
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Sebanyak ini?" tanya Strala kaget saat ArXy membawa belasan cup berisi macam macam jus buah yang entah apa saja.
"Kata abangnya gak ada Jus TERSERAH, jadi semua di blender sama dia, terserah juga kamu mau minum yang mana," jawab ArXy tanpa ekspresi karna masih kesal dengan si penjual minuman tersebut.
"Maksudku ku kan--,"
"Lain kali jangan main kode-kodean ya Mama Chia, sakit kepala nih mikirnya." potong ArXy cepat.
Chia yang sama bingungnya hanya mengambil jus apel yang ia pesan sedang yang lain ia biarkan di atas meja. Ia mentap bergantian mama dan papanya yang masih sama-sama diam.
"Mau Chia pilihin gak, mama maunya yang mana?" tawar si gadis kecil memecah keheningan diantara kedua orang tuanya.
"Jeruk aja," jawab Starla.
"Punyaku," balas ArXy jujur, dan itu malah memperkeruh suasana.
Starla yang hampir menyentuh cup minuman berisi jus jeruk itu langsung menarik tangannya. Ia diam begitu pun dengan ArXy yang baru sadar dan menepuk keningnya sendiri tanda betapa bodohnya ia.
"Buatmu saja kalau begitu, biar aku minum yang mangga," ucap ArXy tak enak hati.
Ia yang biasanya bertindak sesuka hati ternyata belum bisa menekan keangkuhannya. Masih sering keceplosan dan tentunya tak mau mengalah termasuk pada Starla meski ia sudah berusaha, tapi yang namanya watak dan sifat memang sulit di rubah, semua butuh waktu dan proses tak semudah seperti membalikkan tangan.
"Tak apa, aku Strawberry saja," jawab Starla tapi matanya tetap ke jus jeruk yang katanya milik ArXy.
"Ya udah, dua'an aja minum jus jeluknya. Ini banyak sedotan," kata Chia seolah tahu apa yang di rasakan mamanya.
Starla dan ArXy yang diberi jalan tengah langsung memerah wajah dan kedua pipinya, meski sudah memiliki anak tapi mereka tak pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya.
Dan tawaran Chia tentu membuat pasangan yang tak halal itu langsung merasa malu dan salah tingkah.
"Gak apa-apa, ini kan banyak. Jadi gak harus berdua 'kan." balas Starla sambil mengelus kepala Chia.
__ADS_1
Starla langsung meraih minuman berwarna merah tersebut lalu menikmatinya sama seperti Chia. Dan ArXy pun tak lama melakukan hal yang sama. Chia yang merasa lapar akhirnya meminta untuk makan di Restoran cepat saji, sedangkan sisa jus yang masih banyak itu di bagikan oleh mereka.
.
.
.
Seperti biasa, Starla akan makan sambil menyuapi anaknya tak perduli meski kadang ArXy melarang ia melakukan hal tersebut karna pasti makanan wanita itu akan di abaikannya.
"Kenyang, udah." tolak Chia saat Starla kembali ingin menyuapinya.
"Sedikit lagi loh, nanti ayamnya nangis kalo gak di habisin," rayu Starla.
"Suruh papa beliin balon buat ayam," Sahut Chia.
Uhuk...
ArXy yang mendengar ucapan Chia langsung tersedak dan itu membuat Starla reflek memberikannya minum.
Chia yang sempat takut langsung minta maaf, padahal yang di ucapkannya itu kenyataan, sebab saat dirinya sedih dan menangis papanya sering memberi hadiah termasuk balon.
"Sudah, yuk pulang," ajak Starla karna itu sudah malam sedangkan ia belum membereskan barang-barangnya untuk pulang besok.
Chia hanya mengangguk lalu merentangkan tangan kearah ArXy kode minta di gendong, kebiasaannya setelah makan pasti malas untuk jalan padahal sering di ingatkan oleh papanya.
"Papaaaaaa," rengek Chia.
"Jalan sebentar loh, di depan sana udah ada keliatan mobilnya," ucap ArXy yang tetap di jawab dengan gelengan kepala.
"Ya sudah, Mama yang gendong Chia ya," tawar Starla karna Chia sepertinya sudah mengantuk.
"Eh, jangan. Biar aku aja," cegah ArXy yang langsung meraih tubuh mungil putri mereka.
__ADS_1
"Gitu dong!" cibir Starla.
ArXy membuang napas berat, padahal maksudnya hanya ingin membuat Chia mandiri dengan mau jalan sampai ke mobil. Tapi, Starla malah menawarkan diri untuk menggendong anak mereka dan itu tentu di larang oleh ArXy mengingat Chia cukup lumayan berat.
Chia yang memang sudah sedikit mengantuk lekas menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher ArXy yang berjalan menuju kendaraan mewah milik pria tersebut.
Saat membukakan pintu, Starla masuk lebih dulu ke dalam mobil, setelah ia sudah duduk dengan posisi yang nyaman barulah ArXy menyerahkan Chia pada wanita itu.
ArXy melajukan kereta besinya itu dengan kecepatan sedang, ia sengaja melakukan itu karna ingin masih bersama dengan si mantan istri yang esok akan kembali ke kota X.
"Kamu sudah bilang pada Chia?" tanya ArXy memulai obrolan.
"Belum, aku pulang jam 10 dari rumah. Nanti habis sarapan baru aku pamit padanya," jawab Starla.
"Jangan katakan pulang, tempatmu yang sebenarnya disini bukan disana," tegas ArXy melayang kan protes. Ia memang tak suka dengan kata itu sejak awal saat Starla pamit pergi.
"Sama saja, sekarang tempat tujuanku ada dua."
"Tapi aku ingin cukup hanya satu!" cetus ArXy, nadanya yang kembali ketus membuat Starla memilih untuk diam.
"Maaf," tambahnya lagi yang kemudian menepihkan mobilnya ke pinggir jalan.
"Untuk apa? tak ada yang salah dengan ucapanmu," kata Starla setenang mungkin padahal hatinya sedang mencelos.
"Aku masih egois menurutmu, kan? Maaf aku benar-benar minta maaf."
"Tak apa, aku juga tak menuntut apapun darimu kan?" sindir Starla.
"Kamu memang tak minta apapun dariku, tapi setidaknya aku mau berusaha jadi yang lebih baik dari sebelumnya," ucap ArXy.
.
.
__ADS_1
Tak apa, mungkin sifatmu adalah ujian untuk menguji perasaanku. Lakukan saja sampai aku mendapatkan hasil akhirnya nanti..