
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Trimester akhir adalah hal yang paling mendebarkan bagi seluruh ibu hamil, tak salah jika mereka sering stress dan uring-uringan tak jelas saking takut dan khawatirnya, begitu juga dengan Starla yang kini sering tak bisa tidur karna berbagai hal yang merasuki hati serta pikirannya tersebut, belum lagi pegal, panas dan nyeri di area pinggang dan bawah perut.
"Sakit lagi, Mah?? " tanya ArXy yang sudah duduk di tepi ranjang, ia menghampiri istrinya sebentar padahal sedang menemani Chia mengerjakan tugas prakaryanya.
"Iya, keram kayanya, Pah."
"Udah minum obat sama Vitaminnya?"
Starla hanya mengangguk karna memang sampai detik ini ia tak pernah lupa dan melewatkan hal. tesebut karna ArXy juga turut andil dalam mengingat kan itu semua.
Kehamilan kedua ini cukup menyiksa bagi Starla yang tentunya bisa membandingkan yang dulu dan sekarang, berbeda saat mengandung Chia, anak itu rasanya paham posisi mamanya yang tak bisa berkeluh kesah layaknya ibu hamil lain pada suaminya, Chia yang masih didalam perut hanya akan sedikit usik jika ingin di usap dan diam dalam waktu beberapa menit, jauh berbeda dengan calon adiknya ini semakin ada ArXy semakin si jabang bayi salto dalam perut sampai. kadang Starla meringis menahan geli dan linu yang datang berbarengan.
Dan saat ArXy tahu itu, ia malah senang menggoda dengan cara trus mengajak ngobrol yang kadang berdua dengan Chia, respon baik yang di berikan membuat anak dan suaminya kompak terus mengajak berinteraksi.
"Mau kerumah sakit? harusnya besok kontrol kan?"
"Enggak, udah malam, nanti dibawa tidur juga enakkan kok," tolak Starla mencoba menenangkan suaminya lalu meminta kembali menemani Chia.
__ADS_1
.
.
.
Malam semakin larut bahkan menjelang subuh, sudah hampir satu jam Starla terbangun dan tak bisa tidur lagi, untungnya Chia begitu nyenyak sampai tak harus dipeluk terus menerus bahkan posisi tidurnya sudah sedikit menjauh darinya, itu bisa sedikit membuat napasnya lega.
Tapi, ada hal yang dirasa lain oleh Starla. Ia kaget ketika cairan merembes tiba-tiba dari bagian inti miliknya, ia yang memang sering bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil pun menganggap mengompol di atas kasur.
Starla yang baru bangun dan menurunkan satu kakinya langsung menjerit merasakan sakit yang tiba-tiba di bagian bawah perutnya. Ia bersyukur ArXy mendengar dan langsung bangun karna memang ia masih mengungsi di sofa, ada saja drama pengusiran dari Chia untuk papanya itu.
"Mah, kamu kenapa?" tanya ArXy panik.
Meski anak kedua, tapi ini pengalaman pertama baginya menghadapi istri yang mungkin mau melahirkan karna dulu ia justru sudah terima beres tinggal menggendong dan membawa Chia pulang kerumah.
"Sakit??"
Starla mengangguk berharap ArXy paham, tapi kaget dan panik nyatanya membuat kepekaannya lambat tersambung ke otak.
__ADS_1
"Rumah sakit, Pah. Ayo!" Starla yang kesal mengajak ArXy dengan nada kesal.
"Hah? ah.. iya, Ayo."
ArXy membantu Starla untuk bangun, ia memapah istrinya itu untuk keluar dari kamar. Rasa takut semakin dirasa saat melihat kebasahan pada pakaian Starla.
"Mau ganti baju dulu, Mah?"
"Enggak, kamu ngapain mikirin baju aku sih?" omel Starla yang takut saat ia telanjang justru Si jagung malah berkedut kedut meski rasanya tak mungkin, tapi tetap tak ada jaminan bagi suami super mesum seperti ArXy.
"Ya udah, jalan pelan pelan ya."
Baru saja mereka berjalan beberapa langkah, ternyata Chia bangun dan langsung berteriak.
.
.
.
__ADS_1
.
Papaaaaaa.... Mama sama bayi Chia mau culik mana lagi????