Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Episode. 3


__ADS_3

Druumm..druuumm."


Sepeda motor itu langsung menancap gas dan membalap liar. Tris yang di belakang hampir terbang, jantung Tris berdetak kencang, rambut indahnya berantakan, bibirnya mereng kesana kemari. 'Dasar wanita tomboy, tidak lihat apa dia sedang membawa princes cantik momy Retha.' Bibir gembul Tris mengomel .


Sera yang mengikuti dari belakang terbelalak dan takut. Dia takut kedua adiknya itu jatuh.


"Rindi jangan kencang-kencang." Sera berteriak namun tidak didengar oleh Rindi sedikit pun karena kepalanya tertutupi helm. Rindi walaupun cantik dan seksi namun dia memiliki sifat tomboi.


Kini sepeda motor itu tiba di depan gedung pencakar langit Sky Group.


Tris oleng, rambutnya seperti sarang burung.


Rindi tertawa terbahak-bahak.


"Akan aku adukan sama ibu."


Tris menahan air matanya sambil merapikan rambutnya, dia tidak membawa alat make-up karena dia tidak suka berdandan.


"Siapa suru ikut, bagusnya kau mengikuti kakak Sera jadi penampilan mu tidak hancur. Hahaha."


Rindi langsung menancap gas. Dia tidak memperdulikan adiknya yang menahan emosi.


Tris memasuki lobi perusahaan itu dengan wajah di tekuk.


"Maaf Nona, ada yang bisa kami bantu?" Dua orang yang sedang duduk langsung berdiri menyambut tamu. Mereka adalah resepsionis di perusahaan itu.


"Aku ingin melamar kakak."


"Maaf Nona, lamarannya telah ditutup."


Tris mengerutkan keningnya. ' Apa-apaan perusahaan ini baru saja membuat pengumuman semalam tapi sudah langsung ditutup.'

__ADS_1


"Cepat sekali kakak bukankah baru semalam pengumumannya?"


"Iya Nona, mengingat banyak yang melamar Tuan Rehan minta di berhentikan. Bahkan ada juga yang kami tolak beberapa wanita sebelum Nona tiba. Sekali lagi kami mohon maaf Nona."


Tris memasang wajah cemberut. "Aku tidak melamar jadi calon istri Tuan kalian, aku melamar menjadi karyawan."


Kedua wanita itu terkejut.


"Jadi Nona tidak ingin melamar menjadi istri Tuan Rehan Sky?"


Mereka memastikan karena sejak semalam sampai pagi para pelamar yang datang semuanya ingin melamar menjadi calon istri boss mereka bahkan banyak wanita jadi-jadian yang ikut melamar mengingat itu wajah mereka jadi masam.


"Ini lamaran saya kak." Wajah Tris tak kalah masam. ' Siapa pula yang mau melamar menjadi calon istri laki-laki jahat itu.' Tris tidak akan melakukan kebodohan untuk yang kedua kalinya.


Resepsionis itu tersenyum menerima lamaran Tris Walker.


"Ayo Nona kita kebagian HRD."


Resepsionis itu hanya tersenyum. " Mungkin sudah rezeki Nona langsung di terima. Karena tidak ada satupun wanita yang menjatuhkan lamarannya terhadap posisi yang di butuhkan perusahaan saat ini. Hanya Nona yang pertama."


Resepsionis itu berkata jujur.


Tris membulatkan bibir gembul nya " O."


' Mereka sekelompok wanita bodoh yang mau mengejar Rehan Sky. '


Tris mengagumi sifat kedua resepsionis itu mereka sosok penerima tamu yang sangat ramah.


Seorang wanita berumur sekitar empat puluh tahun memperhatikan penampilan Tris Walker dari atas sampai kebawah dari bawah sampai ke atas. Tris merasa tak suka, dia menganggap wanita itu sedikit mesum.


"Katakan apa tujuanmu bekerja di perusahaan ini?"

__ADS_1


Tris mengerutkan kening. 'Apakah ini pertanyaan masuk karyawan? '


"Tujuan saya ingin bekerja yaitu ingin menghasilkan uang." Tris menjawab jujur. Walaupun dia memiliki uang saat ini dan sahamnya ada di perusahaan itu satu persen Tris menjawab apa adanya.


