
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Kediaman Rahardian di kagetkan oleh pingsannya Starla yang jatuh tak sadarkan diri dalam pelukan mantan suaminya. ArXy dengan sigap menangkap tubuh ramping wanita itu yang perlahan lemas hingga tak kuat lagi menopang dirinya sendiri.
"La, bangun. Kamu kenapa?"
ArXy yang panik langsung mengangkat Starla menuju kamar tamu yang ada di lantai bawah. Amih dan Chia yang akhirnya tahu pun segera turun dan menemui mereka.
"Ada apa, Xy?" tanya Amih panik. Sedangkan Chia langsung menangis diatas ranjang.
"Maaaah, Mama kenapa?" rengek Si anak cantik bermata bulat yang terus memanggil sambil menggoyangkan lengan mamanya yang terbaring di tengah ranjang.
"Mama gak apa-apa, Sayang." ArXy menggendong Chia agar sedikit lebih tenang.
Ia juga sudah menelepon dokter dan berusaha terus membuat wanita itu lekas sadar dari pingsannya, kejadian ini terlalu mendadak dan cepat jadi wajar jika semua orang panik dengan keadaan Starla saat ini.
Beberapa saat kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksa kondisi Starla termasuk tekanan darahnya sekarang, dan ia pun mengatakan jika tak ada yang perlu di khawatirkan, semua bernapas lega tapi tidak dengan Chia yang masih saja menangis.
.
.
Starla yang di biarkan istirahat sama sekali tak di ganggu termasuk oleh ArXy dan Chia. Jika anak gadis mereka dibawa oleh Amih keluar kamar tentu tidak dengan papanya yang masih setia duduk di tepi ranjang.
Tangan yang masih menggenggam tak di lepasnya sama sekali, ArXy justru semakin takut sampai ia meletakkannya di pipi kanan.
"Bangun, La. Buka matamu," ucap Sang Duda lirih.
Rasanya ia begitu sangat khawatir dan takut melebihi saat ia tahu Clarissa pingsan di kantornya beberapa waktu lalu.
Eeugh..
Starla yang menggerakkan tangannya sangat terasa oleh ArXy, ia tersenyum lega ketika mata yang begitu mirip dengan Chia perlahan terbuka.
"Kamu sudah sadar?"
"Aku dimana?" gumam Starla saat ia tak mengenali tempatnya kini berada.
"Ini di kamar tamu, kamu datang ke rumahku, ingat kan?" tanya ArXy.
Starla menatap lekat sosok pria di depannya, ingatannya sedikit demi sedikit terkumpul termasuk niatnya menginjakkan kaki di bangunan mewah Rahardian Wijaya.
"Chia, mana Chia?" Ia yang baru bangun pun kembali di cegah. Starla benar-benar di minta untuk istirahat dan jangan turun dari ranjangnya untuk saat ini.
"Biar ku panggilkan, kamu diam di sini," titah ArXy.
Ia mengusap pelan pipi Starla sebelum keluar dari kamar tamu untuk memanggil putri mereka yang entah dimana bersama Amih.
Cek lek
ArXy kembali masuk dengan tangan menuntun Chia, anak itu berlari dan masuk ke dalam pelukan mamanya. Tangis keduanya pun pecah bersama saat melepas rindu, satu bulan cukup lama bagi mereka yang baru saja bertemu setelah 4 tahun berpisah. Hari yang berat itu benar-benar menguji perasaan dan sabar bagi dua wanita di hadapan ArXy.
__ADS_1
"Chia kangen Mama, Mama gak bilang kalau mau sini?" tanya Chia sambil terisak.
"Kan mama mau kasih kejutan buat Chia," sahut Starla, keduanya saling menghapus air mata sambil tersenyum dan itu sangat manis serta mengharukan bagi siapapun yang melihat mereka.
ArXy membiarkan Chia dan Starla mengobrol sembari saling memeluk, ia sungguh menikmati drama lepas rindu anak dan ibu tersebut.
"Dokter bilang tekanan darahmu rendah. Kali ini kamu harus banyak makan dan minum vitamin," ujar ArXy karna infus saja rasanya tak cukup.
Starla hanya mengangguk, ia tak akan protes untuk kali ini karna memang badannya sungguh sangat lemas, hanya karna Chia lah ia berusaha untuk tetap tersenyum dan meladeni semua ocehannya.
.
.
Tak hanya makan siang, karna makan malam pun dibawakan langsung oleh ArXy ke kamar tamu tak hanya untuk Starla tapi untuknya dan anak mereka juga. Malam ini ketiganya akan makan malam bersama tapi bukan di ruang makan, Amih dan Apih tentu mengizinkan mengingat ini demi cucu mereka, tak perduli dengan ArXy dan Starla yang sudah dewasa karena fokus pasangan paruh baya itu hanya pada KhayXyLa NauRahardian Wijaya.
"Punyamu di makan, jangan suapin Chia terus," kata ArXy yang membuat Starla langsung menoleh kearah nya.
Posisi mereka kini duduk di atas karpet dengan meja di tengahnya, Dan kini Starla di apit oleh anak dan mantan suaminya.
"Chia di suapin Mama, telus Papa suapin Mama dong, biar Mama bisa makan," ucap gadis kecil berponi itu.
Starla dan ArXy tentu langsung saling pandang, bingung harus bagaimana menolak dan memberi pengertian pada putri mereka saat ini.
