
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Starla yang sudah mengganti baju Chio langsung bergegas keluar dari kamar dan turun lagi ke lantai bawah, kakinya melangkah dengan cepat menuju garasi tempat jejeran mobil mewah berada.
Bertahun-tahun lalu usai melahirkan seperti ini Starla hanya sibuk kuliah dan fokus pada dirinya sendiri. Ia tak tahu betapa beratnya menggendong anak, pegalnya menyusui dan repotnya mengurus Sang buah hati, perpisahannya yang lalu memang mengajarkannya menjadi sosok kuat dan mandiri tapi saat kembali berumah tangga ia malah kaget dengan perannya yang baru menjadi ibu sungguhan.
Beruntungnya, ArXy sangat bisa di andalkaen karna ia yang dulu mengurus Chia selamai 4 tahun tanpa bantuan Pengasuh sama sekali.
"Mau langsung ke sekolah Nona XyLa, Nyonya?" tanya Pak Supir setelah mesin mobil di nyalakan.
"Iya, Pak. Habis dari sana baru pergi ke Mall," jawab Starla meski ia belum tahu akan kemana nantinya karna semua terserah Chia.
Selama perjalanan Chio yang ada di pangkuan tetap tak mau diam padahal Starla sudah mengajaknya bernyanyi dan mengobrol. Anak itu memang terbilang sangat aktif sama saat di dalam perut.
"Chio, tuh lihat ada tempat kerjanya Papa loh, nanti Chio sudah besar mau jadi apa?" tanya Starla. Tapi, ia langsung diam saat ingat sesuatu.
Rasanya, tak penting punya sebuah cita cita karna sejak ada dalam kandungan saja para calon keturunan sudah menjadi pewaris perusahaan dan itu rasanya sudah dari dulu ada. Terbukti, tak ada yang memiliki profesi lain selain pengusaha.
Starla tersenyum tipis, lalu di di ciuminya kedua pipi bulat Chio yang jika sedang gemas gemasnya ingin sekali ia gigit.
__ADS_1
Dan kurang lebih 30 menit, akhirnya Starla dan Chio pun sampai di sekolah Si sulung, anak gadis itu merengut kesal karna Sang Mama sudah terlambat 10 menit menjemputnya.
"Ih, pasti Dede nih yang bikin mama lama jemput kaka, iya kan?" omelnya langsung dan Chio malah bertepuk tangan senang, ia selalu tertawa dengan apa yang di ucapkan kakaknya meskipun itu adalah sebuah ocehan untuknya.
"Enggak, tadi Papa telepon, jadi Mama ngobrol dulu sebentar," jelas Starla.
Mobil pun melaju keluar dari area sekolah dan langsung menuju ke salah satu Mall untuk makan siang bersama dengan ArXy juga, pria itu selalu saja ingin ikut jika tahu anak istrinya ada di luar rumah, bukan hanya rindu tapi ia juga khawatir takut ada yang menggoda istri cantiknya.
"Nanti Papa ikut?" tanya Chia.
"Iya, nanti ketemuan disana."
Chio yang seolah paham malah menoleh kearah mamanya dengan raut wajah penuh tanya, sebagai ibu ia tentu bisa merasakan apa yang putranya itu maksud meski hanya lewat sorot mata.
"Chio kenapa? gak mau sama Papa?" tanya Starla terkekeh begitu pun dengan Chia. Adanya Si bungsu memang benar benar membuat hidup mereka lebih berwarna.
Belum puas meledek Chio, ternyata ponsel Starla berbunyi dari dalam tas. Dan itu pastinya dari ArXy.
"Iya, Pah."
__ADS_1
"Kamu bisa ke kantor aja gak, Mah? aku ada kerjaan sedikit lagi. Kalian bisa tunggu disini," pinta ArXy lewat sambungan telepon.
"Gak apa-apa, kalau kamu sibuk tak perlu menyusul kami. Selesai kan saja pekerjaanmu. Aku juga bawa stroller untuk Chio jadi kamu tak perlu khawatir." jawab Starla yang tak masalah sama sekali.
"Datanglah kesini sebentar, Sayang," mohon ArXy lagi yang kembali di tolak.
"Enggak, Pah. Kalau kamu tetap bersikeras biar kami tunggu disana."
"Kenapa sih, Mah?" tanya ArXy yang seakan lupa jika ia pernah memberi luka luar biasa.
.
.
.
Andai kamu tahu, rasa trauma itu seperti yang selamat dari kecelakaan, meski selamat namun cacat seumur hidup.
\#\#\#\#\#\#\#\#
__ADS_1