Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Season 2 # 02


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Ngapain ke kamar mandi?buka sini aja," kata ArXy yang tak sabar karna jagung bulu itemnya sudah ingin Lol-loa'an di antara apem sobek.


"Au ah." Starla langsung bergegas ke kamar mandi, jika sebentar saja ia menoleh ke belakang ia pasti takut saat melihat kedua mata suaminya yang bulat sempat sedang menatapnya itu.


Starla pergi tak perduli bagian punggungnya terbuka lebar hingga pinggang rampingnya, meski ada sedikit malu tapi barusan juga sudah sedikit di nikmati oleh suaminya walau baru ciuman ciuman kecil.


Sudah berada di dalam kamar mandi, Starla berusaha sendiri melepas gaunnya yang cukup panjang. Untunglah tempat itu besar dan sangat luas jadi ia bisa dengan nyaman membukanya meksi harus berusaha payah.


"Huft, Amih kayanya sengaja pesenin gaun seribet ini biar anaknya gak bisa Sat Set, padahal tau sendiri kalo kak ArXy itu orangnya gak sabaran, bagusnya susah di sobek," gumam Starla yang sepertinya ada feeling tertentu yang ia arahkan pada ibu mertua jahilnya itu.


Ia yang sudah menanggalkan semua pakaian luar, tinggal menyisakan pakaian dalam, Starla berdiri di depan cermin besar menatap tubuh tinggi langsingnya yang kini hanya ada BrA dan kain tipis di bagian sensitif nya yang baru satu kali seumur hidupnya di sentuh.


Akan kah kejadian itu akan terulang lagi? Aku masih ingat sakitnya, perihnya dan kecewanya setelah berhubungan. Apa dia akan kembali tidur di sofa setelah melawati malam panas untuk kedua kalinya?


Apa dia akan meminta maaf lagi? lalu merasa tak terjadi apa-apa di antara kami.


Pokiran itu mendadak muncul di otaknya, bayangan 5 tahun saat malam pertamanya itu kembali muncul di pelupuk mata, dimana itu pertama dan terakhirnya mereka tidur di satu ranjang yang sama sebelum akhirnya harus kembali diam tanpa bertegur sapa.


Wajarkah jika Starla takut?


Mengingat ia yang sudah di ajak ke puncak surga dunia dan di waktu yang sama di hempaskan ke jurang neraka pernikahan.


"Enggak, ini bukan ArXy yang dulu, yang sekarang itu papanya Chia," ucap Starla meyakinkan dirinya sendiri jika yang berdampingan dengannya hanya orang yang sama tapi dengan sifat yang sedikit berbeda karna usaha ArXy yang selama ini ingin jauh lebih baik dari sebelumnya.


Starla yang masih menatap lekat tubuhnya di depan cermin harus berkali-kali menarik napas dan di buangnya perlahan hingga ia kembali sadar dengan tujuannya masuk ke kamar mandi sampai harus meninggalkan suaminya.


Dengan perasaan tak karuan itulah Starla masuk kedalam bilik kaca untuk buang air kecil sambil memastikan apa yang ia rasakan.


"Kok bisa?" tanya Starla pada dirinya sendiri yang aneh dengan apa yang ia lihat.

__ADS_1


Ada bercak merah di pakaian dalamnya yang memang berwarna putih bersih. Rasa takut di amuk ArXy pun mulai membuat tangannya langsung dingin dan bergetar.


"Bukan, ini bukan salahku, dia tak mungkin memarahiku, kan?" gumam Starla membesarkan hatinya lagi, karna bagaimanapun rasa trauma itu masih ada. Dulu, apapun yang terjadi selau ia yang di salahkan di pojokkan. Entahlah untuk sekarang, mengingat pria itu sudah sangat ingin menerobos apem sobeknya.


Ceklek


Starla keluar dengan handuk kimono di tubuhnya yang ramping, yang kata ArXy bilang harus di peluk erat agar berasa padahal itu hanya modus di tengah rangkaian ide mesumnya.


"Lama!" cetus ArXy kesal karna sudah menunggu selama 25 menit yang berada seperti 25 jam baginya yang resah gelisah.


"Kak, aku butuh pembalut," ucap Starla pelan.


"Apa, Belut?" tanya ArXy yang berharap kali ini telinganya kemasukan batu bata.


"Pembalut, Kak. Aku minta Belut nanti di omelin Jingga." protes nya pada sang suami yang Starla tahu jika ia hanya pura-pura tak paham.