Seorang laki-laki yang menunggu di ruang sebelah hampir tertawa.


Wanita itu mengerutkan kening. Dia menganggap jawaban Tris sangat jujur. Dia sudah lelah karena lembur dari semalam sampai pagi ini, jadi dia tidak ingin berlama-lama lagi dan langsung menerima Tris.


"Kamu di terima selamat bergabung Nona Tris Walker. Saya akan menilai kamu selama tiga bulan kedepan. Kamu saat ini karyawan magang di perusahaan Sky Group jadi bekerjalah dengan giat agar kamu bisa di angkat menjadi karyawan menetap." Wanita itu langsung menyerahkan berkas Tris kepada asistennya.


"Aku pulang dulu." Terlihat wajahnya sangat lelah.


"Baik Nyonya."


"Begitu saja? Aku di terima?" Tris menunjukkan dirinya.


"Iya Nona anda di terima. Mulai besok Nona sudah mulai bekerja. Ini bed nama Nona. Ingat Nona jangan sampai telat." Asisten kepala HRD itu menjelaskan secara rinci kepada Tris. Tris memperhatikan bed nama nya. "Asisten desainer." Tris menghembuskan nafas.


'Apa-apaan perusahaan ini. Mencari calon istri Rehan Sky sangat ketat giliran mencari karyawan asal sikat.'


Tris menaiki bus, sedari tadi Sera sudah menghubunginya untuk pulang sama namun Tris yang keras kepala tidak memperdulikan kakaknya.


Dia masih dendam kepada kakaknya itu, kejadian lima tahun yang lalu tidak akan bisa dia lupakan dengan mudah bahkan untuk seumur hidup. Apalagi gara-gara kejadian itu laki-laki terhebatnya pergi untuk selamanya.


Tris menulis kaca di sampingnya dengan jari telunjuk. "Tris rindu ayah." Satu butir kristal mengalir. Wajah chubby, bola mata bulat dan memiliki sinar yang terang mengeluarkan air mata berharganya. Tris jarang menangis dia menangis ketika mengingat ayahnya saja dan ketika kepergian nenek Elvi dan satu lagi menangisi laki-laki seperti Rehan Sky itu hobi baru Tris semenjak menikah.


"Rasa lelah ayah akan hilang jika sudah melihat putri bungsu ayah yang sangat cantik ini." Ayahnya akan selalu mengatakan kata-kata manis itu setiap pulang kerja.


Lima tahun yang lalu. Ketika Tris masih umur lima belas tahun dia sosok yang sangat sempurna, otak cerdas, kulit putih seperti giok, badanya yang berisi di tempat tertentu membuat siapa saja yang melihat akan mengatakan dirinya peri yang turun dari langit. Kecantikannya menggemparkan seluruh kota A. Hingga suatu saat kakak sulungnya yang berumur dua puluh tahun pulang dengan keadaan yang menyedihkan. Sera menumpahkan segala kesalahannya kepada Tris yang tidak tau apa-apa. Sera di putuskan pacarnya karena mengakui menyukai Tris. Sera gelap mata dan melampiaskan amarahnya kepada Tris. Menampar dua kali wajah Tris dengan sangat kuat dan tidak memberi makan Tris selama tiga hari tiga malam serta menguncinya di gudang gelap.


Kedua orangtuanya waktu itu pergi keluar kota. Sementara Rindi tour perpisahan dengan kakak kelasnya. Tris menahan rasa lapar dan haus selama tiga hari itu, perutnya terasa sakit karena tidak mendapatkan asupan. Tris pingsan di gudang dan setelah dia sadar dia sudah di rumah sakit dan telah koma selama dua hari.

__ADS_1


Tris melewati perawatan yang menyakitkan. Tris makan melalui selang selama satu bulan karena asam lambungnya yang kambuh membuat lambungnya bocor sehingga harus makan makanan yang cair. Yang paling menyakitkan dan membuat hidup Tris runtuh Tris mendapatkan kabar bahwa ayahnya meninggal akibat kecelakaan saat mencari pinjaman dari keluarga yang lain untuk membayar biaya masuk ICU yang sangat mahal.


__ADS_2