
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Bahagia adalah kata paling sederhana namun penuh makna karna untuk bahagia tentu kita sendiri lah yang menciptakannya . Arti bahagia pun tegantung pada penilaian dan sudut pandang masing-masing orang nantinya, kecuali mereka memang memiliki tujuan bahagia yang sama seperti pasangan suami istri dengan visi dan misi serupa saat mejalani bahtera rumah tangga yang tentunya tak sebentar karna butuh waktu seumur hidup untuk bersama.
"Jika bahagia adalah anak-anak, pasti tak akan ada yang namanya perceraian, Mah," ujar ArXy pada wanita yang kini sedang membelai rambutnya tersebut diatas pangkuan.
"Hem, iya juga ya. Mungkin harta berlimpah?"
"Banyak juga yang bunuh diri padahal mereka lebih dari cukup," jawab ArXy lagi.
"Lalu menurutmu bahagia itu apa?" tanya Starla yang akhirnya penasaran dengan arti bahagia versi suami bucinnya itu.
ArXy lalu tersenyum, sedangkan Starla akhirnya memilih untuk menyiapkan hatinya karna ia yakin apa yang akan keluar dari mulut pria cinta pertamanya itu akan langsung membuat hatinya bagai kebun bunga di surga dunia.
"Jadi kamu mau tahu?"
"Katakan, bagaimana bahagia itu kamu rasakan, Pah," pinta Starla dengan tangan masih mengusap kepala suaminya.
"Bahagiaku cukup hidup tenang denganmu, saling melengkapi, mengerti, menjaga kesetian dan pastinya bisa menjadi pakaian untuk masing-masing," jawab ArXy yang langsung membuat kedua mata ibu dua anak itu berkaca-kaca.
__ADS_1
Bahagia yang memang sederhana dirasakan oleh Sang Tuan Muda Rahardian jika memang kebetulan sudah mendapatkan belahan jiwa dunia akhiratnya.
"Dan bahagia menurutku adalah, saat cinta dan perhatianmu tak berubah," balas Starla.
ArXy yang mengangguk langsung bangun dari baringnya, ia peluk wanita yang selama ini sudah bertahan dengannya itu.
"Terima kasih, tak ada yang sesabar kamu, tak ada yang mengerti aku selain kamu, aku mencintaimu Starla," bisik ArXy yang semakin mengeratkan pelukan.
"Cintaku sudah habis untukmu, kamu yang selama ini menjadi segalanya membuatku tak bisa tanpamu, Pah."
ArXy langsung menangkup wajah wanita halalnya itu dengan kedua tangannya, ia ciumi mulai dari kening hingga ke dua pipi lalu berakhir di bibir dengan sekilas.
Keduanya tersenyum lalu tertawa kecil karna apa yang mereka lakukan tentu bukan napsu semata melainkan sikap manja pertanda saling mengasihi.
"Yuk," ajak ArXy dengan menaik turunkan alisnya.
"Hey, gak liat ada Chio lagi main!" cetus Starla sambil melirik kearah putranya yang sedari tadi memang asik bermain sendiri sebab kakaknya sedang tak di rumah.
Chia di jemput XyRa seperti biasa untuk menghabiskan waktu bersama, meski kini anak itu sudah bersama mamanya namun XyRa maupun Chia punya hari dan tempat sendiri dihati masing-masing.
__ADS_1
"Kan Chio lagi anteng, gak usah banyak alasan."
Starla langsung menggeleng kan kepalanya, ia tak mau meski hanya sekedar main-main disaat anaknya belum tidur seperti ini.
"Kenapa? kan gak berkebun," kata ArXy kesal.
"Sama aja, aku gak mau anakku matanya ternoda terus liat kelakuan papanya yang mesum!"
ArXy malah terkekeh, ia lalu bangun dan mengambil kain kecil diatas ranjang. ArXy yang menghampiri Chio langsung berjongkok di depan putra mahkota Rahardian.
.
.
.
.
Main upet upet yuk, Chio cari papa ya....
__ADS_1
T A M A T