"Oh iya, kamu udah punya Jagung manis yang udah siap di buka di jilat terus di celupin, iya kan, Sayang," balas ArXy yang mencoba menghibur dirinya sendiri, kali ini ia ingin lari dari kenyataan jika...


.


.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Gimana? kamu nanya aku, gimana? suwer tekewer kewer ini peureeeeeeeez!" sahut ArXy kesal.


"Katamu, tanggal datang bulan minggu depan, terus kenapa sekarang, hah?" tambahnya lagi semakin frustrasi terlebih ia sudah membuka bajunya sendiri.


"Ya emang, bulan depan. Kan kita udah bahas ini ke dokter dan kamu denger sendiri, mana mungkin aku bohong."


Ya, keduanya memang akan langsung progam hamil setelah menikah, karna Chia sudah sangat ingin punya Bayi seperti permintaannya tahun lalu. Keduanya tentu sepakat untuk TIDAK menunda tapi tetap berpasrah kepada Mak Othor nu pang bageuer na iye, kapan memberi mereka anak kembali. Tanpa sesajen tentu jalan menuju kebahagiaan akan menemukan banyak ringan juga cobaan. Tak perduli badai dan hujan batu karna tsunami pun siap menerjang.

__ADS_1


"Terus kenapa nongolnya sekarang? sungguh ini tuh bukan di waktu yang tepat!"


"Ya aku mana tahu, tanya Si teteh sana," balas Starla yang ikut kesal.


ArXy memicingkan matanya ke arah pojokan dimana sang pemuja rahasia Gajah sedang sibuk membuka cangkang kuaci.


"Apa lo? mau protes! Noh emak emak lagi pada cekikian saking senengnya. Mon maap lo gak ada yang belain, ManDud!"


"Iya, dah iya, the power of emak-emak. Curang maennya kroyokan!" cibir ArXy..


"Cari pembalut gih, cepetan!" titah Starla yang semakin tak nyaman, ia kini sudah duduk di sofa dengan kedua kaki yang ia rapatkan.


"Kemana?" tanya ArXy bingung. Seumur hidupnya ia tak pernah punya pengalaman dengan si roti Jepang bersayap itu.


"Terserah, minta orang hotel untuk beli atau minta sama kak Qia, kayanya dia lagi datang bulan juga," kata Starla yang ingat tentang pembahasan semalam di grup chat @pawangRahardian.


"Minta sama Qia? tuh perempuan mulutnya berisik banget kaya knalpot bajaj. Dikasih sih dikasih tuh si belut. Tapi satu menit kemudian dia cerita dah tuh sama si Terompet Kiamat, nah satu detik kemudiannya lagi grup chat kompor meleduk penuh sama stiker gambar orang ketawa guling-guling sama salto gak jelas, yang di sindir satu yang nyaut semuanya. Yang biasanya jadi team nyimak di pojokan aja kalo ada laki yang mendadak puasa gini pasti nongol juga. Kalau udah begini, rasanya aku tuh gak perlu lagi dah daftar ke si Lilin, langsung Nyemplung aja sendiri ke Nelakanya," omel ArXy panjang lebar melebihi gerbong kereta.


Starla yang mendengar semua yang di ucapkan suaminya tentu hanya diam saja sambil terus mencerna yang sebenarnya itu sebuah tindakan protes dan penolakan mencari pembalut untuknya, tapi karna saking panjangnya justru membuat kata demi kata yang meluncur dari mulut mantan Duda tersebut terasa sulit sampai di otaknya tadi.


ArXy yang uring-uringan tak jelas masih duduk di tepi ranjang yang begitu banyak kelopak bunga mawar merahnya, wanginya sampai tak tercium karna kalah dengan rasa jengkel nya, semua sudah di persiapan oleh pria itu sejak dua minggu sebelum menikah, termasuk menjaga pola makan sehat, oleh raga rutin dan istirahat yang cukup karna ia ingin di puji keperkaSAanya oleh sang istri yang tahan lama alami bukan karna obat apapun. ArXy ingin malam kedua dengan wanita yang samanya itu jauh lebih indah dan terkesan.


Jadi, wajar jika malam ini ia begitu merana karna si bulu bulu tak jadi kembali saling berjumpa.


"Ya masa aku mau gini aja, nanti kalau keluar terus gimana?" tanya Starla hampir menangis.


.


.


.

__ADS_1


Sini aku sumpel...


__ADS_2