Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Episode. 4


__ADS_3

Setelah pinjaman di dapatkan ayahnya pergi untuk selamanya. Sejak saat itu Tris sangat membenci Sera dan belum bisa melupakan kekejaman Sera. Dan sejak kejadian itu Rindi mulai membencinya karena Rindi mengira kematian sang Ayah akibat memperjuangkan hidup Tris.


Ibunya juga lebih protektif terhadap Tris karena ibunya takut asam lambung anaknya kambuh lagi. Sekarang Tris memiliki tubuh yang padat dan berisi. Tidak kurus dan juga tidak gemuk orang yang melihatnya pasti gemas dan ingin mencubit pipi chubby nya.


"Kamu sudah pulang sayang." Retha menghampiri Tris dan meletakkan jus kesukaannya, jus jeruk campur susu.


"Terimakasih ibu." Tris langsung meneguk jus itu sampai kandas. Matahari sangat panas tenggorokan Tris kering. "Ibu tau Tris langsung di terima kerja ibu."


"Oh ya." Retha terkejut sekaligus bangga. Sangat jarang perusahaan Sky menerima karyawan dengan sangat cepat. Biasanya perusahaan itu menyeleksi para karyawan sangat ketat.


"Bagus sekali nak kamu bisa meraih impianmu." Retha tau putrinya sangat ingin menjadi desainer.


"Iya ibu. Tris akan belajar lebih giat lagi agar Tris bisa menjadi desainer terkenal dan gaji pertama Tris akan aku berikan kepada ibuku tersayang." Tris mencium pipi ibunya. Tris yakin dia bisa menjadi seorang desainer yang terkenal sampai go internasional.


Retha terharu, putri kecilnya belum juga menerima upah sudah memikirkan dirinya. Retha mencubit wajah gemas putrinya. Jika saja putrinya tidak selamat lima tahun yang lalu Retha pasti ikut menyusul. Dia sangat mencintai suaminya, dia rela melanggar dosa asalkan dapat menemui suaminya di alam lain.


Melihat bola mata bulat itu terbuka Retha mencoba bertahan. Wajah putrinya bak pinang dibelah dua dengan suami tercinta. Terkadang Retha akan diam-diam melihat wajah lelap putrinya untuk melepaskan rindu.


Malam hari meja makan itu penuh dengan empat sosok hanya satu kursi yang kosong dan akan tetap seperti itu selamanya. Kursi ayah dari ketiga sosok bidadari cantik itu.


"Seleksi mu lancar?" Retha memandang wajah putri sulungnya. Wajah yang mirip denganya tapi tidak dengan sifatnya. Putri sulungnya memiliki ambisi tinggi.


Sera tersenyum." Aku lolos tes perawan ibu." Wajahnya bersemu merah.


"Wah, jadi kakak menahan diri hanya untuk menjadi nyonya Sky?" Rindi menggoda Sera sehingga wajah Sera bak kepiting rebus.


"Kak Rindi kenapa tidak ikut mencoba? Bukankah umur kakak juga cocok. Persyaratan dua puluh dua tahun ke atas."


Tris melirik Rindi yang mematung. "Aku tidak ingin bersaing dengan kakak Sera."


"Oh." Padahal Tris ingin melihat persaingan antara kedua kakaknya. Katakanlah dia jahat Tris bukan sosok yang berhati malaikat atau penuh kepura-puraan.

__ADS_1


"Lagian kakak Sera sudah lama menyukai Tuan Rehan." Rindi menambahkan.


"Oh." Tris melirik Sera. ' Apa laki-laki itu yang yang menyebabkan aku menderita?' Jika iya! Tris sudah salah besar. Tiga tahun mencintai sosok laki-laki yang di bencinya.


"Jadi dia laki-laki itu?" Tiba-tiba raut wajah Tris berubah dingin.


"Tris Tuan Rehan tidak tau apa-apa jangan membawa-bawanya." Sera berwajah teduh.


Tris langsung berdiri. " Maaf ibu, Tris ingin istirahat."


"Tris." Sera ingin memanggil adiknya dan berniat menyusul.


"Biarkan dia Sera." Retha menghentikan Sera. Dia saja belum bisa menerima apalagi putrinya yang sangat dekat dengan sang ayah.


