
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Sayang? sayang sama siapa?" tanya Starla, andai ArXy ada di depannya kini mungkin pria itu akan tertawa melihat raut wajah mantan istrinya yang kebingungan.
"Hah?" ArXy yang kaget karna tadi sadar tak sadar pun langsung panik.
"Tadi kamu panggil sayang ke siapa?" tanya Starla lagi, ia tak sedang percaya diri justru pikirannya mengarah ke Clarissa.
"Sayang? Oh, ini kopiku sayang belum di habisin," jawab ArXy dengan kekehan terpaksa.
Starla hanya mengangguk seakan ArXy ada hadapannya, ia kembali harus percaya dengan apa yang di katakan ayah dari putrinya. Tak ada alasan untuk Starla menuduh ArXy berbohong karena itu akan memancing keributan dah mereka tak pantas untuk hal tersebut mengingat statusnya kini bukan suami istri lagi.
"Ya sudah, aku akan telepon Chia dulu," kata Starla ingin mengakhiri obrolannya. Ia tak mau salah mengambil sikap karna menutup rasa cemburu itu sulit di lakukan oleh semua wanita.
"Jangan, nanti saja ke nomerku. Aku pulang sekarang ya," cegah ArXy yang langsung bangun dari duduk.
"Hem." Hanya deheman kecil yang di jadikan jawaban oleh Starla.
Panggilan pun terputus, kini ArXy buru-buru kembali ke ruang rawat inap dimana ada Clarissa disana, ia akan pamit lebih dulu pada wanita itu sebelum pulang kerumah. Akan ada alasan lagi baginya berbicara dengan Starla jika memakai ponselnya sendiri.
__ADS_1
Cek lek
"Ar--," panggilan Clarissa. Infus yang sudah habis beberapa kantong ternyata tak membuat keadaannya jauh lebih baik.
"Iya, kenapa?" tanya ArXy sambil menarik kursi.
"Sudah dari kantinnya?"
"Iya, aku pulang ya, besok pagi sebelum ke kantor aku kemari lagi," pamit ArXy yang tak mendapat jawaban apapun kecuali raut wajah kecewa dari Clarissa.
ArXy tersenyum simpul saat wanita itu mengangguk pelan, tak perlu memeberi alasan apapun karna pastinya Clarissa tahu jika ada Chia yang menunggu di rumah, ia tahu betul bagaiamana tuan putri Rahardian itu tak bisa tidur tanpa papanya.
Kasihan jika melihat Clarissa yang harus hidup mandiri tanpa orang tua di sampingnya. ia tumbuh jadi pribadi yang arogan dan keras karna harus mandiri dan melindungi diri sebelum waktunya. Tak punya teman dekat untuk berbagi membuatnya selalu ingin di perhatikan termasuk oleh ArXy.10 tahun bersama sudah cukup bagi mereka kenal akan pribadi masing-masing.
.
.
Sampai di rumah ia disambut dengan wajah masam Chia, Si anak cantik itu tahu jika papannya
__ADS_1
sedang bersama sang asisten.
"Tante galak kenapa?" tanya Chia.
"Sakit, Sayang. Nanti kita jenguk kesana ya."
"Nda, Chia mau sama sama, Chia belum telepon Mama," tolak nya sambil menadahkan tangan dan ArXy paham hal itu.
ArXy merogoh kantong celananya untuk meraih si benda pipih, waktu yang sudah malam tak akan membuat Chia bisa lama-lama mengobrol dengan mamanya apalagi dengan posisi berbaring sambil di usap usap di atas ranjang, tak lebih dari 20 menit Chia pasti akan terlelap terbuai mimpi dan sisanya pasti ArXy yang meneruskan obrolan tersebut, itulah yang kini ada di otak Pria yang sedang senyum-senyum tak jelas, banyak modus dan akal bulus yang akan di lakukan oleh ArXy demi mamanya Chia.
ArXy yang susah menekan nomer sang mantan istri tinggal menunggu wanita itu menyapa dengan suara lembutnya yang menenangkan.
"Hallo," jawab seseorang dari sebrang sana.
.
.
.
__ADS_1
Papa, kok bukan Mama?