Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Sosok lain bagimu.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kamu memintaku bekerja menjadi pengasuh Chia? begitu maksudmu, Kak?" tanya Starla memastikan.


"Bukan, aku hanya ingin kamu bersama Chia dan untuk semua keperluanmu, kamu bisa memakainya dari kartu itu," jelas ArXy dengan sorot mata kearah benda kecil di atas meja.


"Sama saja," cetus Starla dengan nada kesal sambil melipat tangan di dada.


"Bedalah, otakmu saja yang tak bisa mencerna!" balas pria yang tak ada senyum senyummya tersebut.


Starla tak lagi menimpali, percuma rasanya berdebat dengan manusia yang otaknya seperti batu dan maunya menang sendiri. Sudah biasa bagi pria itu mengatur semua sesuka hatinya seperti ini. Ia bukan mengajak diskusi tapi lebih ke memerintah tanpa ingin ada bantahan.


"Aku tak bisa, aku akan tetap bekerja dengan Kak Arlan, jumat sore aku bisa kemari bermain dengan Chia atau mungkin kamu bisa mengantarnya kesana saat ada waktu senggang." tolak Starla tetap pada pendirian.


Meski alasannya Chia, ia tetap tak bisa mengubah rencananya begitu saja apalagi ini mengenai Arlan. Pria itu sudah sangat senang saat Starla mau bekerja dengannya karna ia bisa dengan leluasa menjaga wanita itu dengan baik tanpa khawatir saat jauh.

__ADS_1


"Arlan lagi!"


"Cuma dia yang ku punya, Kak," sahut Starla yang mampu membuat seorang ArXy Rahardian Wijaya menoleh dengan cepat.


Ya, Pewaris keluarga konglomerat itu memang reflek memalingkan wajahnya yang mendadak merah menahan rasa yang menggebu-gebu dalam dadanya. Lagi dan lagi Starla selalu saja menurut dan mementingkan mantan Asisten pribadinya itu dibanding Chia atau dirinya. Sesak rasanya saat mendengar wanita yang kini ada di sampingnya itu mengatakan jika hanya Arlan yang di miliki.


"Kamu mencintainya?" tanya ArXy serius, ini bahkan serius dari pada saat ia menceraikan ibu dari putrinya 4 tahun lalu tersebut.


"Cintaku masih kepada si penghuni hati yang lama. Tapi untuk pada Kak Arlan rasanya lebih dari itu. Nyaman dan aman yang ia berikan lebih membuatku takut kehilangannya."


"Dia mencintaimu, kan? ayo jawab."


Hal diluar dugaan lagi, ArXy menangkup wajah Starla dengan kedua tangannya secara tiba-tiba. Kini, wajah mereka saling berhadapan dengan sangat dekat hingga hanya berjarak beberapa centimeter saja sejak ArXy menggeser duduknya.


"Bisakah untuk tidak menyebut namanya di depanku, hem?"

__ADS_1


"Kamu kan nanya, ya aku jawab," sahut Starla.


"Diam! atau ku gigit bibirmu!" ancam ArXy yang membuat Starla rakut.


Tubuhnya bergetar dengan kedua mata yang berkaca-kaca, bayangan mereka melakukan penyatuan tubuh untuk yang pertama dan terakhir terlintas lagi di benak Starla. Ia bingung harus bagaimana lagi melupakan kejadian itu sebab di lain sisi itu adalah kenangan terindah satu-satunya yang di miliki Starla bersama ArXy, ia masih ingat bagaimana bibir lembut pria itu mencium pipi hingga leher dengan sangat lembut hingga Starla begitu sangat menikmati tanpa ada rasa takut karna ia menyerahkanya atas nama cinta dan kewajiban sebagai istri.


"Kenapa? apa aku menjadi sosok lain bagimu sekarang?" tanya ArXy pelan, tapi hembusan hangat napasnya mampu menyapu wajah Starla yang pucat.


ArXy bertanya seperti itu karna ia tahu betapa ia dulu begitu di cintai oleh wanita yang selalu menuruti maunya itu, termasuk bercerai dan meninggal kan anak mereka.


.


.


Tentu, kamu tak lebih hanya Ayah dari putriku.

__ADS_1


__ADS_2