Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Kamar hotel.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Iyakah?" tanya Starla pada mantan suaminya yang masih fokus mengendarai mobil.


ArXy yang tahu sedang di perhatikan hanya bisa menahan hatinya untuk tidak menoleh kearah Starla yang kini menunggu kejelasan atas apa yang di ceritakan oleh Chia barusan.


"Apa?" ArXy balik bertanya pura-pura tak paham.


"Kakak yang ingin cepat menjemput ku, kenapa?" tanya Starla lagi semakin di buat penasaran.


"Dan kamu percaya pada cerita Chia, hah?"


"Tentu, karna putriku tak mungkin berbohong," cetus Starla sambil memeluk dan menciumi pucuk kepala Chia.


"Kamu pikir aku manusia kurang kerjaan yang harus menunggumu di Bandara. Kamu tak datang pun aku tak masalah," balas ArXy.


"Tentu, karna aku datang untuk Chia, bukan untukmu! jadi, ada atau tak adanya aku bukan urusanmu."

__ADS_1


Chia yang mendengar orang tuanya berdebat mengeratkan pelukan, Starla nya peka dengan rasa tak nyaman putrinya pun langsung minta maaf.


Mobil kini terarah ke salah satu Restauran mewah karna waktu hampir memasuki jam makan malam. Mereka langsung duduk di area privat room dan memesan beberapa makanan. Chia yang suka sekali dengan sayap ayam tentu tak jauh jauh dari makanan tersebut.


"Kenapa gak makan nasi?" tanya ArXy saat mendengar apa yang di pesan mantan istrinya.


"Itu juga sudah cukup," jawab dengan wajah datarnya.


"Jangan sampai sakit," ucap ArXy, kini ia ditatap aneh oleh Starla.


"Hey, jangan percaya diri dulu. Kalau kamu sakit anakku pasti sedih dan ujung-ujungnya aku juga yang susah, Nona!" balas ArXy, tatapannya begitu tajam ke arah Starla hanya demi menutupi rasa malunya.


Jika wanita lain atau mungkin Clarissa pasti akan senang mendengar ucapannya barusan, tapi tidak dengan Starla yang masih menunjukan wajah datar. Ia masih membentengi hatinya dari seorang ArXy Rahardian Wijaya.


Makan malam selesai, mereka main sebentar di area playground di resto tersebut, tapi ArXy hanya menunggu di luar sambil memperhatikan Chia dan Starla yang tertawa bersama karna di detik yang sama pula senyum tersungging di sudut bibirnya.


Lelah dan kantuk pun di rasakan Chia, biasanya ArXy akan mengajak anaknya pulang di jam 9 tapi ini sudah lebih dari jam 10 mereka masih saja asik di luar, jika ArXy sedikit saja lebih peka tentu itu karena ia pun tak rela momen indah kebersamaan ini cepat berakhir.

__ADS_1


"Papa, pulang yuk, Chia mau bobo," rengek anak itu, sedekat apapun ia hari ini pada sang Mama tapi papanya tetap yang utama saat ingin terlelap.


"Ngantuk ya, Sayang. Kita pulang sekarang," ajak ArXy.


Ketiganya pun bergegas kearah mobil yang terparkir tak jauh dari tempat mereka bermain, tapi ArXy langsung menoleh saat Starla tak juga masuk kedalam mobilnya yang sudah dibuka kan pintunya.


Ya, kini Starla bisa merasakan apa yang di rasakan para menantu Rahardian lainnya yang dulu hanya bisa ia dengar sambil tersenyum getir seraya berdoa dalam hati kapan ia bisa seperti itu . Lalu apa ia kini senang?


Tentu tidak, karna Starla sudah biasa di Perlakukan seperti itu oleh Arlan selama 4 tahun, jadi saat ArXy melakukannya itu sudah hal biasa baginya karna yang membuka pintu adalah dua pria yang tak memiliki hibungan special dengannya.


"Nunggu apa?" tanya ArXy.


.


.


Maaf, Kak Arlan sudah memesankan hotel untukku, aku tak bisa ikut dengan kalian.

__ADS_1


__ADS_2