-tiba sambil menarik tangan Starla menuju luar kantor.
Starla yang kaget malah ikut saja berjalan di belakang mantan suaminya itu, ia bagai terhipnotis karna tak ada perlawanan sama sekali meski tangannya tak membalas genggaman tangan ArXy yang lumayan cukup erat.
"Kak--,"
"Mamaaaaa, Chia datang."
Belum juga Starla meneruskan ucapannya untuk menayangkan beberapa pertanyaan ia justy di kagetkan dengan suara Chia dari dalam mobil yang kacanya terbuat.
"Chia?!" seru Starla semakin tak percaya.
Starla langsung membuka pintu untuk menciumi kedua pipi putrinya sampai gadis cilik itu terkekeh geli. Ini kejutan luar biasa bagi Starla yang tadi sempat bertanya tanya siapa wanita yang bersama Arla dan juga Mami.
"Yuk, pulang, Mah," ajak Chia yang sudah siap duduk di pangkuan mamanya.
Starla menoleh kearah ArXy, ia bingung harus menjawab apa tentang ajakan anaknya itu barusan.
"Boleh kan aku dan Chia main kerumahmu?"
__ADS_1
"Tentu," jawab Starla sambil menganggukkan kepalanya.
kini mereka sudah naik ke mobil yang di kendarai sendiri oleh ArXy. Starla tak perlu lagi memberi tahu kan alamat rumahnya karna pria itu sudah tau bahkan sebelum mereka bertemu.
Hanya dua puluh menit akhirnya mereka sampai, ArXy tak memasuk kan mobilnya karna ada mobil milik Starla di garasi. Wanita itu pun mempersilahkan masuk setelah membuka kunci dan pintu.
"Maaf, rumahnya kecil," ucap Starla basa basi saat mereka ada di ruang tamu.
Hanya tinggal sendiri tentu membuat bangunan satu lantai yang hanya ada dua kamar tersebut menjadi selalu rapih.
"Mobilmu masih di pakai?" tanya ArXy yang lebih fokus pada kendaraan mewah yang terparkir di garasi.
"Dulu saat kuliah, tapi jarang sih," sahut Starla lagi.
ArXy dan Chia yang berada di ruang tengah depan TV menunggu Starla mandi dan merapihkan diri. Mereka akan makan bersama di luar sesuai keinginan Chia.
"Makan di mana?"
"Mana aja, Yuuuuuk," ajak Chia dengan sangat antusias.
Selama perjalanan menuju salah satu Resto Chia berceloteh bagaimana ia dan papanya nekat menyusul ke kota X, ArXy yang memang tak enak hati sejak pagi langsung membuka kembali stelan jas kerjanya. Dengan menggunakan pesawat pribadi milik Rahardian Wijaya keduanya pun langsung terbang dengan si burung besi menemui wanita yang paling berharga bagi mereka berdua.
__ADS_1
Tak ada obrolan berarti antara ArXy dan Starla karna pasangan yang tak lagi halal itu benar-benar fokus pada Chia.
"Makan kebab, Pah."
"Loh, Chia belum makan nasi," kata ArXy saat gadis kecilnya membelokkan inginnya.
"Nda, kebab aja."
Tak pernah bisa berkata TIDAK pada Tuan putri Rahardian Wijaya, ArXy pun tentu menuruti. Mereka berhenti di salah satu pusat makanan di kota tersebut.
"Jangan bilang terserah, aku lagi males mikir, " ucap ArXy sudah mewanti wanti agar wanita cantik itu tak kembali membuat ia berdebat dengan para pedagang.
"Iya, aku mau samaan sama Chia aja," jawab Starla yang mencebik namun setelah itu ia tersenyum.
ArXy berlalu ke kedai kebab membeli tiga macam sesuai keinginan masing-masing. Tapi, saat ia usai memesan itulah kedua matanya menangkap sosok yang kini jadi rival terberatnya.
"Cih, disini juga tuh titisan DakJaL," cetus arXy saat melihat Arlan bersama wanita yang sama saat di kantor pria itu.
.
.
__ADS_1
Fix, habis ini bawa Mama Chia ke KUA..