Tris menenggelamkan wajahnya kebawah bantal. " Ayah maafkan Tris. Seandainya hiks, seandainya Tris tau laki-laki itu penyebab kakak Sera hilang kendali maka aku juga tidak akan mencintainya. Hiks-hiks." Tris mengutuki kebodohannya. Bisa-bisanya dia jatuh cinta pada laki-laki yang menyebab penderitaannya selama ini. Bahkan sosok itu masih melekat dalam hatinya sampai sekarang.


Empat tahun yang lalu Tris menolong Rehan dari kecelakaan maut. Didalam mobil itu sang supir meninggal di tempat. Rehan kritis dan Nenek Elvi hanya luka namun sedikit parah. Setelah beberapa bulan berlalu nenek Elvi mencarinya dan akhirnya menemui Tris secara pribadi. Nenek Elvi menawarkan hadiah yang sangat besar kepada Tris karena telah menolong dirinya dan juga cucu kesayangannya.


Tris yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Rehan Sky langsung menolak tawaran sang nenek tapi Tris meminta di nikahkan dengan Rehan setelah dia lulus sekolah. Nenek Elvi awalnya terkejut dan bahkan tertawa ringan. Dia merasa Tris sosok yang blak-blakan dan anehnya nenek Elvi langsung setuju. Nenek Elvi lupa bahwa cucu kesayangannya sosok yang sangat dingin dan tak tersentuh.


Dia dengan mudahnya jatuh cinta pada sosok laki-laki yang dia benci selama ini. Laki-laki itu penyebab kehancuran keluarganya yang dulunya sangat harmonis. Sekarang tiga saudara kandung serasa musuh.


Keesokan harinya Tris berangkat lebih pagi, dia tidak ingin terlambat mengingat dia naik bus.


"Lebih baik naik mobil ibu nak, ibu tidak membutuhkan lagi." Retha menemani putri bungsunya menuju halte. Hanya berjalan sepuluh menit dari komplek. "Naik mobil tidak seru ibu lebih seru naik bus."


Retha mengembuskan nafas panjang." Baiklah lakukan yang membuat mu bahagia sayang." Retha tidak ingin memaksa. Dia sangat paham dengan sifat putri bungsunya, hampir sama dengan sang suami. Jika putri kecilnya bahagia dia juga akan bahagia.


Setelah Tris pergi terdengar suara motor yang memekakkan telinga. Retha kembali menghembuskan nafasnya. ' Kapan anak ini bisa feminim.'


"Ibu uang jajan." Rindi meletakkan kedua tangannya lebar-lebar. Retha memberikan uang jajan untuk putri keduanya. Suaminya dulu seorang perwira TNI masih ada uang bulanan. Retha juga memiliki dua restoran yang masih berjalan dengan baik jadi dia tidak kekurangan uang.

__ADS_1


 "Terimakasih ibuku tersayang. " Rindi mencium Retha. " Hati-hati nak jangan ngebut. "


"Siap komandan." Rindi langsung ngegas. Retha geleng-geleng kepala. ' Baru saja di iya kan. '


Tris memasuki ruangan barunya, satu ruangan itu terdapat lima orang dan satu kepala desainer. Tiga perempuan dan satu laki-laki.


"Apakah ini asisten baru kita." Gadis bertubuh seksi memasuki ruangan di ikuti dua orang dari belakang.


" Hei gadis gemuk perkenalkan dirimu." Tris ingin memaki wanita kurus itu. ' Imut begini di bilang gemuk apa dia buta?'


"Perkenalkan namaku Tris Walker." Tris menunduk hormat.


"Selamat bergabung Tris." Laki-laki dan seorang wanita berkaca mata menyambut Tris hangat.


"Apa kamu sudah kenal dengan kepala desainer kita?"


Tris menggeleng.


"Mungkin sebentar lagi dia datang."


Tris meletakkan tasnya. Setelah beberapa menit sebuah suara membuat telinga Tris berdengung.


"Selamat pagi semuanya."


"Pagi Nyonya Lori."


Ketiganya menyapa hanya Tris yang berkedip-kedip.


"Kamu anak baru nya?"


Lori mendaratkan pantat di kursi dan memperhatikan Tris.

__ADS_1


"Iya Nyonya Lori."


"Bagus, kamu cantik mudah-mudahan otakmu mengikuti."


__ADS_2