Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Pulang...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Starla yang diminta pulang tak membantah sama sekali, ia ikut dengan Arlan keluar dari ruangan DiRut bersama luka dan air mata. Arlan yang memberikan jasnya sedikit membuat wanita hamil itu tenang karna memang tubuhnya yang gemetar menahan sakit hatinya.


Tentu, istri manapun akan terluka melihat suaminya memangku wanita lain di tempat tertutup tanpa siapapun lagi di dalamnya. Tak ada bantahan sama sekali dari pria itu seolah membiarkan Starla percaya dengan yang ada di pikirannya. Padahal, jika ArXy berbohong dan berkata tak terjadi apapun, ia pasti akan sangat percaya dan dengan mudah memberi maaf.


Cinta memang membutakan hati Starla, ia tak pernah memakai logikanya saat berhadapan dengan ArXy, pria yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama sampai ia rela menyerahkan kesuciannya meski Starla sadar semua itu hanya di landasi nafsu semata bukan di karna cinta seperti yang ia harapkan.


"Mau ku antar pulang ke rumah kediaman Rahardian atau kerumahmu, Nona?" tanya Arlan bingung meski lebih besar rasa kasihannnya.


Ia tahu, betapa Tuan mudanya itu memang tak pernah menginginkan sebuah pernikahan dalam hidupnya. Berkali-kali menolak bahkan kabur saat pertemuan dengan calon istri sudah biasa ArXy lakukan hingga entah kenapa semua justru berakhir pada Starla, gadis polos yang sebenarnya hanya butuh sebuah perhatian dan pelukan dari orang terdekatnya. Karena, semua anak dunia ini pasti tak akan baik-baik saja jika harus tumbuh besar tanpa sentuhan kasih sayanh seorang ibu.


"Aku mau ke Bapak," jawab Starla.

__ADS_1


"Baik, Non." Arlan akan mengikuti semua keinginan Starla sebab hanya wanita itu yang tahu kemana rasa nyamannya tertuju.


Mobil melesat kearah yang cukup jauh dari kantor, tapi itu tak masalah bahkan Arlan sengaja memelankan laju kendaraannya agar Starla bisa puas menangis sebelum bertemu bapak. Setidaknya wanita itu hanya tinggal cerita tentang yang terjadi padanya tanpa harus di iringi isak tangis.


"Harusnya aku tak datang ke kantor, benar kata Kak ArXy kalau aku tak perlu cari penyakit seperti ini. Kemarin sudah ku tanya masalah ia makan siang di Resto harusnya aku bersikap seperti yang sudah-sudah, tutup mata dan telinga."


"Sampai kapan?" tanya Arlan.


"Sampai benar-benar tak ada lagi yang harus ku perjuangkan, Kak," sahut Starla.


Arlan hanya mengangguk paham. Ia fokuskan matanya pada jalan di depannya yang masih terbilang sepi sambil sesekali melirik kearah Starla yang terus mengusap perut besarnya hasil satu malamnya bersama Sang bos.


"Nona, rumah bapak anda--," Arlan tak meneruskan ucapannya karna ragu dan tak ingin menebak tapi dari yang ia lihat sepertinya sedang ada sesuatu di sana.

__ADS_1


"Iya, Kak. kenapa ramai sekali ya. Bapak kenapa?" tanya Starla yang takut dan bingung. Tapi ia masih berusaha tenang saat Arlan memintanya untuk hati-hati mengingat Starla sedang hamil 9 bulan dan sedang menunggu waktu persalinan.


Keduanya pun masuk ke dalam rumah yang menyatu dengan bengkel motor tersebut, bahkan tempat usahanya masih buka dengan beberapa motor langganan ada disana.


"Ada apa, Bapak mana, Om?" tanya Starla mencari cari sosok pria bertato yang belum genap setahun ini baik padanya.


.


.


.


Bapakmu baru saja di nyatakan meninggal, Nak...

__ADS_1


__ADS_2