"Papa kan udah habis makannya," sambung Chia lagi sambil melirik kearah piring milik ArXy yang kosong.
ArXy mengusap tengkuknya, ia melirik kearah Starla yang tanpa ekspresi berarti atau kode dan sebagainya membuat ia ragu untuk melakukan apa yang di minta anaknya.
ArXy hanya tersenyum kecil, ia paham apa yang di maksud mantan istrinya barusan.
Makan malam selesai, main bersama juga selesai kini saatnya Chia untuk tidur, bocah menggemaskan itu langsung naik keatas ranjang setelah Starla menggantikan bajunya dengan piyama tidur bergambar Hello Kitty.
"Chia bobo sama Mama ya," ucapnya senang, entah sudah berapa kali ia mengatakan hal itu.
"Iya, Chia bobo sama Mama," sahut Starla sambil tersenyum, perasaannya begitu lega karna bisa mendekap lagi buah hatinya sepanjang malam.
"Papa bobo sini juga kan?"
"Enggak, Sayang, Papa bobo di kamar atas kaya biasa." Dengan cepat Starla kembali menyahut.
"Papa temenin aja ya," timpal ArXy yang hanya di jawab anggukan kepala.
.
.
Chia yang tidur dalam pelukan mamanya sedikit demi sedikit di lepas, Starla turun dari ranjang menghampiri ArXy yang duduk di sofa panjang untuk ukuran dua orang, mereka pun mau tak mau berdampingan meski masih ada ruang sedikit di tengah untuk pemisah jarak di antara pasangan yang tak lagi halal tersebut.
"Maaf, kedatanganku merepotkanmu tanpa pemberitahuan juga," ucap Starla. Chia yang menempel dengannya terus menerus membuat mereka sulit untuk bicara serius.
"Tak apa, ini kejutan untuk kami, terimakasih."
__ADS_1
"Besok aku pulang, dan aku pun tak bisa janjikan apa-apa lagi untuk Chia, aku--,"
"Tak bisakah tetap tinggal disini?" potong ArXy langsung.
Starla menoleh dengan kedua alis bertautan, dan itu malah membuat ArXy tertawa melihat ekspresi wajah yang kebingungan namun tetap cantik meski masih terlihat sedikit pucat.
"Mama Chia, biasa aja dong liatinnya, " ledek nya kemudian.
Jujur, ArXy tak ingin membahas hal berat dengan mantan istrinya, apalagi jika sudah mendengar kata pamit dan pesan menitipkan Chia.
Karna entah kenapa semuanya begitu sesak dalam dada ArXy yang seolah tak rela.
"Lain kali gak usah tanya macem-macem!"
"Kenapa? aku hanya mawakili pertanyaan Chia loh," goda ArXy yang sebenarnya serius ingin jawaban pasti.
"Belum saatnya, aku tak pernah punya niat untuk kembali ke kota ini. Semua orang memang punya luka dan perlahan sembuh tapi tidak dengan traumanya," jelas Starla yang kembali menoleh sambil menatap teduh ke arah sang mantan suami.
"Kamu masih membenciku?" tanya ArXy dengan detak jantung tak karuan.
"Aku tak pernah membencimu, rasaku sepertinya tetap sama bahkan namamu masih disini. Siapapun belum ada yang bisa menggeser posisimu," ungkap jujur Starla sambil memegang bagian dadanya.
Matanya mulai berkaca kaca tapi ia tahan untuk sampai tak jatuh ke pipi, tapi itu semua sia-sia saat tubuhnya di tarik oleh ArXy.
"Aku tak memaksamu untuk memaafkanku. Salah ku tak terhitung dan jahatnya aku sangat membekas di hatimu, tapi aku akan terus memintanya darimu, Maaf."
Starla menghapus air matanya, ini pelukan pertama yang ArXy berikan padanya, meski rasanya terlambat tapi tak apa-apa dibanding tak sama sekali, mereka juga kini bukan pasangan remaja yang selalu mengandalkan ego mungkin ini saatnya bicara dari hati ke hati.
"Baru sekarang aku peduli padamu, baru sekarang aku bisa menerimamu, dan baru sekarang aku sadar arti hadirmu. Aku tahu aku salah tapi itu semua karna tak adanya rasa dalam hatiku," ungkap ArXy jujur.
Starla mengurai pelukan, tatapan nya begitu menenangkan sampai ArXy tak rela untuk di lepas.
"Aku paham, mana mungkin kamu perduli, terima dan mau akan hadirku jika aku bukan wanita yang kamu cintai. Aku mengerti, kamu tak perlu menyalahkan dirimu sendiri tentang sikap mu yang dulu karna kita tak tahu kapan rasa itu jatuh bahkan setelah perpisahan, begitu kan maksudmu?"
ArXy mengangguk, hatinya tak bisa di paksa meski satu tahun lamanya tinggal bersama. Namun datangnya Starla dengan sosok lain yang memenuhi kriterianya membuat duninya berbanding terbalik. Ia suka dengan Starla yang sekarang, aura Keibuannya tak hanya membuat Chia nyaman tapi dirinya juga.
"Kamu masih mencintaiku, aku bisa lihat itu dengan sangat jelas," kata ArXy yang di balas senyum serta anggukan kepala.
"Memang, tapi maaf ya."
"Maaf apa?" tanya ArXy mulai panik.
.
.
.
Aku hanya mencintai orangnya bukan sifatnya. Tak bisa kembali bukan karna tak cinta hanya saja tak ingin terluka...
__ADS_1