
ππππππ
"Berani? ku patahkan lehermu!" ancam Starla dengan sorot mata serius.
"Wih, Mama Chia galak," kekeh ArXy.
Segencar apapun pria itu menggodanya hati Starla tak pernah bergetar, sekedar senyum simpul saja yang ia berikan untuk ArXy. Hanya cinta yang ia miliki saat ini untuk ayah putrinya itu, tak ada rasa berharap untuk perasaanya di balas meski nyatanya ArXy sudah melakukannya. Pintu hatinya tak tertutup karna memang nama pria itu sudah disana selama 5 tahun, tak ada yang mampu menggeser apalagi menggantikan. Mungkin benar yang di katakan orang, jika cinta pertama sulit di hilangkan padahal pernah memberi luka yang luar biasa.
Awalnya ia mengingkan semua berjalan seperti biasa. Starla sudah begitu nyaman dengan hidupnya sekarang yang fokus pada diri sendiri dan Chia. Tapi ia juga tak mampu menolak jika mungkin Tuhan memberinya kesempatan lagi untuk merasakan bagaimana indahnya sebuah pernikahan diatas kata cinta.
Mobil melaju ke sebuah rumah yang jalannya masih di hapal oleh Starla, dan tebakannya benar. Betapa terkejutnya ia saat mobil yang ia tumpangi kini sudah masuk kedalam garasi.
"Kak, kenapa kesini?" tanya Starla tak percaya sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Maaf," ucap ArXy lirih.
Starla yang menundukkan kepalanya sedang berusaha menahan air matanya untuk tidak turun tapi saat ArXy menarik tubuhnya, tangisan itupun pecah tanpa bisa ia tahan lagi.
__ADS_1
"Bisakah kita mulai dari awal seperti dulu lagi, hem?" bisik ArXy.
Starla tetap bergeming, ia semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher mantan suaminya yang harumnya mengingatkan ia pada malam yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya tersebut.
"Aku mencintaimu, sungguh!"
Starla yang sesegukan semakin di usap punggungnya oleh ArXy, ia mencoba menenangkan wanita itu sambil berusaha memberi kenyamanan karna hanya itu yang Starla ingin dan butuhkan darinya.
"Aku tahu, tapi aku belum bisa mengulangnya. Aku takut." akhirnya Starla bisa menjawab meski dengan nada bicara bergetar.
"Tak apa, aku paham. Kita sama sama mulai dari awal ya, aku akan menunggumu."
.
.
"Masih sama ya, Terima kasih sudah menjaga semua pemberianku termasuk--," ucap ArXy yang langsung memotong ucapannya sendiri, ia malah mengusap tengkuknya sambil senyum senyum tak jelas sampai Starla harus menautkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Termasuk apa?" tanya Starla.
"Namaku di hatimu," ujar ArXy dengan wajah yang kini sudah semerah buat tomat.
Starla hanya tertawa kecil, andai pria di depannya itu dulu semanis ini mungkin ia akan masuk dalam jajaran wanita paling bahagia bersama para menantu Rahardian yang lainnya juga. Tapi sayang, saat cintanya begitu tulus dan menggebu hadirnya selalu di abaikan hingga perlahan ia tak lagi mengharapkan meski sekedar tanya kabar.
"Namamu akan tetap ada, karna kamu ayah dari putriku, Kak." ucap Starla yang masih saja tenang padahal pria di depannya itu sudah salah tingkah, dan disaat seperti inilah ArXy biasanya akan Frustasi sendiri menghadapi sikap mantan istrinya tersebut.
.
.
Hey, Chia juga putriku. Kan kita bikinnya berdua!!
Assalamu'alaikum....
__ADS_1
Haturnuhun buat semua Like dan komennya sampai di bab ini, hampura kalau banyak Typo atau sebagainya. Semakin di banyakin komennya makin banyak juga Up nya.. Tapi maaf buat yang satu ini teteh gak suka yang panjang2 dan tahan lama, maunya sebentar tapi sering π₯±π₯±
#AwasTravelingπ