
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Lain kali ya, Chia. Karna Mama harus pulang dulu sama Uncle," ucap seorang laki-laki yang tak lain adalah Arlan, pria itu mendatangi Starla kerumah sakit setelah di beritahu apa yang terjadi sejak kemarin sore.
Starla kaget, begitupun dengan Chia tapi yang lebih kaget tentu ArXy.
"Uncle siapa? Napa pulang sama Mama Chia?" tanya gadis itu mendadak sedih, ia menoleh kearah Starla sambil merentangkan tangan.
Starla tentu langsung memeluk Chia, mencoba menenangkan puterinya itu dengan ciuman di pucuk kepalanya.
"Selamat pagi, Tuan. Senang bertemu dengan Anda lagi," ujar Arlan seramah mungkin sambil mengulurkan tangan kanan.
Kenapa, begitu?
Karna Arlan pikir tak akan ada hubungan pertemanan diantara mereka setelah pengunduran dirinya 2 tahun lalu, bersikap se profesional mungkin jauh lebih baik agar tak ada rasa tak enak hati diantara mereka nantinya.
"Hem," sahut pria berhati dingin tersebut.
Dulu, ia hanya menebak jika kedua mantan orang terdekatnya itu menjalin hubungan, tapi rasanya tebakan itu tak salah karna terbukti pagi ini Arlan datang menjemput ibu dari putri semata wayangnya.
Chia yang merengek dan memohon untuk tak di tinggalkan tentu membuat ArXy kesal, sampai detik ini tak ada satupun yang pernah melakukan itu pada putrinya.
Tatapan matanya pun kini tajam kearah Starla, jangan tanya bagaimana perasaan wanita itu karna nyatanya rasa takut balik menatap tetap ada.
"Kan Chia tahu, kalau Mama gak tinggal disini, Chia juga kan tahu rumah Mama di luar kota sana, Sayang."
"Pindah sini, rumah Amih besal loh," jawabnya lagi.
Andai anak itu tahu apa yang terjadi pada orang tuanya, mungkin ia tak akan melontarkan pertanyaan tersebut, Chia pasti bingung kenapa Mamanya pergi lagi padahal baru semalam mereka bersama.
"Nanti kapan-kapan ya, Sayang. Mama pulang dulu," ucap Starla lagi.
Ia memang punya urusan lain, termasuk akan menyerahkan beberapa lamaran pekerjaan ke perusahaan perusahaan di kota X dan salah satunya adalah milik Arlan. Uang yang di berikan ArXy 4 tahun lalu akan habis jika ia tak bekerja sedang hidup terus berjalan butuh makan dan yang lainnya.
__ADS_1
"Mama nda boleh pergi lagi, Ini Mama Chia. Pah, Mama ikut kita pulang ' kan?" mohon anak itu di sela isak tangisnya..
Jika dulu Chia kecil bisa bicara, ia pun pasti akan memohon seperti ini saat mamanya pamit untuk pergi. Tapi sayangnya bayi 43 hari itu tak bisa berbuat banyak kecuali mencari sendiri sosok yang menghangatkan tidurnya dengan suara tangis.
"Kamu denger sediri, kan?" tanya ArXy pada mantan istrinya tersebut.
Starla mengangguk paham, kini wanita cantik itu berada di dua pilihan, tetap pergi untuk menyelesaikan urusannya atau tetap tinggal bersama putri semata wayangnya.
Starla menoleh kearah Arlan, pria itu tetap tenang namun ada rasa kecewa di matanya yang Starla tangkap.
"Mama bicara dulu sebentar sama Uncle, boleh?"
Chia diam sejenak, dan 5 detik kemudian ia mengangguk sambil meminta mamanya untuk cepat kembali lagi.
"Terima kasih ya, Sayang." Starla mencium kening dan kedua pipi Chia, lalu keluar dari kamar rawat inap tanpa basa basi dengan ArXy.
.
.
"Aku pulang lusa ya, biarkan aku bersama Chia, Kak," mohon Starla.
Arlan menarik napas lalu di buangnya perlahan, sungguh sangat egois rasanya jika ia tak mengizinkan hal tersebut, meski 4 tahun ini Strarla terlihat biasa dan bahagia tapi Arlan tahu hatinya tetap tak baik baik saja, semampu apapun ia menemani ia juga tahu jika ada ruang tertentu yang tetap kosong tak bisa ia isi meski sudah melimpahi banyak perhatian.
"Jangan jatuh di lubang yang sama, bisa?"
Starla tersenyum kecil, ia paham dengan yang di katakan pria didepannya tersebut.
"Fokus ku hanya untuk Chia, Kak," ucap Starla meyakinkan karna memang itu yang ia niatkan.
"Wanita hanya jatuh cinta sekali, selebihnya hanya sekedar suka dan jika sampai berkali-kali pun pasti dengan orang yang sama," sindir Arlan dengan senyum di ujung bibirnya.
Entah, Starla tak bisa menjawab untuk hal tersebut karna ia tak tahu apa yang ia rasakan untuk ArXy, yang ia tahu hanya ada rasa canggung dan ia anggap itu wajar. Tak ada kesan manis diantara mereka sama seperti 5 tahun lalu mereka bertemu dingin dan tak tersentuh olehnya.
__ADS_1
"Aku hanya minta waktu 2 hari untuk bersamanya, satu jam lagi Chia di izinkan pulang."
"Baiklah, aku akan menjemput mu lagi lusa, jaga dirimu baik-baik dan pulangnya jika tak nyaman," pesan Arlan.
Pria itu pamit dan bangun dari duduknya, tapi sebelum melangkah pergi ia justru menarik
tubuh Starla untuk ia peluk sebentar, karna bagaimana pun ia akan rindu sosok tersebut.
"Aku mencintaimu, ingat itu ya."
... \*\*\*\*\*\*\*\*\*....
Chia yang sebenarnya hanya demam biasa tentu langsung di izinkan pulang ke esokan harinya, tak ada yang perlu di khawatirkan dari anak itu cukup di beri beberapa vitamin dan di minta untuk tidak telat makan lagi.
Di atas pangkuan Starla, kini bocah itu sedang bercerita banyak hal, termasuk para kakak sepupunya, Starla yang mendengarnya pun hanya mengiyakan saja pura pura tak tahu.
Lalu dimana ArXy?
Tentu ia duduk di samping mantan istrinya, meski matanya fokus ke depan jalan tapi telinganya tetap mendengar apa yang di obrolan Starla dan Chia.
Sampai di bangunan mewah milik mertuanya, Starla di sambut baik oleh Amih, Apih dan pastinya XyRa, adik iparnya.
Pelukan hangat penuh kerinduan itu nampak mengharukan, tak ada perselisihan diantara mereka selama setahun dulu membuat pertemuan kembali ini pun sangat terkesan.
Hampir dua jam mengobrol kini saatnya makan siang, ArXy yang sudah berada dikursinya malah di buat kesal.
"Amih, kok aku gak di ambilin lauk?" protes ArXy.
Wanita paruh baya itu pun mengernyitkan dahinya dengan senyum seringai di ujung bibir ia pun berkata..
.
.
__ADS_1
Emang enak jadi DUDA!!!